Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Marsha Ayunita Irawati, Dari Pegawai Bank Jadi Dosen

Agus AP • Jumat, 24 Februari 2023 | 23:29 WIB
Marsha Ayunita Irawati. (DOKUMEN PRIBADI)
Marsha Ayunita Irawati. (DOKUMEN PRIBADI)
RADARSEMARANG.ID, Bukan hanya dosen, Marsha Ayunita Irawati juga menjabat sebagai Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Semarang. Sebagai dosen mata kuliah manajemen, ia menerapkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) agar mahasiswanya enjoy dalam mengikuti perkuliahan.

Dalam praktiknya, Marsha –sapaan akrabnya--mengajak mahasiswa untuk tidak hanya belajar di dalam kelas dan kampus. Ia juga memberi kesempatan mahasiswanya berkegiatan di luar kampus, lalu mempresentasikan apa yang mereka dapatkan.

“Mahasiswa saya biasakan untuk aktif bertanya maupun berinteraksi di dalam kelas. Berdiskusi terkait materi perkuliahan, dan saya memberikan kesempatan mereka untuk bisa menyampaikan harapan dan keinginannya di dalam perkuliahan saya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, tantangan menjadi akademisi cukup banyak. Tempat, kebiasaan, maupun budaya baru menjadi rintangannya. Ditambah dengan banyaknya berinteraksi dengan berbagai karakter. Di usianya 32 tahun, ia acapkali dianggap masih terlalu muda menjadi seorang dosen. Namun ia berhasil mematahkan keraguan itu dengan prestasi.

“Terkadang orang underestimate kepada saya. Apakah saya betul-betul bisa mengajar dan menyelesaikan tugas lain dari dosen? Saya hanya membuktikan dengan terus berusaha untuk bisa menyelesaikan pekerjaan saya. Karena menurut saya, setiap hari dan sampai kapanpun kita harus terus belajar dan berjuang,” jelas perempuan yang juga seorang influencer ini.

Kiprah Marsha menjadi dosen juga dilakoni di universitas negeri di Jogjakarta. Sebelum memutuskan menjadi dosen, ia lebih dulu bekerja sebagai pegawai bank BUMN selama dua tahun.

Pada dasarnya, menjadi pegawai bank merupakan cita-citanya sejak sekolah. Kala itu, seorang pegawai bank di angan-angannya adalah perempuan yang cantik dan mapan. Ia lantas fokus mulai mempersiapkan diri untuk menjadi pegawai bank. Namun setelah dilakoni, passion-nya bukan karir tersebut, melainkan menjadi seorang pengajar.

Dalam setiap perjalanan karirnya, ia selalu melibatkan orang tua. Hal itulah yang membuatnya selalu berhasil di setiap fase hidup.

“Saya tidak pernah meninggalkan orang tua di setiap fase hidup saya. Saya selalu meminta restu dan pertimbangan beliau. Itulah yang mempermudah jalan saya,” katanya. (ifa/aro) Editor : Agus AP
#Merdeka Belajar Kampus Merdeka #Pegawai Bank Jadi Dosen #Marsha Ayunita Irawati