Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Kelurahan Randugarut Kembangkan Bisnis Roti di Kawasan Industri

Agus AP • Senin, 6 Desember 2021 | 19:42 WIB
Warga RW 03 Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu bersama jajaran kelurahan, TNI dan Polri saat kerja bakti dan menanam pohon di pinggir jalan. (Istimewa)
Warga RW 03 Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu bersama jajaran kelurahan, TNI dan Polri saat kerja bakti dan menanam pohon di pinggir jalan. (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu menjadi saksi pertumbuhan kawasan Industri Wijayakusuma. Mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor industri. Bukan sekadar menjadi karyawan, namun juga menjadi penopang industri yang kini semakin pesat.

Warga sekitar turut membuka lahan baru di sektor bisnis. Umumnya jasa penyewaan rumah, dan kos mengiringi kemajuan kawasan industri. Namun demikian, di sini terdapat bisnis roti yang cukup ternama di pasar Kota Semarang.

Lurah Randugarut Murni mengatakan, tuntutan perusahaan untuk memenuhi konsumsi bagi puluhan ribu karyawan justru dilirik sebagai peluang oleh warga setempat. Hal ini kemudian melahirkan beberapa usaha skala rumahan yang berkreasi menciptakan varian rasa roti dan aneka jenis makanan ringan.

"Kawasan industri menyerap ribuan tenaga kerja. Warga yang tidak bekerja di sektor tersebut tergugah untuk menciptakan aneka snack dan jajanan," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, strategi mempromosikan produk yang digunakan selain memanfaatkan platform media sosial, dengan rutin mengikuti bazaar. "Menggunakan channel youtube untuk memfasilitasi promosi, kita juga kemarin mengikuti festival bazaar," ungkapnya

Selama pandemi Covid-19, Kelurahan Randugarut menjadi lumbung pangan melalui program CSR. Tak hanya itu, pendampingan terhadap anak usia sekolah dilakukan demi mencegah peningkatan kasus pergaulan bebas.

Tumbuhnya ekonomi di bidang industri, lantas di ikuti melejitnya bisnis roti yang semula merupakan produksi rumahan. Hal ini menjadi kunci "Moyasa Bakery" yang dirintis sejak 2016 lalu untuk bersaing di segmen cake and bakery Kota Lunpia.

Pemilik "Moyasa Bakery" Monica Ariani Santoso sebelumnya hanya melayani pesanan skala kecil. Setelah sempat terhenti, tepatnya 2020 lalu, kini ia sudah berhasil membawa bisnisnya bangkit kembali. "Karena kekurangan tenaga dan ada satu lain hal sempat berhenti produksi. Sejak 2020 melalui kreasi donat bomboloni bertahap mulai dikenal," kata Monica. (cr3/ton)

  Editor : Agus AP
#Kelurahan Randugarut