Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Asrama Mahasiswa UIN Jadi Tempat Isolasi Terpusat

Agus AP • Rabu, 7 Juli 2021 | 18:18 WIB
UIN Walisongo Bershalawat bersama Habib Ali Zainal Abidin bin Segaf bin Abu Bakar Assegaf dan Majelis Azzahir dari Pekalongan di lapangan kampus III UIN Walisongo Jumat malam (30/9). (Istimewa)
UIN Walisongo Bershalawat bersama Habib Ali Zainal Abidin bin Segaf bin Abu Bakar Assegaf dan Majelis Azzahir dari Pekalongan di lapangan kampus III UIN Walisongo Jumat malam (30/9). (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sejak 29 Juni Mahad Jamiah UIN Walisongo dialihfungsikan sebagai asrama isolasi Covid-19. Saat ini 124 tempat tidur yang tersedia diisi 53 pasien. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi keterlibatan UIN Walisongo baik dalam penyediaan tempat isolasi maupun percepatan vaksinasi.

Saat berkunjung ke sentra vaksin UIN Walisongo (6/7/2021) kemarin, ia menyaksikan prosedur pelaksanaan vaksinasi yang terintegrasi. Selain itu, asrama isolasi terpusat sangat kondusif rutin memeriksa pasien. Setiap dua hari sekali tes swab antigen dilakukan untuk mengecek status kesehatan. Sebanyak 27 yang menunjukkan negatif diperbolehkan pulang kemarin.

“Ini bagus, saya ucapkan terimakasih dan apresiasi atas partisipasi UIN Walisongo. Tidak hanya ikut dalam program vaksinasi, tapi gedung-gedung kosong dimanfaatkan untuk isolasi terpusat,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya upaya isoolasi ini sangat membantu pasien bergejala ringan. Terlebih orang-orang yang tinggal di kosan, namun memerlukan pemantauan dan perawatan.

Lebih lanjut, ia meminta para wali kota atau bupati di Jateng untuk dapat berkoordinasi dengan perguruan tinggi di wilayahnya dan bersama menangani Covid-19 yang memuncak akhir-akhir ini. Dengan memanfaatkan gedung kampus, pemerintah bisa membuka isolasi terpusat ataupun sentra vaksin.

“Kalau mereka yang positif masuk ke tempat isolasi terpusat, maka tidak akan jadi klaster keluarga. Maka saya minta optimalisasi isolasi terpusat ini dilakukan serentak di Jateng,” katanya.

Dokter yang bertanggung jawab di asrama isolasi, Alex mengatakan upaya tersebut cukup efektif mengatasi rumah isolasi lain yang penuh. Meski cenderung memiliki gejala ringan, pasien tetap memerlukan pengawasan. “Kemarin ada 4 pasien yang harus diawasi karena saturasi oksigennya turun,” jelasnya.

Pihaknya menerima pasien yang mendaftar isolasi di puskesmas. Baik KTP Semarang maupun luar Semarang. Biasanya setelah sehari atau dua hari mendaftar, pasien akan menerima surat untuk datang ke rumah isolasi. Terakhir kali kemarin pihaknya menerima 27 pasien baru untuk isolasi di sana.

Untuk mendukung kinerja dan stamina tenaga kesehatan yang bertugas di asrama isolasi, Krisseptiana selaku Ketua Tim Penggerak PKK menyumbangkan buah-buahan dan jamu. “Kami support nakes supaya mereka tetap fit dan bisa melayani pasien di sini,” pungkasnya. (taf/ida)

  Editor : Agus AP
#UIN Walisongo