RADARSEMARANG.ID – Menjelang bentrok antara Persiku Kudus vs PSIS Semarang, dalam pekan ketiga Liga Championship 2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, minggu sore (27/9/26).
Kabar mengejutkan darang dari klub kebanggaan warga Kudus.
Persiku tiba-tiba melakukan pemecatan terhadap Presiden Klub, Bangun Bawono.
Bangun diberhentikan dari jabatannya setelah dinilai belum mampu memberikan kinerja sesuai harapan, di tengah kondisi finansial klub yang sedang menghadapi tekanan.
Baca Juga: Jelang Deby Jateng Lawan Persiku Kudus, Dua Pemain PSIS Semarang Malah Jalani Latihan Terpisah
Bangun Bawono sebelumnya ditunjuk sebagai Presiden Klub Persiku pada awal Agustus 2026. Namun, masa jabatannya berlangsung singkat.
Kurang lebih satu bulan setelah dipercaya memimpin klub, Persiku mengambil keputusan untuk mencopotnya dari posisi tersebut.
Kabar pemberhentian Bangun Bawono tersebut disampaikan di tengah situasi Persiku yang disebut mengalami krisis keuangan.
Klub disebut menghadapi kesulitan mendapatkan sponsor untuk menjalani kompetisi musim 2026/2027.
Kondisi tersebut membuat persoalan Persiku bukan hanya berada di dalam lapangan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan operasional klub.
Persiku Jadi Tim Musafir
Persoalan finansial Persiku semakin kompleks karena musim ini Laskar Macan Muria harus menjalani pertandingan kandang sebagai tim musafir.
Persiku menggunakan Stadion Sultan Agung, Bantul, sebagai markas pertandingan pada musim ini.
Situasi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi klub karena tidak dapat memainkan pertandingan kandang di Kudus.
Di tengah kondisi tersebut, manajemen Persiku harus mencari solusi agar kebutuhan klub, mulai dari operasional tim hingga pembiayaan kompetisi, tetap dapat berjalan.
Pelatih Persiku, Kahudi Wahyu, juga harus menghadapi situasi yang tidak mudah.
Persoalan di luar lapangan berpotensi menjadi tantangan tambahan bagi tim yang sedang berjuang mendapatkan hasil positif di Pegadaian Championship 2026/2027.
Baca Juga: PSIS Semarang Siap Hadapi Persiku Kudus, Widodo C Putro Targetkan Poin Penuh
Baru Dua Pertandingan, Persiku Sudah Menghadapi Tekanan
Persiku mengawali kompetisi musim ini dengan hasil yang belum sesuai harapan.
Pada pertandingan pertama, Persiku bermain imbang 1-1 melawan Adhyaksa FC. Setelah itu, Laskar Macan Muria harus menerima kekalahan telak 0-6 dari PSMS Medan.
Kekalahan tersebut membuat Persiku kebobolan tujuh gol hanya dalam dua pertandingan.
Situasi itu kemudian menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kahudi Wahyu bersama para pemain.
Perbaikan performa di lapangan menjadi penting, terlebih Persiku harus menjalani kompetisi dalam kondisi klub yang juga sedang menghadapi persoalan finansial. (sls)