Fatima Zuleva, Bermain Sepatu Roda Sejak TK

Nurfa'ik Nabhan • Dipublikasikan Sabtu, 5 Agustus 2023 | 16:00 WIB
Fatima Zoelva. (Ist)
Fatima Zoelva. (Ist)

RADARSEMARANG.ID, Olahraga sepatu roda merupakan salah satu olahraga yang membutuhkan ketepatan dan kecepatan.

Tidak hanya itu kelihaian, kelincahan juga diperlukan dalam memainkan olahraga yang satu ini. Hal tersebut sering dilatih oleh gadis asal Banyumanik, Kota Semarang, Fatima Zuleva.

Cewek yang akrab disapa Eva ini mengaku menyukai olahraga sepatu roda saat ia berkunjung ke Yogyakarta. Dimana pada saat itu ia bermain ice skating dan tidak disangka bisa dengan lancar meluncur.

"Tapi pas balik ke Semarang kan belum ada ice skating, akhirnya mencoba sepatu roda. Karena kan hampir sama bermainnya, " ujarnya.

Gadis kelahiran Desember 2003 ini, sejak duduk di Taman Kanak-Kanak (TK) sudah bergabung di salah satu klub sepatu roda da di Kota Semarang.

Yakni Klub Eagle. Namun seiring berjalannya waktu, klub tersebut sudah tidak ada lagi.

"Kemudian waktu SMP pindah klub di Ikatan Orang Tua Atlet Sepatu Roda Semarang (IKOS). Dan latihannya sendiri biasanya di Stadion Jatidiri, " katanya.

Menurutnya olahraga sepatu roda itu menyenangkan. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bermain. Salah satunya adalah keseimbangan badan agar bisa melaju tanpa jatuh.

Beberapa hal lain seperti kecepatan, ketepatan, dan kelincahan tidak menjadi kendala yang berarti baginya. Kendala yang sering ia rasakan adalah membagi waktu antara latihan dengan sekolah.

"Kadang yang sulit membagi waktu antara latihan atau hal yang berkaitan dengan sekolah atau akademis, " ungkapnya.

Saat ini ia tergabung dalam kontingen Kabupaten Semarang yang akan bertanding di ajang Porprov Jawa Tengah ke 16 di Pati Raya.

Meskipun dari Kota Semarang, Eva tidak terlalu kesulitan beradaptasi dengan lingkungan latihan di Kabupaten Semarang.

Dalam ajang Porprov tahun ini, ia akan bertanding kelas 200 meter, 500 meter, 500 meter tim sprint, dan relay 3000 meter. Dan menargetkan semua mendapatkan medali baik itu emas maupun perak.

"Aku juga tidak muluk-muluk karena aku tahu pesaingku kuat-kuat seperti Kota Semarang, " ungkapnya.

Eva hanya bisa fokus pada pertandingan-pertandingan yang akan dilakoninya. Karena itu nanti akan dinilai dan dilihat untuk bisa dipanggil menjadi atlet pelatda kembali. (nun/ton)

Editor : Agus AP
Stadion Jatidiri Semarang Porprov Jawa Tengah Sepatu roda Taman Kanak-Kanak