Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Novia Rahmawati, Lestarikan Budaya Daerah

Agus AP • Selasa, 17 November 2020 | 17:34 WIB
Novia Rahmawati. (DOKUMEN PRIBADI)
Novia Rahmawati. (DOKUMEN PRIBADI)
RADARSEMARANG.ID - Novia Rahmawati tercatat sebagai mahasiswi aktif Pendidikan Sendratasik Universitas Negeri Semarang (Unnes). Kini, ia menyandang gelar sebagai Putri Kebudayaan Indonesia. Sebelumnya, ia meraih juara III pemilihan Duta Fakultas Bahasa dan Seni Unnes 2018. Gadis yang akrab dipanggil Novi ini, kemudian mengambil kesempatan untuk ikut pemilihan di tingkat regional, yakni dalam pemilihan Putra Putri Kebudayaan Jawa Tengah.

“Berawal dari seleksi duta fakultas dan berlanjut ke seleksi pemilihan Putra Putri Kebudayaan Jateng, akhirnya saya diberikan kesempatan untuk menjadi perwakilan Jateng dalam pemilihan Putra Putri Kebudayaan Indonesia. Saya membawa pulang dua piala untuk Jateng, yakni sebagai Third Runner-up dan juga Finalis Favorit Sosial Media,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Gadis kelahiran Lampung Timur ini telah menggeluti dan menapakkan jejak di dunia pageant sejak April 2018. Setelah berkecimpung di dunia pageant, membentuk karakternya. Ia mendapatkan berbagai pengalaman, ilmu yang bermanfaat, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Sebagai mahasiswi seni tari, ia ingin mengembangkan dan menghidupkan seni tari melalui pendidikan tari untuk generasi muda agar tetap lestari.

“Ketika dapat kesempatan untuk terjun di dunia pageant, khususnya dalam pemilihan Putra Putri Kebudayaan Indonesia, saya langsung mengambil kesempatan tersebut. Karena kesempatan tidak datang dua kali. Saya mengambil kesempatan itu untuk menggali dan mengembangkan potensi yang saya miliki, dan pastinya untuk memajukan budaya daerah sesuai dengan bidang yang saya geluti, yakni seni tari,” ujar Novi.

Sebagai generasi milenial, kata dia, sudah menjadi kewajiban untuk melestarikan budaya agar tetap bertahan, sehingga kita dapat mengenalkannya ke generasi selanjutnya. “Budaya kita nggak kuno kok, and jangan pernah malu untuk melestarikan budaya Indonesia, tapi malulah jika kita tidak mengenal budaya kita sendiri,” katanya. (mg16/aro) Editor : Agus AP
#MAHASISWA #Budaya Daerah