Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pandemi Tidak Kurangi Keguyuban Warga

Agus AP • Rabu, 4 November 2020 | 21:36 WIB
Wali Kota Pekalongan M Saelany Machfudz saat mengunjungi Kampung Tangguh Covid di Podosugih. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
Wali Kota Pekalongan M Saelany Machfudz saat mengunjungi Kampung Tangguh Covid di Podosugih. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Wali Kota Pekalongan M Saelany Machfudz mengajak warga gotong royong menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini diwujudkan dengan Kampung Tangguh Covid-19. "Adanya kampung tangguh, harapannya masyarakatnya berdaya dan mandiri menghadapi Covid-19," tutur Saelany Selasa (3/11/2020).

Harapannya ke depan di empat kecamatan, setiap kelurahan menjadi kampung tangguh. Setiap kampung dilengkapi fasilitas untuk mendukung antisipasi dan pencegahan penyebaran virus Korona. Seperti rumah isolasi di bawah pengawasan dokter dan tenaga kesehatan, dapur umum, tempat budidaya tanaman dan ikan, dan sebagainya. Untuk ketahanan pangan dipersiapkan pula luasan tanah yang diberdayakan masyarakat untuk bercocok tanam memenuhi kebutuhan dapur.

Salah satu kampung tangguh di Kota Pekalongan ada di Kecamatan Pekalongan Barat. Di wilayah ini baru ada dua kampung tangguh salah satunya yakni Kelurahan Podosugih. Camat Pekalongan Barat Muhammad Taufiqu Rochman menjelaskan, pihaknya menekankan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam aktivitasnya. Di Kampung Tangguh ini protokol kesehatan diterapkan mulai dari mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga akses keluar masuk masyarakat. Semua warga yang masuk ke kawasan ini akan dilihat dan didata, untuk antisipasi.

Terbukti belum lama ini ada kasus Covid-19 di Kelurahan Podosugih. Pasien Covid secara sadar melakukan isolasi mandiri. Dan warga bergotong royong untuk menyiapkan kebutuhan makanan dan sebagainya. "Adanya pandemi ini tak mengurangi masyarakat Podosugih untuk guyub," jelasnya. (han/ton/bas) Editor : Agus AP
#Berita Semarang