Dewan mengaku bersama kalangan Komisi E DPRD Jateng sudah bertemu langsung dengan Kepala Badan Penghubung Jateng di Jakarta. Pihaknya juga menyoroti soal acara bernuansa batik. Sekarang ini, batik bukan hanya sebagai busana tetapi sebagai ikon daerah. Untuk itu, batik terbaik di Indonesia hanya ada di Jateng karena keberagaman corak dan motif. “Kami mengharap batik-batik tiap kabupaten/kota di Jateng, dapat ditampilkan dalam event-event skala internasional. Dengan begitu bisa menjadi sarana mengundang investor yang ada di Jateng,” ujarnya.
Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mengharap semua event yang diselenggarakan oleh Badan Penghubung dapat tersusun dalam bentuk rencana kerja (renja) yang tertata. “Dengan begitu kalangan komisi E dapat membantu dalam penganggaran sehingga event besar dapat ter-cover dengan baik karena membawa muatan lokal khas Jateng,” tambahnya.
Kepala Badan Penghubung Jateng di Jakarta, Alamsyah mengatakan, tahun ini memang ada penurunan pendanaan tapi tidak menghambat dalam pengadaan acara budaya. Sedangkan dalam setiap event sudah dibuat duta seni yang mewakili tiap kabupaten/kota. Dalam segi pendanaan, untuk tahun ini ada penurunan pagu anggaran di tahun anggaran 2019 dengan nilai Rp 1.540.000.000 dan di 2020 turun menjadi 1.276.905.000, tapi tidak menghambat dalam membuat event-event mengangkat muatan lokal. “Saat ini, kami mempunyai duta seni tiap kabupaten/kota dengan tujuan memperkenalkan beragam budaya saat event-event skala nasional di Jakarta berlangsung,” tambahnya. (fth/ida) Editor : Agus AP