Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Gemas Lihat Koruptor

Agus AP • Senin, 16 Desember 2019 | 18:03 WIB

RADARSEMARANG.ID, Rintan Purnama Ayu Apriliani aktif di kegiatan antikorupsi sejak 2017 lalu. Ia memulainya di Komunitas Antikorupsi (KAK) Universitas Negeri Semarang (Unnes). Alasannya, karena gemas melihat koruptor.

Perempuan yang akrab disapa Rintan ini kemudian memutuskan menjadi bagian dari punggawa antikorupsi. Ia ingin turut serta melakukan upaya pencegahan. Yakni, dengan menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Mulai dari dirinya, merambat ke orang-orang di sekitarnya.

Satu hal yang menjadi target dari kegiatannya adalah membangun budaya antikorupsi. Salah satu upaya yang dilakukan mahasiswi Fakultas Hukum Unnes ini untuk menuju ke sana adalah menggagas seminar dengan menghadirkan pemateri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setidaknya bisa menyalurkan semangat antikorupsi dari lembaga antirasuah tersebut.

”Selain itu juga melakukan sosialisasi yang dikemas dalam bentuk boardgame. Ini berisi pendidkan antikorupsi. Beberapa contoh nama kegiatannya ada Keranjang Bolong, Sahabat Pemberani, PDKT (Pilihan Diri, Komitmen dan Tanggungjawab kita), dan Terajana,” jelas perempuan yang kini tergabung dalam Komunitas Penyuluh Antikorupsi KOMPAK Jawa Tengah ini.

Bukan tanpa tantangan, untuk menjalankan komitmennya ini, dara kelahiran Tegal, 16 April 1999 ini, harus berani melakukan pencegahan jika melihat adanya indikasi tindakan korupsi di lingkungan sekitarnya.

Ada satu pengalaman tak dilupakan Rintan selama bergelut dengan kegiatan antikorupsi. Yakni, ketika melakukan sosialisasi kepada siswa, mahasiswa dan masyarakat umum. Bisa membuat mereka paham mengenai nilai-nilai yang perlu dibangun untuk memerangi antikorupsi, memberikannya kebanggaan tersendiri. Apalagi mereka langsung mempraktikkannya.

”Harapan ke depan, saya sebagai seorang mahasiswa, pengin lebih bisa menjadi agen perubahan dan motor penggerak antikorupsi. Baik untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat secara umum,” tandasnya. (sga/aro) Editor : Agus AP
#Universitas Negeri Semarang (UNNES) #Komunitas Antikorupsi (KAK) #ANTI KORUPSI