Meski begitu, gadis yang akrab disapa Rena ini pandai membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan kesibukan menjadi duta.
Rena mulai mempelajari dan menekuni soal isu lingkungan saat mengikuti ajang duta lingkungan. Basic jurusan Ilmu Hukum yang diambil tak membuatnya patah semangat untuk terus belajar mengenai lingkungan.
"Menurut saya, setiap orang bisa menjadi agen perubahan, khususnya di bidang lingkungan. Apalagi problematika terkait lingkungan sangatlah kompleks. Untuk itu, saya ingin concern di bidang itu," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Putri pasangan Tukiran dan Salwiyah ini juga turut mengikuti berbagai event di tingkat daerah maupun nasional. Beberapa kegiatan yang pernah diikuti, di antaranya National Student Leaders on Sustainability Meeting dan World Cleanup Day Kota Semarang.
Selain aktif menjadi duta, dara 20 tahun ini juga aktif di berbagai organisasi, baik di dalam maupun luar kampus. Di antaranya, HMJ Ilmu Hukum, Forum Kajian Hukum Mahasiswa, Lembaga Riset dan Debat, GenBI Korkom Semarang, Law Connection Regional Semarang, dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Di sisi lain, Rena juga memiliki hobi memasak, olahraga, dan bela diri.
Ia juga kerap mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional dan berhasil meraih prestasi, seperti Best Speaker Lomba Debat Hukum HMJ HES UIN Walisongo 2021, Juara Video Narasi Lanyalla Center, dan lain-lain.
"Cara membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan menjadi duta itu jadi sebuah tantangan. Saya juga harus menyeimbangkan waktu bersama keluarga, teman, dan tim. Selain itu, saya juga harus mengurangi jam tidur untuk mengejar impian-impian," ujar mahasiswi semester 6 ini.
Meski memiliki berbagai kesibukan, orang tua Rena selalu mendukung kegiatan yang dijalaninya.
"Orang tua dan keluarga bersyukur dan bangga. Mereka selalu mendoakan, memberi restu, juga memberi motivasi dan semangat kepada saya," katanya. (mg6/aro) Editor : Agus AP