RADARSEMARANG.ID – Transfer Mariano Peralta akhirnya resmi berlabuh di Persib Bandung setelah menjadi salah satu saga perpindahan pemain paling menyita perhatian jelang bergulirnya musim 2026/2027.
Winger asal Argentina tersebut memilih bergabung dengan Maung Bandung meski disebut menerima nilai kontrak yang lebih rendah dibandingkan tawaran dari klub lain.
Keputusan itu menjadi bukti bahwa faktor proyek tim, ambisi meraih prestasi, dan peluang tampil di level tertinggi menjadi pertimbangan utama dibanding sekadar besaran gaji.
Nama Mariano Peralta memang menjadi komoditas paling panas di bursa transfer sepak bola Indonesia setelah tampil luar biasa bersama Borneo FC pada musim 2025/2026.
Penampilannya yang konsisten membuat banyak klub besar memburunya. Bahkan sejak awal bursa transfer dibuka, berbagai spekulasi mengenai masa depannya terus bermunculan.
Salah satu klub yang paling santer dikaitkan dengan Peralta adalah Persija Jakarta. Bahkan, proses kepindahannya sempat dianggap tinggal menunggu pengumuman resmi setelah pelatih Shin Tae-yong bersama penerjemahnya, Jeong Seok-seo, menyebut nama sang pemain dalam konferensi pers.
"Untuk Peralta memang sudah dikontrak," tutur Jeje dalam bahasa Indonesia terbatas pada 8 Juni lalu.
Ia kemudian menambahkan,
"Coach Shin dengar dan merasa senang, jadi ingin sambut Peralta."
Pernyataan tersebut sempat membuat publik meyakini Peralta akan berkostum Persija. Namun dinamika bursa transfer berubah cukup cepat. Seiring berjalannya waktu, pemain binaan akademi San Lorenzo itu justru mengambil keputusan berbeda dan memilih menerima pinangan Persib Bandung.
Keputusan tersebut semakin menarik setelah asisten pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengungkap bahwa Mariano Peralta sebenarnya menerima nilai gaji yang lebih kecil dibandingkan sejumlah tawaran dari klub lain.
Meski demikian, Peralta tetap menjatuhkan pilihan kepada Persib karena melihat besarnya peluang berkembang bersama salah satu klub terbesar di Indonesia yang musim ini akan menghadapi jadwal sangat padat.
Kepastian bergabungnya Peralta diumumkan Persib Bandung pada 19 Juli 2026. Manajemen memberikan kontrak berdurasi dua musim kepada pemain berusia 28 tahun tersebut.
Kehadirannya langsung disambut antusias para pendukung karena dinilai menjadi salah satu rekrutan terbaik Persib dalam beberapa musim terakhir.
Performa Mariano Peralta bersama Borneo FC memang sulit dibantah. Selama musim 2025/2026, ia berhasil membukukan 20 gol dan 14 assist hanya dalam 34 pertandingan. Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain paling produktif di kompetisi Liga Indonesia.
Statistik impresif itu menunjukkan Peralta bukan hanya piawai mencetak gol, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Kombinasi kecepatan, kreativitas, kemampuan menggiring bola, serta penyelesaian akhir yang tajam membuatnya diproyeksikan menjadi motor baru lini serang Persib Bandung.
Kehadiran Peralta juga disambut hangat oleh kompatriotnya di Persib, Berguinho. Bagi gelandang asal Brasil tersebut, Peralta bukan sekadar rekan setim baru. Keduanya telah memiliki hubungan pertemanan sejak sama-sama memperkuat Borneo FC Samarinda.
Berguinho mengaku sangat bahagia bisa kembali bermain bersama sahabatnya itu di Bandung. Menurutnya, kebersamaan mereka di Borneo FC akan menjadi modal penting untuk membangun chemistry di Persib.
"Saya sangat senang. Dia teman saya, saudara yang saya dapatkan dari sepak bola dan saya sangat senang karena dia bisa datang ke klub ini. Saya tidak sabar menunggu dia tiba dan berlatih sama-sama. Kami akan bekerja keras meraih target bersama klub," ujar Berguinho, Jumat (24/7).
Ucapan tersebut menunjukkan optimisme besar di dalam skuad Persib. Kehadiran pemain berkualitas seperti Mariano Peralta diyakini mampu meningkatkan kualitas permainan tim sekaligus memperbesar peluang meraih gelar pada musim 2026/2027.
