Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Berhubungan Dengan Angka 25, Inilah Sejarah Nama Slawi Sebagai Ibu Kota Kabupaten Tegal

Muchammad Nachirul Ichsan • Minggu, 23 Juni 2024 | 12:50 WIB
Tugu Poci Slawi
Tugu Poci Slawi

RADARSEMARANG.ID - Slawi merupakan sebuah nama kecamatan yang menjadi ibu kota Kabupaten Tegal.

Memiliki luas 13,63 kilometer persegi dan diresmikan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Tegal sejak 24 Januari 1989.

Ternyata dalam sejarah penamaannya, Slawi memiliki hubungan dengan angka 25 atau Selawe dalam bahasa Tegal.

Sejarah Slawi dan 25 berawal dari upaya Ki Gede Sebayu yang merupakan pendiri Tegal, saat itu berencana merenovasi Masjid di Kalisoka.

Kalisoka sendiri merupakan pusat dari pemerintahan Tegal saat yang ditinggali oleh keluarga dan para pengikutnya.

Sedangkan masjid tersebut sudah ada sebelum Ki Gede Sebayu datang, segala material dan alat renovasi dipersiapkan.

Salah satunya adalah membutuhkan satu batang pohon jati untuk soko guru atau tiang utama masjid.

Ki Jaga Sura dan Ki Laweyan yang mendapatkan perintah dari pimpinannya itu langsung mencari pohon jati di daerah selatan Tegal.

Setelah beberapa hari pencarian, meereka menemukan pohon jati yang sangat besar dan cocok untuk bangunan masjid.

Pohon itu berlokasi di Dukuh Babakan, Desa Jatimulya, Kecamatan Lebaksiu. Namun melihat pohon yang besar membuat keduanya merasa tidak mampu.

Ki Gede akhirnya datang membawa beberapa orang untuk mencoba menebangnya namun hasilnya tetap sia-sia.

Mereka menganggap pohon ini bukan pohon sembarangan, akhirnya Ki Gede Sebayu dan Nyi Gede Sebayu akhirnya membuat sebuah sayembara.

Barang siapa yang bisa menebang pohon jati tersebut, maka akan dinikahkan dengan putri mereka, yaitu Raden Ayu Rara Giyanti Subhaleksana.

Putri Ki Gede Sebayu dikenal cantik dan tekun beribadah sehingga banyak yang tertarik mengikuti sayembara tersebut.

Sayembara pun akhirnya digelar, sang pemimpin Tegal itu menyaksikan para perserta yang berusaha merobohkan pohon besar itu.

Namun sayangnya belum ada yang berhasil, hingga akhirnya giliran peserta atau kesatria ke-25 atau Selawe datang untuk mencoba.

Kesatria tersebut adalah Ki Jadug yang tinggal di Dukuh Sumbregan, Desa Slarang Kidul, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Dengan kemampuan dan ajian yang dimilikinya ia berhasil merobohkan pohon tersebut hingga terjatuh.

Para hadirin pun bersorak dan Ki Jadug mengucap syukur dan berhasil mendapatkan Rara Giyanti putri dari Ki Gede Sebayu.

Sejak saa itu Ki Gede Sebayu mengangkat Ki Jadug sebagai menantu dan mempersunting putrinya.

Diharapkan menjadi pengertian semua bahwa di tempat berkumpulnya kesatria yang berjumlah 25 atau selawe tersebut, akan menjadi nama sebuah desa, yaitu Desa Selawe atau disebut Slawi.

Kini daerah tersebut menjadi pusat kota dan pemerintahan di Kabupaten Tegal yang dikenal hingga sekarang.

Editor : Baskoro Septiadi
#ki jadug #Ki Gede Sebayu #rara giyanti #Sejarah Tegal #pohon jati #Kalisoka #Tempat Bersejarah #selawe #sayembara #Bahasa Tegal #sejarah kota slawi #soko guru