Baru Setahun di Liga 2, Kendal Tornado FC Bangun Stadion 10 Ribu Penonton Dekat Exit Tol Kendal

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:25 WIB
Owner Kendal Tornado FC, Junianto
Owner Kendal Tornado FC, Junianto

 

RADARSEMARANG.ID – Kendal Tornado FC mulai menatap masa depan dengan langkah besar melalui rencana pembangunan stadion berkapasitas sekitar 10 ribu penonton di kawasan strategis dekat exit Tol Kendal, Kecamatan Pegandon.

Proyek ini menjadi bagian dari visi jangka panjang klub yang baru sekitar satu tahun berkompetisi di Liga 2, yang kini berganti nama menjadi Championship. Tidak hanya berfungsi sebagai kandang tim, stadion tersebut juga dirancang sebagai kawasan olahraga modern yang terintegrasi dengan hotel, akses langsung menuju jalan tol, serta fasilitas pendukung lainnya.

Langkah ambisius tersebut menjadi sinyal bahwa Kendal Tornado FC tidak ingin sekadar menjadi peserta kompetisi, melainkan membangun fondasi kuat agar mampu berkembang menjadi klub profesional yang memiliki daya saing tinggi di masa depan. Infrastruktur menjadi prioritas utama sebelum mengejar prestasi di atas lapangan.

Pembangunan stadion ini berjalan beriringan dengan pengembangan Charlie Training Center yang lebih dahulu dipersiapkan sebagai pusat latihan tim.

Kehadiran dua fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih profesional, mulai dari pembinaan pemain muda, pengembangan tim utama, hingga penyelenggaraan pertandingan dengan standar yang lebih baik.

Baca Juga: Java United Resmi Jadi Identitas Baru Malut United, Pindah ke Semarang untuk Super League 2026/2027

Keberadaan stadion baru juga diyakini akan memberikan dampak positif bagi Kabupaten Kendal. Selain menjadi pusat aktivitas olahraga, kawasan tersebut diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, perdagangan, hingga usaha mikro yang berkembang di sekitar lokasi stadion.

Lokasi yang berada di dekat gerbang Tol Kendal dipilih bukan tanpa alasan. Akses transportasi yang mudah akan memudahkan suporter, tamu, maupun masyarakat dari luar daerah untuk datang menyaksikan pertandingan maupun berbagai kegiatan olahraga lainnya.

Dengan konsep terintegrasi, stadion ini dipersiapkan menjadi kawasan yang hidup sepanjang tahun. Tidak hanya dipakai ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga, hiburan, hingga kegiatan masyarakat yang mampu menggerakkan perekonomian lokal.

Owner Kendal Tornado FC, Junianto, menegaskan bahwa pembangunan stadion bukan sekadar menghadirkan fasilitas olahraga baru, melainkan menjadi investasi jangka panjang bagi daerah dan dunia sepak bola Indonesia.

Menurut pria yang akrab disapa Anto tersebut, keberadaan stadion diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola sekaligus membuka peluang lahirnya bibit-bibit pemain berkualitas dari Kabupaten Kendal.

"Harapan kami, dengan adanya stadion ini Kendal semakin maju, semakin berkembang, dan anak-anak Kendal semakin mencintai sepak bola," ujar sosok yang akrab disapa Anto tersebut.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa proyek stadion memiliki tujuan yang lebih luas dibanding sekadar menyediakan tempat pertandingan bagi Kendal Tornado FC. Klub berharap fasilitas modern dapat menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus kebanggaan masyarakat Kendal.

Sebagai bagian dari proses pembangunan, manajemen Kendal Tornado FC juga membuka sayembara desain stadion. Langkah ini dilakukan agar rancangan stadion benar-benar menghadirkan konsep modern, fungsional, sekaligus menjadi ikon baru Kabupaten Kendal.

Sayembara tersebut menawarkan hadiah senilai Rp50 juta bagi pemenang. Menariknya, pemenang juga memperoleh kesempatan bergabung sebagai pegawai Wahyu Agung Group, sehingga kompetisi desain tersebut diperkirakan akan menarik minat banyak arsitek muda maupun profesional dari berbagai daerah.

Tidak hanya membangun stadion, Kendal Tornado FC juga berupaya membangun budaya sepak bola profesional. Klub menyadari bahwa kemajuan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain maupun pelatih, tetapi juga sangat bergantung pada fasilitas pendukung yang dimiliki.

Baca Juga: Update Transfer Liga 2 2026/2027, Kodai Nagashima Asal Jepang Dikabarkan Gabung Barito Putera

Karena itu, pembangunan Charlie Training Center dan stadion baru diposisikan sebagai pondasi utama agar proses latihan, pembinaan usia muda, hingga pengembangan akademi berjalan lebih maksimal.

Menurut Anto, klub-klub profesional di negara-negara Asia telah membuktikan bahwa kepemilikan stadion sendiri menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kemandirian klub.

Ia mencontohkan sejumlah klub di Thailand dan Malaysia yang kini berkembang pesat karena memiliki fasilitas olahraga lengkap, mulai dari stadion hingga pusat latihan modern.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah besar. Antusiasme masyarakat terhadap sepak bola bahkan menjadi salah satu yang terbesar di Asia. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai agar perkembangan sepak bola nasional semakin cepat.

"Kami ingin sepak bola Indonesia terus berkembang dan tidak kalah dengan negara-negara lain di Asia. Di Thailand maupun Malaysia, banyak klub yang sudah memiliki stadion sendiri. Mudah-mudahan langkah ini juga dapat memotivasi klub-klub lain untuk membangun stadion," katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan stadion Kendal Tornado FC diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi satu klub saja, tetapi juga menjadi inspirasi bagi klub-klub lain untuk mulai membangun fasilitas secara mandiri.

Meski demikian, Anto tetap memberikan apresiasi kepada pemerintah yang selama ini telah menyediakan berbagai stadion untuk mendukung kompetisi sepak bola nasional.

Namun, menurutnya, jumlah stadion yang tersedia masih perlu terus ditambah mengingat besarnya populasi Indonesia serta tingginya minat masyarakat terhadap olahraga paling populer di dunia tersebut.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Persija Incar Nemanja Radonjic, Kualitas Diakui tetapi Catatan Disiplinnya Bikin Penasaran

Dengan semakin banyak klub yang memiliki stadion sendiri, beban penggunaan stadion pemerintah juga dapat berkurang. Selain itu, klub akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengembangkan bisnis olahraga, meningkatkan pelayanan kepada suporter, hingga menggelar berbagai kegiatan nonpertandingan yang mampu menghasilkan pemasukan tambahan.

Model pengelolaan seperti itu telah lama diterapkan oleh banyak klub profesional di Eropa maupun Asia. Stadion tidak hanya difungsikan sebagai tempat bermain sepak bola, tetapi juga menjadi pusat bisnis yang mampu memberikan pemasukan sepanjang tahun.

Konsep serupa tampaknya ingin diterapkan oleh Kendal Tornado FC melalui pembangunan stadion yang terintegrasi dengan hotel dan kawasan komersial pendukung.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan industri olahraga modern yang kini semakin mengandalkan diversifikasi pendapatan agar klub mampu berkembang secara berkelanjutan.

Sebagai klub yang baru berusia sekitar satu tahun di kompetisi Championship, Kendal Tornado FC menyadari bahwa perjalanan menuju papan atas sepak bola Indonesia masih sangat panjang.

Karena itu, manajemen memilih untuk tidak terburu-buru mengejar prestasi instan. Fokus utama saat ini adalah membangun fondasi yang kokoh agar klub memiliki sistem pembinaan, fasilitas, dan manajemen yang kuat dalam jangka panjang.

Charlie Training Center menjadi awal dari proses tersebut. Selanjutnya, stadion berkapasitas sekitar 10 ribu penonton diproyeksikan menjadi simbol keseriusan klub dalam membangun masa depan sepak bola Kendal.

Baca Juga: Update Transfer Liga 2 2026/2027, Rumor Carlos Fortes Gabung Semen Padang Mencuat, Begini Jejak Sang Striker

Keberadaan stadion juga diharapkan mampu meningkatkan semangat masyarakat untuk mendukung tim kebanggaan daerah secara langsung dari tribun.

Semakin tingginya keterlibatan masyarakat akan menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih hidup sekaligus memperkuat identitas Kendal Tornado FC sebagai representasi Kabupaten Kendal di kancah sepak bola nasional.

Apabila seluruh rencana pembangunan berjalan sesuai target, Kendal berpeluang memiliki salah satu kawasan olahraga modern yang mampu menjadi pusat aktivitas sepak bola di Jawa Tengah.

Tidak hanya menjadi rumah bagi Kendal Tornado FC, stadion tersebut juga berpotensi digunakan untuk berbagai agenda olahraga nasional, pertandingan persahabatan, hingga kegiatan masyarakat berskala besar.

Dengan visi pembangunan yang terukur dan berorientasi jangka panjang, Kendal Tornado FC menunjukkan bahwa membangun klub profesional tidak hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana menciptakan fondasi yang mampu menopang prestasi selama bertahun-tahun.

Sebagaimana ditegaskan Anto, pembangunan infrastruktur menjadi investasi yang akan menentukan masa depan klub sekaligus perkembangan sepak bola Indonesia.

"Kami memahami bahwa membangun prestasi tidak bisa instan. Karena itu, kami ingin meletakkan dasar-dasar yang kuat, mulai dari pembangunan training center hingga stadion. Infrastruktur merupakan elemen penting yang nantinya akan mendukung peningkatan prestasi sepak bola," pungkasnya.(dka)

 

Editor : Baskoro Septiadi
stadion Kendal Tornado FC pembangunan stadion Kendal Tornado FC Kendal Tornado FC Liga 2 Kendal Tornado FC Stadion Baru Kendal