Upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia menemuai beberapa hambatan. Salah satu hambatannya adalah masih diperlukan peningkatan pemahaman tenaga kesehatan dari berbagi bidang disiplin ilmu mengenai penanggulangan HIV/AIDS. Dokter gigi merupakan salah satu tenaga kesehatan yang harus ditingkatkan pemahaman penanggulangan HIV/AIDS. Pemahaman ini diperlukan karena transmisi infeksi HIV dapat terjadi secara horizontal melalui prosedur perawatan gigi dan mulut.
Salah satu upaya meningkatkan upaya pemahaman tersebut Drg. Rochman Mujayanto, Sp.PM, dosen FKG UNISSULA dan anggota Perhimpunan Konselor VCT HIV/AIDS Indonesia, memberikan pelatihan Penatalaksanaan Kasus HIV/AIDS Pada Praktek Dokter Gigi. Pelatihan secara online diikuti 40 orang dokter gigi pada 21 Januari 2021. Pelatihan bekerja sama dengan PB PDGI dalam rangka HUT ke-71 PDGI. Pelatihan merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat implementasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pada pelatihan ini disampaikan materi tentang informasi dasar HIV, manifestasi rongga mulut infeksi oportunistik HIV, perawatan rongga mulut ODHIV, serta prosedur pencegahan pengendalian infeksi HIV di ruang praktek dokter gigi. Prosedur perawatan rongga mulut ODHIV sama dengan perawatan pasien umum lainnya, tidak diperlukan prosedur khusus pencegahan dan pengendalian infeksi. Penggunaan APD dan desinfektan untuk penanganan pasien selama masa pandemi yang direkomendasi PDGI, sangat bisa digunakan untuk pencegahan transmisi infeksi HIV. Hasil dari pelatihan ini juga diharapkan sudah tidak ada lagi stigma terhadap ODHIV. (tri/bis/bas) Editor : Agus AP