“Dulu awalnya aku juga terpaksa masuk jurusan Tata Boga karena disuruh orang tua. Kata orang tuaku, mending nggak usah kuliah kalau nggak ambil Tata Boga. Ternyata memang apa yang diridhoi oleh orang tua akan menjadi jalan sukses kita. Karena aku pikir dulu buat apa sih kuliah memasak, ternyata sekarang banyak manfaatnya,” katanya.
Ia kerap menerima ujaran untuk apa kuliah di Tata Boga yang pada kenyataannya tidak semudah yang mereka kira. Tidak hanya itu, Naila juga sering mendapat komentar miring, untuk apa merintis bisnis? Padahal dirinya berasal dari keluarga yang berkecukupan.
“Justru aku nggak pernah malu buat berjualan. Aku branding produk ke temen-temen. Ngeshare jualan aku sendiri setiap hari. Nawarin ke customer-customer aku. Aku nggak pernah malu, karena buat apa juga malu, toh juga nanti yang nikmatin hasil kita sendiri bukan orang lain.” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Dalam menemuki bisnis kuliner, ia kerap menemukan kendala, baik dari segi SDM maupun bisnis yang kerap pasang surut. Namun Naila tidak mudah menyerah. Ia tetap berusaha hingga kini dia bersyukur karena di usia muda telah memiliki penghasilan sendiri. Ia juga bisa membahagiakan keluarganya. (mg5/aro) Editor : Agus AP