RADARSEMARANG.ID – Persiku Kudus tidak hanya mengandalkan pemain lokal untuk menghadapi persaingan Pegadaian Championship 2026/2027. Laskar Macan Muria juga mendatangkan tiga pemain asing yang diproyeksikan menambah kekuatan di tiga sektor berbeda.
Ketiga pemain tersebut adalah Willian Correia asal Brasil, Vitor Barata dari Portugal, serta Ivan Veras yang berkewarganegaraan Belarusia. Ketiganya memiliki pengalaman bermain di kompetisi Indonesia sehingga tidak sepenuhnya asing dengan atmosfer sepak bola tanah air.
Kehadiran tiga legiun asing ini menjadi bagian dari upaya Persiku membangun skuad yang lebih kompetitif di Championship 2026/2027. Berikut profil singkat ketiganya.
1. Willian Correia, Tembok Baru dari Brasil
Willian Correia Silva menjadi pemain asing yang diplot untuk memperkuat lini pertahanan Persiku. Bek tengah asal Brasil tersebut berusia 28 tahun dan sebelumnya memiliki pengalaman bermain di sepak bola Indonesia.
Sebelum bergabung dengan Persiku, Willian pernah memperkuat Kalteng Putra dan RANS Nusantara FC. Pengalaman tersebut membuatnya sudah mengenal karakter kompetisi Indonesia sekaligus menjadi modal untuk cepat beradaptasi dengan permainan Persiku.
Kehadiran Willian diharapkan membuat lini belakang Persiku semakin solid. Apalagi, pelatih Kahudi Wahyu Widodo sudah menyiapkannya untuk berduet dengan Nurhidayat di jantung pertahanan.
Pada laga menghadapi PSMS Medan, Willian bahkan diproyeksikan masuk starting eleven menggantikan Aldo Claudio. Ia kemudian menjalani debut bersama Persiku pada pertandingan tersebut.
Dengan postur dan pengalaman yang dimiliki, Willian menjadi salah satu pemain yang menarik diperhatikan ketika Persiku menghadapi tim-tim dengan lini depan agresif.
2. Vitor Barata, Kreator Serangan dari Portugal
Berbeda dengan Willian yang beroperasi di lini belakang, Vitor Barata diproyeksikan menjadi salah satu penggerak permainan Persiku dari lini tengah.
Pemain asal Portugal berusia 30 tahun ini memiliki pengalaman bermain di Indonesia. Sebelum bergabung dengan Persiku, Vitor memperkuat PSMS Medan pada musim 2025/2026.
Bersama PSMS, Vitor mencatatkan 11 penampilan dan menyumbangkan tiga gol. Ia juga sempat melanjutkan karier ke India bersama Gokulam Kerala FC sebelum kemudian bergabung dengan Persiku.
Kahudi Wahyu menginginkan Vitor menjadi bagian dari skema permainan Persiku. Kemampuan bermain di sektor tengah membuatnya diharapkan mampu memberikan variasi dalam membangun serangan sekaligus membuka ruang bagi para pemain depan.
Namun, Vitor masih harus menunggu proses administrasi sebelum dapat tampil di pertandingan resmi. Saat Persiku menghadapi PSMS Medan, ia belum bisa dimainkan karena proses tersebut belum tuntas.
Jika sudah mendapatkan kesempatan bermain, menarik melihat bagaimana Vitor menerjemahkan pengalaman bermainnya untuk membantu permainan Persiku.
Baca Juga: Persiku Kudus Tertekan, PSIS Semarang Punya Peluang Curi Poin di Laga Ketiga Championship
3. Ivan Veras, Ujung Tombak dari Belarusia
Nama Ivan Veras menjadi salah satu pemain yang menarik perhatian karena Persiku membutuhkan tambahan daya gedor di lini depan.
Striker asal Belarusia tersebut berusia 29 tahun. Sebelum bergabung dengan Persiku, Ivan pernah memperkuat RANS Nusantara FC pada musim 2024/2025.
Saat berseragam RANS Nusantara FC, Ivan mencatatkan delapan penampilan dan mencetak dua gol. Kini, ia mendapatkan tantangan baru bersama Persiku untuk menjadi salah satu tumpuan di lini depan.
Ivan sempat masuk dalam daftar pemain yang disiapkan Persiku untuk menghadapi PSMS Medan. Kahudi menyebut sang striker membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tim sebelum benar-benar mendapatkan peran sebagai ujung tombak.
Ivan akhirnya masuk pada babak kedua pertandingan melawan PSMS. Namun, ketika itu Persiku sudah tertinggal jauh dan pertandingan berakhir dengan kekalahan 0-6.
Kehadiran Willian Correia, Vitor Barata, dan Ivan Veras memberikan variasi tersendiri bagi skuad Persiku. Ketiganya datang dari tiga negara berbeda dan memiliki tugas di sektor yang berbeda pula.
Willian menjadi opsi di lini belakang, Vitor diproyeksikan membantu sektor tengah, sedangkan Ivan menjadi tambahan kekuatan untuk lini depan. Komposisi tersebut membuat Persiku memiliki alternatif pemain asing di setiap lini utama.
Persiku tentu berharap ketiganya tidak hanya menjadi pelengkap skuad. Pengalaman bermain di Indonesia yang dimiliki ketiganya diharapkan bisa membantu proses adaptasi sekaligus memberikan kontribusi nyata sepanjang Championship 2026/2027.
Apalagi, perjalanan Persiku musim ini masih panjang. Setelah menghadapi dua pertandingan awal, tantangan berikutnya semakin berat. Konsistensi tiga pemain asing tersebut bisa menjadi salah satu bagian penting dari upaya Laskar Macan Muria memperbaiki performa di kompetisi musim ini.
Editor : Baskoro Septiadi