Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Wali Kota Magelang Dokter Aziz : Masyarakat Semakin Maju, Sehat, dan Bahagia

Puput Puspitasari • Senin, 11 Desember 2023 | 15:53 WIB
Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz bersama Wakil Wali Kota M Mansyur ketika mengunjungi warganya dari kampung ke kampung.
Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz bersama Wakil Wali Kota M Mansyur ketika mengunjungi warganya dari kampung ke kampung.

PEMKOT MAGELANG menutup kinerja akhir tahun 2023 dengan kabar menggembirakan. Sembilan program unggulan yang digenjot selama tahun ini berhasil memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Terbukti dengan persentase kemiskinan Kota Magelang turun 0,99 poin dari tahun sebelumnya 7,10 persen menjadi 6,11 persen dengan garis kemiskinan sebesar Rp 602.794. Tingkat kemiskinan  Kota Magelang saat ini menduduki peringkat ketiga terendah se-Jawa Tengah setelah Kota Semarang dan Kota Salatiga.

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz bersyukur terhadap capaian ini. Ia mengungkapkan, angka kemiskinan melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2024 sebesar 6,23 persen.  “Kita optimistis, tahun 2024 bisa turun lagi di bawah  6 persen,” terangnya.

Menurut wali kota yang akrab disapa Dokter Aziz itu, kemiskinan turun tidak serta merta karena kerja pemerintah saja. Masyarakat turut serta dalam menyukseskan program-program Pemkot Magelang.

Salah satunya Program Pemberdayaan Masyarakat Maju Sehat Bahagia (Rodanya Mas Bagia). Merupakan program pemberdayaan masyarakat dengan bantuan stimulus Rp 30  juta per RT per tahun. 

Dana tersebut dimanfaatkan untuk menyelesaikan hal-hal yang ada di lingkungan RT melalui rencana kerja masyarakat (RKM). Baik untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran, kesehatan lingkungan, keamanan, dan hal-hal lain yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

“Masyarakat mulai percaya diri, bahwa mereka sudah semakin menikmati manfaat dari program Rodanya Mas Bagia itu. Karena mereka bisa mengelola (dana Rp 30 juta, Red) secara mandiri melalui RKM,” terangnya.

Rodanya Mas Bagia memiliki delapan program turunan. Yakni Jemput Sakit Antar Sehat (JSAS), Magelang Entrepreneurship Center (Magelang Keren), Balai Belajar, Jaga Warga dari Pandemi (Jawani), Magelang Smart City (Magesty), Program Magelang Agamis (Progamis), Magelang Cinta Organik (Magelang Cantik), dan Ngopi Bareng Pak Wali—sebuah kegiatan dialog interaktif antara wali kota dengan warga.

Menurut Dokter Aziz, program unggulan itu sudah berjalan baik. Adapun kekurangannya akan menjadi evaluasi. Ia yakin, Kota Magelang 2024 akan semakin maju, sehat, dan masyarakatnya merasakan bahagia.

Pengangguran Berkurang

Program unggulan Pemkot Magelang juga sukses menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang saat ini berada di kisaran 5,25 persen. Mengartikan bahwa pengangguran di Kota Magelang tersisa 3.300 jiwa. Angka ini turun 1,47 persen  dibandingkan TPT 2022 lalu sebesar 6,71 persen. Sementara tahun 2021, TPT pernah mencapai 8,73 persen karena dampak gelombang pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang Wawan Setiadi mengatakan, angka penurunan TPT ini merupakan tertinggi ketiga di Jawa Tengah, setelah Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

Angka TPT tahun ini juga melompati target RPJMD tahun 2024 dan 2025. Sesuai RPJMD, target penurunan TPT tahun 2024 di kisaran 5,8-7,1 persen, tahun 2025 di 5,3-6,3 persen, dan 2026 sebesar 4,8-6,0 persen.

“Kita prediksi, angka TPT tahun 2024 turun di angka 4,25 persen,” ujarnya.

Ia merinci, alokasi anggaran untuk penanganan kemiskinan dan pengangguran tahun 2023 sebesar Rp 14.880.805.699. Anggaran itu digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan. Seperti pelatihan servis sepeda motor, sablon, tata boga, membatik untuk disabilitas dll. Berbagai jenis pelatihan itu diperuntukan bagi 1.300 orang. Kemudian untuk melaksanakan kegiatan padat karya yang melibatkan 3.600 orang.

