Ketua DPD Hipakad Jateng Agus Wijayanto mengatakan, nonton bareng film bersejarah tersebut diselenggarakan untuk mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami masa kelam. Yakni adanya pertumpahan darah atas gerakan dan serangan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terjadi tepat pada 30 September.
"Ini sebagai momentum refleksi peristiwa masa kelam. Karena banyak pemimpin yang dibantai oleh PKI," kata Agus usai nonton bareng yang diselenggarakan di Sekretariat Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Jateng, Jalan HOS Cokroaminoto, Semarang.
Menurutnya, dengan menonton film tersebut, bukan berarti larut dalam kesedihan. Sebagai pengingat generasi saat ini, Indonesia pernah memiliki sejarah kekejaman PKI. Sehingga dapat diambil pelajaran agar tidak ada gerakan tak berperikemanusiaan terjadi lagi ke depannya.
"Lebih jauh lagi, kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk lebih menghargai pengorbanan para pejuang, dan pahlawan dengan menjaga negara Indonesia sebaik-baiknya," ujarnya.
Nobar ini diikuti 35 orang perwakilan dari berbagai organisasi. Di antaranya Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI), Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBP3), Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD), Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). (ifa/sct/ida) Editor : Agus AP