Namun, bergabungnya Peralta juga membuat persaingan di sektor penyerangan Persib semakin sengit. Saat ini Maung Bandung memiliki sejumlah pemain berkualitas yang mampu bermain di posisi sayap maupun lini depan.
Nama-nama seperti Uilliam Barros, Beckham Putra, Ragnar Oratmangoen, hingga Mariano Peralta akan saling bersaing memperebutkan tempat utama. Meski demikian, Berguinho melihat situasi tersebut sebagai sesuatu yang positif.
Menurutnya, Persib membutuhkan kedalaman skuad yang merata karena musim ini harus menjalani empat kompetisi sekaligus. Padatnya jadwal pertandingan membuat rotasi pemain menjadi kebutuhan mutlak agar performa tim tetap stabil sepanjang musim.
"Persaingan di dalam tim sangat bagus. Selalu baik memiliki pemain-pemain bagus di dalam tim. Kita tahu sepanjang musim akan ada banyak kompetisi dan banyak pertandingan, jadi kita akan membutuhkan semua orang. Semuanya harus dalam kondisi siap untuk membantu dan itu sangat bagus," katanya.
Berguinho juga menilai pergantian pemain merupakan hal yang sangat normal dalam dunia sepak bola profesional. Klub sebesar Persib selalu dituntut tampil kompetitif sehingga keberadaan banyak pemain berkualitas menjadi keuntungan tersendiri.
Dengan materi pemain yang semakin lengkap, Persib dipandang memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di papan atas Liga Indonesia sekaligus tampil maksimal pada berbagai ajang yang akan diikuti musim ini.
Meski sudah resmi menjadi bagian dari Persib Bandung, para Bobotoh masih harus bersabar untuk menyaksikan aksi perdana Mariano Peralta. Debut yang semula diharapkan terjadi pada laga pembuka Piala Presiden 2026 melawan Arema FC dipastikan tertunda.
Persib akan menghadapi Arema FC pada Sabtu (25/7/2026) malam di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang. Sayangnya, Peralta belum bisa dimainkan karena proses administrasi sebagai pemain asing belum sepenuhnya selesai.
Pemain asal Argentina itu dijadwalkan tiba di Bandung pada Jumat (24/7/2026) untuk segera bergabung bersama skuad. Namun kelengkapan dokumen resmi masih harus diselesaikan sehingga tim pelatih belum dapat menurunkannya dalam pertandingan resmi.
Situasi tersebut tentu menjadi sedikit kekecewaan bagi Bobotoh yang sudah menantikan aksi pemain dengan statistik luar biasa tersebut. Meski demikian, Persib memastikan proses administrasi terus berjalan sehingga Peralta diharapkan segera dapat menjalani debutnya dalam waktu dekat.
Antusiasme publik terhadap Mariano Peralta memang sangat tinggi. Selain datang dengan status pemain terbaik Super League 2025/2026, ia juga membawa reputasi sebagai salah satu winger paling produktif di Indonesia. Kombinasi produktivitas gol dan assist membuat ekspektasi terhadapnya begitu besar.
Bagi Persib Bandung, keberhasilan mendapatkan tanda tangan Mariano Peralta juga menjadi sinyal bahwa klub tetap memiliki daya tarik tinggi di mata pemain asing berkualitas. Di tengah persaingan bursa transfer yang semakin ketat, keputusan Peralta memilih Persib meski menerima gaji lebih rendah menjadi cerita menarik yang banyak diperbincangkan pencinta sepak bola nasional.
Kini perhatian publik tertuju pada kapan pemain asal Argentina tersebut akhirnya menjalani debut bersama Maung Bandung. Jika seluruh proses administrasi telah rampung, Peralta diperkirakan akan menjadi salah satu pemain kunci dalam skema permainan Persib sepanjang musim 2026/2027.
Dengan kualitas individu yang telah terbukti, dukungan rekan-rekan setim, serta kepercayaan penuh dari tim pelatih, Mariano Peralta diharapkan mampu menjawab ekspektasi besar Bobotoh. Kehadirannya bukan hanya menambah kekuatan lini serang Persib, tetapi juga membuka harapan baru bagi Maung Bandung untuk kembali berburu gelar di berbagai kompetisi musim ini.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi