RADARSEMARANG.ID – Persijap Jepara secara resmi mengumumkan perpisahan dengan enam pemain lokal menyusul berakhirnya musim kompetisi 2025/2026 dan sebagai bagian dari persiapan menuju BRI Super League 2026/2027.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi klub pada Jumat dan langsung menjadi perhatian para pendukung setia Laskar Kalinyamat. Keenam pemain yang dipastikan meninggalkan Persijap Jepara adalah Akbar Arjunsyah, Prince Kallon, Firman Ramadhan, Ardi Ardiana, Indra Arya, dan Muhammad Ardiansyah.
Dalam unggahan resminya, manajemen klub menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan perjuangan para pemain selama membawa nama Persijap di kancah sepak bola nasional.
"Terima kasih untuk setiap kerja keras, semangat, dan kebersamaan yang telah kalian berikan bersama Persijap. Semoga langkah berikutnya dipenuhi kesuksesan dan mimpi yang terus tercapai. Sampai jumpa dan tetap bersinar!" tulis Persijap Jepara dalam pernyataan resmi klub.
Dari keenam nama tersebut, Akbar Arjunsyah dan Muhammad Ardiansyah mengakhiri masa kebersamaan mereka setelah masa peminjaman dinyatakan selesai seiring rampungnya kompetisi musim 2025/2026.
Sementara itu, empat pemain lainnya yaitu Prince Kallon, Firman Ramadhan, Ardi Ardiana, dan Indra Arya dipastikan tidak dipertahankan oleh manajemen Persijap Jepara untuk skuat musim depan.
Keputusan ini menambah daftar panjang pemain yang telah lebih dulu hengkang dari Persijap Jepara. Sebelumnya, dua pemain lokal lain yakni Dicky Kurniawan dan Wahyudi Hamisi juga telah dilepas oleh tim berjuluk Laskar Kalinyamat. Dengan demikian, total ada delapan pemain lokal yang sudah dipastikan tidak lagi berseragam Persijap pada musim 2026/2027.
Tak hanya pemain lokal, Persijap Jepara juga telah mengakhiri kerja sama dengan lima pemain asing yang memperkuat tim di musim 2025/2026. Mereka adalah Carlos Franca, Aly Ndom, Alexis Gomez, Lucas Morelatto, Iker Guarrotxena, dan Sudi Abdallah.
Kepergian para pemain asing ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh manajemen dan staf pelatih untuk membangun kembali kekuatan tim menghadapi kompetisi musim depan.
Meskipun gelombang pelepasan pemain cukup besar, hingga saat ini Persijap Jepara belum mengumumkan kedatangan pemain anyar untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.
Publik dan suporter masih menantikan langkah strategis klub dalam bursa transfer menjelang BRI Super League 2026/2027. Pelatih kepala Mario Lemos diperkirakan telah menyiapkan sejumlah nama sebagai bagian dari perencanaan matang demi menyambut musim baru yang akan segera bergulir.
Para pendukung Persijap Jepara berharap proses perombakan skuat ini dapat membawa angin segar dan meningkatkan performa tim di kompetisi mendatang. Dengan pengalaman dan strategi yang dimiliki Mario Lemos, optimisme tetap terjaga meskipun harus kehilangan sejumlah pilar penting.
Keputusan manajemen untuk tidak memperpanjang kontrak beberapa pemain dinilai sebagai langkah berani demi menyusun komposisi tim yang lebih kompetitif dan sesuai dengan target juara.
Seiring dengan semakin dekatnya bergulirnya BRI Super League 2026/2027, semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari Persijap Jepara. Yang jelas, perpisahan ini menjadi babak baru bagi Persijap Jepara dalam menatap masa depan.
Para pemain yang dilepas pun diharapkan dapat menemukan peluang lebih baik di klub lain, sementara Persijap akan fokus membangun skuat tangguh untuk bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dengan segala dinamika yang terjadi, perjalanan Laskar Kalinyamat menuju BRI Super League 2026/2027 tetap dinantikan dan dipenuhi harapan besar dari seluruh elemen pendukung.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi