Ia merintis usaha jasanya itu di rumahnya di Dukuh Sabranglor Barat, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu.
“Motivasi saya membangun usaha ini berawal dari cita-cita saya ingin menjadi seorang bidan yang kompeten, sekaligus berlatih wirausaha,” kata dara berhijab yang akrab disapa Aina ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Di baby spa yang dikelola, Aina melayani pijat bayi, senam bayi, dan bayi renang. “Di kuliah ada materi entrepreneur in midwifery, salah satunya tentang baby spa. Nah, saya ingin mempraktikkan langsung. Selain itu, mumpung masih muda, saya ingin memiliki penghasilan sendiri dan hidup mandiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak semua orang bisa membuka layanan baby spa. Karena ada persyaratan khusus, salah satunya harus mengikuti training terlebih dahulu tentang baby spa. Dalam pelatihan itu akan ada ujian secara individual dengan trainer untuk mendapatkan izin buka usaha dan sertifikasi gelar CPHCT atau Certified Physiological Holistic Care Therapist.
Karena masih kuliah, Aina pun harus pintar membagi waktu. Namun ia selalu memprioritaskan untuk menyelesaikan kuliah terlebih dahulu.
“Saya harus mampu menetapkan skala prioritas. Misalnya jika ada tugas, saya berusaha untuk menyelesaikan tugas sebelum deadline,”katanya. (fgr/aro) Editor : Agus AP