RADARSEMARANG.ID – PSS Sleman masih belum menutup aktivitasnya di bursa transfer menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Sebagai salah satu klub promosi yang akan kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super Elang Jawa terus melakukan berbagai persiapan untuk membangun skuad yang mampu bersaing menghadapi ketatnya persaingan musim depan.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, memastikan bahwa manajemen klub bersama tim pelatih masih aktif mencari tambahan pemain baru. Pelatih asal Belanda itu menyebut sejumlah nama pemain lokal maupun asing tengah masuk dalam radar perekrutan untuk memperkuat beberapa sektor yang masih membutuhkan tambahan tenaga.
Dikutip dari laman resmi klub, Jumat (17/7), Huistra mengatakan proses pencarian pemain masih terus berjalan. Menurutnya, PSS Sleman membutuhkan beberapa tambahan pemain agar komposisi tim semakin lengkap sebelum kompetisi Super League 2026/2027 dimulai.
"Kami masih terus bekerja untuk melengkapi komposisi tim. Saat ini, kami masih mencari seorang striker, pemain belakang, dan gelandang bertahan berkualitas yang menjadi kebutuhan penting tim," ungkap mantan pelatih Borneo FC tersebut.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa PSS Sleman masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperkuat tiga sektor utama, yakni lini depan, lini belakang, dan posisi gelandang bertahan. Kehadiran pemain di posisi tersebut dianggap penting agar tim memiliki keseimbangan permainan saat menghadapi klub-klub kuat di Super League musim mendatang.
Pada sektor penyerangan, PSS Sleman membutuhkan sosok striker yang mampu menjadi mesin gol utama. Pemain depan dengan kemampuan mencetak gol serta memiliki pengalaman menghadapi tekanan kompetisi kasta tertinggi menjadi salah satu prioritas yang tengah dicari.
Sementara itu, tambahan pemain belakang diperlukan untuk memperkokoh pertahanan. Sebagai klub promosi, PSS Sleman tentu harus memiliki lini belakang yang tangguh agar mampu menghadapi agresivitas klub-klub besar yang sudah lebih lama berada di level tertinggi sepak bola Indonesia.
Selain striker dan bek, posisi gelandang bertahan juga menjadi perhatian Pieter Huistra. Pemain di posisi tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang, terutama dalam menjalankan strategi permainan yang ingin diterapkan sang pelatih.
Huistra mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi beberapa kandidat pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim. Proses komunikasi dan negosiasi dengan calon pemain disebut sudah berjalan dan tinggal menunggu penyelesaian beberapa tahapan sebelum diumumkan secara resmi kepada publik.
Namun, dalam proses perekrutan pemain baru, Pieter Huistra tidak hanya melihat kemampuan teknis seorang pemain. Menurutnya, karakter dan kesesuaian pemain dengan filosofi permainan PSS Sleman menjadi faktor yang tidak kalah penting.
Pelatih berusia 59 tahun tersebut ingin membangun tim yang memiliki kerja sama kuat, bukan sekadar mengumpulkan pemain dengan nama besar. Baginya, kekompakan menjadi modal utama sebuah klub untuk meraih target yang sudah ditetapkan.
"Dalam sepak bola, memiliki banyak pemain berkualitas tentu menjadi keuntungan. Namun, itu bukanlah faktor yang paling menentukan. Kesuksesan lahir dari sebuah tim yang solid, kompak, dan mampu bekerja bersama," tegas Huistra.
Menurut Huistra, kualitas individu memang dibutuhkan dalam sebuah tim, tetapi keberhasilan sebuah klub tidak bisa hanya bergantung pada kemampuan satu atau dua pemain. Semua elemen dalam tim harus mampu bekerja dalam satu tujuan agar performa di lapangan bisa maksimal.
"Sebaliknya, tanpa kekompakan tim, akan sangat sulit mencapai hasil yang diharapkan," imbuhnya.
Kebijakan membangun tim secara kolektif juga terlihat dari langkah PSS Sleman yang mempertahankan sebagian besar pemain yang berhasil membawa klub promosi ke Super League. Manajemen memilih menjaga fondasi skuad lama agar chemistry dan kekompakan yang sudah terbentuk tetap terjaga.
Keputusan tersebut dianggap menjadi strategi penting bagi PSS Sleman. Dengan mempertahankan mayoritas pemain lama, proses adaptasi tim di kompetisi baru diharapkan bisa berjalan lebih cepat dibandingkan jika melakukan perombakan besar-besaran.
Hingga saat ini, PSS Sleman baru mengumumkan satu pemain baru yang bergabung untuk menghadapi musim 2026/2027. Pemain tersebut adalah gelandang lokal berpengalaman, Hanif Sjahbandi.
Kehadiran Hanif Sjahbandi diharapkan mampu memberikan tambahan kualitas di lini tengah PSS Sleman. Pengalaman serta kemampuan bermainnya menjadi salah satu modal penting bagi Super Elang Jawa dalam menghadapi persaingan Super League yang semakin kompetitif.
Meski baru mendatangkan satu pemain, aktivitas transfer PSS Sleman dipastikan masih akan berlanjut. Pendukung Super Elang Jawa masih menunggu sejumlah nama baru yang akan memperkuat tim sebelum kompetisi resmi dimulai.
Dengan ambisi tampil kompetitif sebagai klub promosi, PSS Sleman tidak ingin sekadar menjadi pelengkap di Super League 2026/2027. Tim asal Sleman tersebut berusaha membangun skuad yang memiliki kualitas, karakter, dan mental bertanding kuat agar mampu bersaing menghadapi lawan-lawan berat di musim depan.
Langkah Pieter Huistra bersama manajemen PSS Sleman dalam berburu pemain baru menjadi bagian dari persiapan besar klub menghadapi tantangan baru. Bursa transfer menjadi kesempatan penting untuk memperkuat tim sekaligus memastikan Super Elang Jawa memiliki skuad terbaik saat kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi