RADARSEMARANG.ID – Persija Jakarta kembali menjadi sorotan bursa transfer menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Kali ini, Macan Kemayoran dikaitkan dengan winger asal Serbia, Nemanja Radonjic, pemain yang pernah memperkuat sejumlah klub elite Eropa seperti AS Roma, Benfica, Olympique Marseille, Hertha Berlin, Torino, hingga Red Star Belgrade.
Kabar tersebut langsung memancing perhatian publik karena Radonjic dikenal sebagai pemain dengan kemampuan individu di atas rata-rata, tetapi juga memiliki reputasi kurang baik dalam urusan kedisiplinan. Kondisi tersebut membuat peluang transfernya ke Persija Jakarta menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter sepak bola Indonesia.
Nama Nemanja Radonjic memang bukan sosok asing di sepak bola Eropa. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya melakukan duel satu lawan satu membuatnya pernah digadang-gadang sebagai salah satu talenta terbaik Serbia.
Namun, perjalanan kariernya juga diwarnai berbagai persoalan nonteknis yang disebut menjadi penghambat berkembangnya potensi besar yang dimilikinya.
Perbincangan mengenai karakter Radonjic kembali mencuat setelah akun X yang membahas sepak bola Serbia, @blazen_tije, mengungkap pengalaman sang pemain selama memperkuat Red Star Belgrade.
Menurut akun tersebut, kualitas Radonjic memang tidak perlu diragukan, tetapi persoalan disiplin menjadi catatan yang terus mengikuti perjalanan kariernya.
"Ya, dia adalah satu di antara pemain Red Star yang paling bermasalah dalam hal kedisiplinan. Dia mengalami masalah serupa di hampir setiap klub yang pernah dibelanya. Dia benar-benar nyeleneh, tetapi kualitasnya memang berada di level sepak bola tertinggi," tulis akun @blazen_tije, Selasa (4/8/2026).
Pernyataan tersebut tentu menjadi perhatian bagi Persija Jakarta apabila benar-benar serius ingin mendatangkan pemain berusia 30 tahun tersebut. Sebab, selain membutuhkan pemain berkualitas, sebuah klub juga memerlukan sosok yang mampu menjaga profesionalisme di dalam maupun luar lapangan.
Persija saat ini sedang membangun skuad yang kompetitif di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong. Kehadiran pemain asing dengan pengalaman Eropa tentu bisa meningkatkan kualitas permainan tim. Namun, apabila isu kedisiplinan kembali muncul, bukan tidak mungkin hal itu justru mengganggu keharmonisan ruang ganti dan memengaruhi performa tim sepanjang musim.
Meski demikian, peluang Persija merekrut Radonjic terbilang cukup besar. Saat ini, pemain kelahiran Nis, Serbia, tersebut berstatus tanpa klub sehingga bisa direkrut tanpa biaya transfer. Status bebas transfer menjadi keuntungan tersendiri karena klub tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan jasanya.
Faktor lain yang disebut dapat memperlancar proses negosiasi adalah kesamaan agen pemain antara Nemanja Radonjic dengan bek asing Persija Jakarta, Radovan Pankov. Keduanya berada di bawah naungan agen Gersh. Hubungan tersebut diyakini bisa mempermudah komunikasi apabila Persija benar-benar mengajukan penawaran resmi.
Jika transfer itu benar-benar terwujud, Radonjic berpotensi menjadi salah satu pemain dengan pengalaman paling mentereng yang pernah tampil di Liga Indonesia. Selama berkarier di Eropa, ia telah merasakan atmosfer kompetisi bergengsi seperti Liga Champions, Liga Europa, Ligue 1 Prancis, Serie A Italia, Bundesliga Jerman, hingga Primeira Liga Portugal.
Karier profesional Nemanja Radonjic dimulai setelah menimba ilmu di akademi Partizan Belgrade. Bakatnya kemudian menarik perhatian AS Roma yang memboyongnya ke Italia untuk memperkuat tim junior. Meski gagal menembus skuad utama Giallorossi, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam perkembangan kariernya.
Namanya mulai benar-benar dikenal ketika memperkuat Red Star Belgrade. Bersama klub raksasa Serbia itu, Radonjic tampil impresif sebagai winger dengan kecepatan tinggi dan kemampuan menusuk dari sisi lapangan. Penampilan konsisten di kompetisi domestik maupun ajang Eropa membuat Olympique Marseille merekrutnya pada musim panas 2018.
Bersama Marseille, Radonjic merasakan atmosfer persaingan Ligue 1 dan tampil di berbagai kompetisi elite Eropa. Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, ia tetap menunjukkan kualitas sebagai pemain sayap yang mampu memberikan ancaman melalui akselerasi dan kemampuan menggiring bola.
Setelah meninggalkan Marseille, karier Radonjic berlanjut ke sejumlah klub melalui transfer maupun masa peminjaman. Ia sempat membela Hertha Berlin di Bundesliga, Benfica di Portugal, Torino di Serie A, Mallorca di La Liga, hingga akhirnya kembali ke Red Star Belgrade.
Di level internasional, Radonjic juga memiliki pengalaman membela Tim Nasional Serbia. Ia menjadi bagian dari skuad Serbia pada Piala Dunia 2022 di Qatar dan beberapa kali tampil dalam ajang UEFA Nations League maupun babak kualifikasi turnamen internasional.
Secara karakter bermain, Radonjic merupakan winger kiri yang juga mampu dimainkan di sisi kanan. Kecepatan menjadi senjata utamanya. Ia dikenal memiliki akselerasi eksplosif, kemampuan melewati lawan dalam situasi satu lawan satu, serta tendangan keras menggunakan kaki kanan.
Fleksibilitas tersebut membuatnya bisa diterapkan dalam berbagai skema permainan, baik sebagai winger tradisional maupun penyerang sayap yang bergerak masuk ke kotak penalti.
Apabila bergabung dengan Persija Jakarta, Radonjic berpotensi menjadi tambahan kekuatan signifikan di lini serang. Pengalaman bermain menghadapi klub-klub elite Eropa tentu menjadi nilai tambah yang sulit dimiliki pemain lain di kompetisi domestik.
Namun demikian, manajemen Persija juga perlu mempertimbangkan faktor adaptasi. Bermain di Indonesia tentu berbeda dengan atmosfer kompetisi Eropa. Selain perbedaan iklim, intensitas pertandingan, budaya sepak bola, hingga karakter permainan juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemain asing yang baru pertama kali merasakan kompetisi Asia Tenggara.
Dari sisi statistik, perjalanan karier Nemanja Radonjic menunjukkan kontribusi yang cukup konsisten sebagai pemain sayap. Bersama Red Star Belgrade, ia tampil dalam 94 pertandingan , mencetak 23 gol dan 13 assist , dengan total 4.776 menit bermain , serta menerima 6 kartu kuning .
Catatan tersebut menjadi periode terbaik dalam kariernya karena berhasil menunjukkan produktivitas tinggi di kompetisi domestik maupun Eropa.
Saat memperkuat Olympique Marseille, Radonjic memainkan 63 pertandingan , menghasilkan 8 gol dan 3 assist dari 2.507 menit bermain , serta mengoleksi 8 kartu kuning . Meski tidak selalu menjadi starter, ia tetap memberikan kontribusi penting sebagai pemain rotasi.
Bersama Torino di Serie A Italia, ia mencatat 41 pertandingan , mencetak 7 gol dan 4 assist dalam 2.054 menit bermain , serta menerima 3 kartu kuning . Statistik tersebut memperlihatkan kemampuannya tetap produktif di salah satu liga paling kompetitif di Eropa.
Saat membela FK Cukaricki, Radonjic tampil dalam 31 pertandingan dengan torehan 4 gol dan 7 assist dari 1.191 menit bermain , disertai 4 kartu kuning .
Ketika berseragam RCD Mallorca di La Liga Spanyol, ia memperoleh kesempatan bermain dalam 14 pertandingan dengan total 424 menit , namun belum mampu mencetak gol maupun assist. Selama periode tersebut, ia menerima 1 kartu kuning .
Di Bundesliga bersama Hertha BSC, Radonjic mencatat 12 pertandingan , menghasilkan 1 gol dan 2 assist dalam 608 menit bermain , serta memperoleh 1 kartu kuning . Saat memperkuat Benfica di Portugal, ia tampil 11 kali , mencetak 1 gol dalam 325 menit bermain , dengan koleksi 3 kartu kuning .
Sementara ketika masih membela AS Roma U-19, Radonjic memainkan 3 pertandingan dan berhasil mencetak 1 gol dari 186 menit bermain .
Jika seluruh statistik klub tersebut digabungkan, Nemanja Radonjic telah membukukan 269 pertandingan , mencetak 45 gol , menghasilkan 29 assist , menerima 26 kartu kuning , serta mengoleksi sekitar 12.071 menit bermain sepanjang kariernya di level klub. Angka tersebut menunjukkan bahwa ia merupakan pemain yang cukup berpengalaman dengan jam terbang tinggi di berbagai kompetisi Eropa.
Secara profil, Nemanja Radonjic lahir di Nis, Serbia, pada 15 Februari 1996. Ia memiliki tinggi badan 1,82 meter, berkewarganegaraan Serbia, berposisi sebagai penyerang sayap kiri, menggunakan kaki kanan sebagai kaki dominan, berada di bawah naungan agen Gersh, dan saat ini berstatus tanpa klub.
Kini keputusan berada di tangan Persija Jakarta. Di satu sisi, Macan Kemayoran berpeluang mendapatkan pemain berpengalaman Eropa secara gratis karena status bebas transfer. Di sisi lain, rekam jejak kedisiplinan Radonjic menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Apabila mampu menjaga profesionalisme dan beradaptasi dengan baik, kehadirannya bisa menjadi salah satu transfer paling menarik di Super League 2026/2027. Sebaliknya, jika persoalan lama kembali terulang, Persija berpotensi menghadapi tantangan besar di luar aspek teknis pertandingan.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi