RADARSEMARANG.ID – PSM Makassar terus menjadi sorotan pada bursa transfer menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027. Meski sejumlah klub peserta Liga Indonesia mulai memperkenalkan pemain asing anyar mereka, tim berjuluk Juku Eja hingga kini masih belum mengumumkan satu pun rekrutan asing secara resmi. Kondisi tersebut justru memunculkan berbagai spekulasi di kalangan suporter yang menantikan kejutan dari manajemen klub.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah nama pemain asing telah dikaitkan dengan PSM Makassar. Rumor yang beredar semakin ramai diperbincangkan di media sosial maupun forum pendukung Juku Eja.
Terbaru, muncul nama gelandang asal Belanda, Navarone Foor, yang kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk memperkuat skuad PSM pada musim mendatang.
Pasalnya, selain memiliki pengalaman panjang bermain di kompetisi Eropa, Navarone Foor juga diketahui memiliki darah keturunan Indonesia. Bahkan, garis keturunannya berasal dari Sulawesi Selatan, wilayah yang juga menjadi rumah bagi PSM Makassar.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Navarone Foor dikabarkan akan segera tiba di Makassar untuk bergabung bersama skuad Juku Eja.
Pengalaman panjangnya bermain di kompetisi Eropa menjadi modal penting bagi tim yang tengah bersiap menghadapi persaingan musim baru.
Navarone Foor dikenal sebagai pemain yang beroperasi di lini tengah dengan posisi utama sebagai gelandang serang atau attacking midfielder. Kemampuannya dalam mengatur tempo permainan, memberikan umpan-umpan kreatif, serta membantu proses penyerangan menjadi salah satu keunggulan yang dimilikinya.
Tak hanya piawai sebagai gelandang serang, pemain berusia 34 tahun tersebut juga dikenal sebagai sosok yang fleksibel.
Ia mampu dimainkan di beberapa posisi berbeda sesuai kebutuhan tim. Selain sebagai gelandang serang, Navarone Foor juga dapat mengisi posisi gelandang tengah, sayap kanan, bahkan penyerang jika diperlukan.
Kemampuan bermain di berbagai posisi tentu menjadi nilai tambah tersendiri. Dalam sepak bola modern, pemain serbabisa sangat dibutuhkan karena mampu memberikan banyak pilihan taktik bagi pelatih selama pertandingan berlangsung.
Nama Navarone Foor juga dikaitkan dengan PSM Makassar karena adanya sosok pelatih Darije Kalezic. Pelatih anyar PSM tersebut diketahui memiliki pengalaman panjang berkarier di Belanda sehingga dianggap cukup mengenal karakter dan kualitas para pemain yang berkembang di negara tersebut.
Selama bertahun-tahun melatih di Belanda, Darije Kalezic diyakini memahami kemampuan Navarone Foor. Hal itulah yang membuat rumor kedatangan sang gelandang semakin banyak dipercaya oleh para pendukung PSM Makassar.
Jika benar menjadi bagian dari skuad Juku Eja, Navarone Foor diperkirakan akan menjadi salah satu pemain yang mendapat peran penting dalam skema permainan Darije Kalezic.
Pengalamannya menghadapi kompetisi dengan level tinggi di Eropa diharapkan mampu membantu meningkatkan performa tim secara keseluruhan.
Karier profesional Navarone Foor sendiri cukup panjang. Ia merupakan pemain yang telah malang melintang di kompetisi sepak bola Belanda dengan memperkuat sejumlah klub besar.
Beberapa klub yang pernah dibelanya antara lain NEC Nijmegen, Vitesse Arnhem, hingga beberapa klub di luar Belanda seperti tim dari Siprus dan Turki. Pengalaman bermain di berbagai negara membuatnya memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik terhadap berbagai gaya permainan.
Sepanjang kariernya, Navarone Foor dikenal sebagai gelandang yang memiliki visi bermain bagus. Ia mampu menghubungkan lini tengah dengan lini depan melalui distribusi bola yang akurat serta kreativitas dalam membangun serangan.
Secara statistik, Navarone Foor terakhir berstatus tanpa klub setelah sebelumnya memperkuat VVV-Venlo di Belanda. Meski sudah tidak lagi berusia muda, kontribusinya di klub terakhir masih tergolong cukup baik.
Berdasarkan data statistik, Navarone Foor tampil dalam 50 pertandingan bersama VVV-Venlo. Dari jumlah tersebut, ia berhasil menyumbangkan empat gol dan sembilan assist. Catatan tersebut menunjukkan bahwa dirinya masih mampu memberikan kontribusi nyata dalam proses penyerangan tim.
Jumlah assist yang cukup banyak menjadi salah satu indikator kemampuan Navarone Foor dalam menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Sebagai seorang gelandang serang, kreativitas seperti itu tentu menjadi aspek penting yang dapat dimanfaatkan oleh PSM Makassar apabila transfer ini benar-benar terwujud.
Selain statistik individu, pengalaman panjang bermain di kasta tertinggi sepak bola Belanda juga menjadi modal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kompetisi Eredivisie dikenal memiliki tempo permainan cepat serta kualitas teknis yang tinggi sehingga pemain yang mampu bertahan di sana umumnya memiliki kemampuan yang mumpuni.
Hal menarik lainnya dari sosok Navarone Foor adalah latar belakang keluarganya. Ia diketahui merupakan pemain kelahiran Belanda yang memiliki darah keturunan Indonesia dari garis keluarganya.
Informasi mengenai silsilah keluarganya pun cukup menarik perhatian publik Indonesia, khususnya masyarakat Sulawesi Selatan. Disebutkan bahwa nenek Navarone Foor berasal dari Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Sementara itu, kakeknya diketahui berasal dari Kepulauan Kei di Maluku Tenggara. Tak hanya itu, sang ibu juga memiliki darah keturunan Indonesia yang berasal dari Pulau Seram, Maluku.
Fakta tersebut membuat banyak suporter PSM Makassar merasa memiliki kedekatan emosional dengan sang pemain. Apalagi jika benar bergabung dengan Juku Eja, Navarone Foor akan membela klub yang berasal dari daerah leluhur keluarganya.
Kehadiran pemain berdarah Indonesia yang berkarier di Eropa memang selalu menjadi perhatian tersendiri bagi pencinta sepak bola nasional. Selain membawa pengalaman internasional, mereka juga dinilai memiliki kualitas yang dapat meningkatkan daya saing klub di kompetisi domestik.
Bagi PSM Makassar, perekrutan pemain asing berpengalaman tentu menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kekuatan tim menghadapi musim 2026/2027. Persaingan yang semakin ketat membuat setiap klub harus cermat memilih pemain yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi