Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian wakil rakyat. Menunjukkan DPRD hadir untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang tengah terkena musibah puting beliung.
Pasca amukan angin kencang itu, Fahrudin langsung menyambangi Desa Karangsono untuk memastikan ketersediaan logistik, penanganan kesehatan dan mengecek kenyamanan tempat pengungsian warga. Utamanya yang ada di gedung TK dan Balai Desa Karangsono. “Kita berharap, musibah ini bisa kita atasi bersama-sama dengan cara saling membantu dan tolong menolong,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Maskuri menambahkan, selain menyerahkan bantuan, kedatangan pimpinan dewan juga untuk meninjau dampak puting beliung bagi masyarakat sekitar. “Kita harapkan, warga tetap bersabar dan selalu waspada dengan cuaca ekstrim seperti ini,” harapnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, puting beliung yang terjadi pada Rabu (24/2/2021) kemarin tidak hanya menerpa Desa Karangsono, Kecamatan Mranggen saja. Namun, juga menerjang Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen.
Di Desa Karangsono, angin memporakporandakan Dukuh Krajan RW 2. Ada 172 rumah dengan 199 kepala keluarga (KK) atau 615 jiwa terdampak. Sedangkan, di Dukuh Ploso RW 3, angin merusak 15 rumah yang berisikan 18 KK atau 57 jiwa. Di Desa Karangsono ada 187 unit rumah rusak dan satu rumah roboh. Lokasinya di RT 12 RW 2. Kemudian, lima unit toko juga rusak. Linggan atau tempat pembakaran batu bata rusak 14 unit. Di Desa Kuripan, enam rumah rusak berat. Jumlah pengungsi di TK Mekar sari 2 Karangsono ada 20 KK.
Kepala pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, kerugian dampak puting beliung masih dihitung. Yang pasti, warga sangat membutuhkan logistik. Seperti, susu, pempers dan pakaian bayi, selimut, bahan makanan, triplek, paku, kayu, asbes dan genteng. “Kita upayakan agar kebutuhan warga ini bisa dipenuhi. Termasuk melalui bantuan dapur umum,” tandasnya. (hib/zal) Editor : Agus AP