“Sampai pertengahan Desember 2023, kita mewisuda 1.500 wirausaha baru di Kota Magelang. Mereka merupakan lulusan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Magelang, maupun yang mendapat pendampingan dari Disnaker dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),” terangnya. 

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menunjukkan kerajinan wayang produk UKM.
Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menunjukkan kerajinan wayang produk UKM.

UMKM Bertumbuh dan Bertambah

Di sektor perdagangan, program unggulan yang digarap Disperindag juga membuahkan hasil. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Magelang bertumbuh dan bertambah.

Kepala Disperindag Kota Magelang Syaifullah mencatat 10.700 pelaku UMKM yang eksis. Perkembangan mereka dievaluasi dari sisi pendapatan, setelah mendapat sentuhan program pemkot untuk peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha.

“Indikator yang bisa dilihat dari sisi omzet, rata-rata naik Rp 1.000.000 setiap bulan. Dari semula beromzet Rp 8.000.000, sekarang sampai Rp 9.000.000 atau lebih,” tuturnya.

Kini, produk-produk unggulan di Kota Magelang sudah mulai dipasarkan di IKM Center yang berada sentra ekonomi Lembah Tidar, Kelurahan Magersari. IKM Center juga digunakan sebagai “laboratorium” UMKM untuk pelatihan meningkatkan mutu dan kualitas. Baik dari sisi produk, pemasaran, dan SDM. 

Masyarakat Terbantu Rasakan Bahagia

Program Pemkot Magelang tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan masyarakat. Tetapi juga mengurangi beban masyarakat miskin atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dinas Sosial (Dinsos) bertugas mengatasi masalah itu. Perhatian itu bahkan ditujukan untuk orang lanjut usia (lansia), dan orang telantar.

Kepala Dinsos Kota Magelang Bambang Nuryanta menyebutkan, di era kepemimpinan Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz dan Wakil Wali Kota Magelang M Mansyur, Dinsos mengerjakan program baru. Antara lain bantuan Rp 150.000 untuk 1.650 lansia. Kemudian bantuan  alat mandi dan susu  untuk anak-anak telantar, lansia dan difabel.

“Di era pak wali, jumlah tenaga pendamping Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) bertambah. Dulu hanya 17 orang di 17 kelurahan, sekarang punya 192 orang atau masing-masing RW ada satu orang pendamping atensi,” tuturnya.

Dinsos juga memberikan bantuan Rp  100.000 untuk 10.680 warga yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), namun belum tersentuh bantuan apapun. Kemudian penyaluran bantuan permakanan untuk warga MBR. Selain itu, pemerintah pusat memberikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai (BPNT) bagi 9.000 warganya.

Tahun ini pula, pihaknya membangun Rumah Singgah di belakang gedung percetakan Gravita—di Jalan Jenderal Sudirman (Trunan). Pembangunan Rumah Singgah itu dari bantuan provinsi (Banprov) Rp 1.500.000.

 

Wakil Wali Kota M Mansyur bersama menerima Anugerah Meritrokasi 2023.
Wakil Wali Kota M Mansyur bersama menerima Anugerah Meritrokasi 2023.

Sistem Meritokrasi Terbaik Nasional

Di lain sisi, Pemkot Magelang juga memperbaiki tata kelola pemerintahan yang bermuara pada meningkatnya kualitas pelayanan publik.

Di awal Desember ini, Pemkot Magelang menerima Anugerah Meritokrasi 2023 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Setidaknya ada dua kategori sekaligus yang diraih Kota Gethuk ini, yakni  Indeks Sistem Merit mencapai nilai 337,5 (sangat baik) dan Indeks Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dengan nilai 85 (baik).

Pemprov Jawa Tengah juga memberikan penghargaan kepada Kota Magelang sebagai pemerintah daerah di Jawa Tengah peraih nilai tertinggi untuk Indeks Sistem Merit. Penghargaan itu diberikan pada malam puncak Gubernur Jateng Award 2023. (prokompimkotamgl/ds/servis)

 

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#sembilan program unggulan #Wakil Wali Kota Magelang M Mansyur #wali kota dr Muchamad Nur Aziz #Pemkot Magelang #pengangguran terbuka #Rodanya Mas Bagia