RADARSEMARANG.ID - Klub sepak bola Indonesia kini menghadapi peringatan serius terkait perilaku suporternya. Ketua Umum PSSI Erick Thohir membuka kemungkinan sanksi pengurangan poin bagi klub yang gagal menjaga pendukungnya agar tidak melakukan tindakan anarkis.
Wacana tersebut mendapat dukungan dari operator kompetisi I.League. Jika diterapkan melalui regulasi yang berlaku, sanksi ini berpotensi memengaruhi persaingan klasemen dan membuat tanggung jawab klub terhadap keamanan semakin penting.
Baca Juga: Persita vs Persija Hari Ini 17 Oktober 2026: Macan Kemayoran Incar Kemenangan Kelima Beruntun
Pernyataan tersebut disampaikan Erick menyusul sejumlah insiden kekerasan yang melibatkan rombongan tim dan suporter sepak bola Indonesia.
Erick menyatakan akan mendorong penerapan pengurangan poin bagi klub yang tidak mampu menjaga suporternya. Namun, ia juga menyebut perlunya kesepakatan dan langkah penanganan sebelum tindakan tegas dilakukan.
"Kita akan buka opsi pemgurangan poin terhadap klub yang suporternya bikin ulah" ungkap Erick
Perkembangan terbaru I.League menyatakan dukungan terhadap penguatan regulasi dan Komisi Disiplin bersama PSSI, termasuk kemungkinan sanksi yang lebih berat hingga pengurangan poin.
Dua insiden kekerasan menjadi perhatian PSSI
Pernyataan Erick muncul setelah dua insiden yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Insiden pertama adalah penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Insiden kedua adalah penyerangan terhadap rombongan suporter Persija Jakarta atau The Jakmania di Tol Palikanci, Cirebon, pada Senin, 12 Oktober 2026.
Kedua peristiwa tersebut memicu perhatian terhadap keamanan perjalanan tim dan suporter, terutama ketika rombongan harus melintasi jalur antarkota untuk mengikuti atau menghadiri pertandingan.
PSSI menilai tindakan kekerasan semacam itu tidak dapat dibiarkan karena menyangkut keselamatan pemain, ofisial, suporter, dan masyarakat umum.
Persaingan antarklub seharusnya berlangsung di lapangan. Rivalitas tidak boleh menjadi pembenaran untuk melakukan penyerangan, perusakan, atau tindakan yang membahayakan orang lain.
Baca Juga: Megawati Hangestri Hadapi V-League 2026/2027, Ini 3 Pekerjaan Rumah Hyundai Hillstate
I.League mendukung penguatan aturan disiplin
Operator kompetisi I.League menyatakan dukungan terhadap sikap tegas PSSI. Direktur Utama I.League Ferry Paulus menilai regulasi disiplin perlu diperkuat agar pelanggaran serius mendapatkan konsekuensi yang sepadan.
"Kita sangat mendukung sanksi ini, agar klub juga ikut bertanggung jawab terhadap suporternya".tutur Fery Paulus.
I.League juga menyoroti pentingnya evaluasi kepatuhan klub, mitigasi risiko pertandingan, koordinasi keamanan, serta pembinaan dan komunikasi dengan komunitas suporter.
Langkah tersebut diarahkan untuk mencegah kekerasan berulang sekaligus menjaga agar suporter tetap dapat mendukung tim kesayangannya secara aman.(sls)
Editor : Baskoro Septiadi