RADARSEMARANG.ID – Menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027, PSM Makassar menunjukkan keseriusannya dalam membangun skuad yang lebih kompetitif. Tim berjuluk Juku Eja ini kabarnya masih terus berusaha mendatangkan pemain incarannya untuk menyambut musim baru yang semakin dekat.
Terbaru, satu nama pemain asing serba bisa kembali dikaitkan dengan tim PSM Makassar, dan kabarnya proses negosiasi sudah mencapai tahap akhir.
Dilansir dari akun Instagram @transfermarkt_psm, nama pemain asing Haris Ovcina dikaitkan dengan tim PSM Makassar. Pemain berusia 29 tahun asal Bosnia ini disebut-sebut memiliki kemampuan bermain di berbagai posisi, mulai dari bek kanan, bek kiri, hingga sayap kanan. Fleksibilitas ini tentu menjadi nilai tambah tersendiri bagi tim yang ingin memiliki kedalaman skuad yang mumpuni.
Kabarnya pemain yang bisa bermain di posisi bek kanan, bek kiri, hingga sayap kanan ini sudah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan PSM Makassar. Jika benar terjadi, maka ini akan menjadi rekrutan menarik yang bisa memberikan opsi taktik lebih luas bagi pelatih Darije Kalezic.
Pemain berusia 29 tahun asal Bosnia itu pun disebut akan jadi salah satu kekuatan untuk tim berjuluk Juku Eja ini di kompetisi Super League mendatang. Pengalaman Ovcina di sepak bola Eropa diharapkan bisa membawa warna permainan yang berbeda untuk PSM Makassar yang musim lalu tampil cukup konsisten.
“Keterangan : Done Deal (reach agreement),” tulis akun tersebut, memberikan sinyal bahwa proses transfer sudah mencapai kesepakatan antara pemain dan klub.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak manajemen PSM Makassar, kabar ini tentu saja membuat para penggemar Juku Eja penasaran dan menantikan pengumuman resmi dalam waktu dekat.
Secara statistik untuk musim lalu atau musim 2025/2026, Haris Ovcina bisa dikatakan sebagai pemain yang kurang menit bermain. Hal ini mungkin menjadi perhatian bagi sebagian pihak, namun tidak menutup kemungkinan bahwa pemain ini masih memiliki kualitas yang bisa dimaksimalkan di lingkungan baru.
Bersama timnya di musim lalu, Sloga Meridian, ia hanya mencatatkan sedikit sekali pertandingan di dua kompetisi sepak bola Bosnia. Minimnya jam terbang ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk persaingan ketat di tim utama atau masalah kebugaran yang sempat menghampiri.
Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Persebaya dan Ramadhan Sananta, PSS Sleman Deg-degan
Bersama tim Sloga Meridian, Haris Ovcina hanya mampu mencatatkan sampai 11 pertandingan dari dua kompetisi yang diikuti. Jumlah ini tergolong kecil untuk ukuran pemain yang diharapkan menjadi andalan di tim barunya nanti.
Dari 11 pertandingan itu, ia hanya mampu mencatatkan 568 menit berada di lapangan tanpa memberikan kontribusi gol maupun assist. Angka ini memang kurang impresif, namun perlu diingat bahwa PSM Makassar mungkin melihat potensi lain dari pemain ini, seperti kemampuan bertahan, transisi, dan kedisiplinan taktik yang bisa menjadi kunci di kompetisi Super League.
Menariknya, jika kita melihat lebih jauh, rekrutan ini menjadi bagian dari pola perekrutan yang mulai berubah dari musim-musim sebelumnya. Menyambut musim kompetisi Super League 2026/2027, PSM Makassar hampir pasti muncul dengan wajah baru. Tidak hanya dari sisi pemain, tetapi juga dari pendekatan manajemen yang mulai menunjukkan pergerakan berbeda.
Selain rencana besar soal perombakan di dalam tim, ada pergerakan menarik yang sejauh ini ditunjukkan oleh manajemen tim PSM Makassar. Mereka tidak hanya diam dan menunggu, tetapi benar-benar bergerak cepat untuk mengamankan pemain-pemain incaran sejak dini.
Pergerakan itu terkait beberapa rumor yang berkembang secara khusus untuk pemain-pemain asing yang mereka ingin didatangkan. Nama-nama baru terus bermunculan dan menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan suporter PSM Makassar yang sangat antusias menyambut musim baru.
Tidak sama seperti musim-musim sebelumnya, pergerakan dan tipe pemain asing yang kabarnya ingin didatangkan oleh PSM di musim depan jauh berbeda. Ini menandakan adanya perubahan strategi yang cukup signifikan di tubuh Juku Eja.
Jika dua sampai tiga musim ke belakang, pemain asing PSM didominasi oleh pemain Brasil atau Afrika, sepertinya di musim depan mulai berbeda. Dulu kita sering melihat pemain-pemain dengan gaya permainan eksplosif dan skill individu yang mumpuni berasal dari dua kawasan tersebut.
Bersama pelatih Darije Kalezic, Juku Eja sepertinya mulai tertarik mendatangkan pemain-pemain yang berasal dari negara Balkan atau Semenanjung Balkan. Perubahan ini jelas tidak terjadi secara kebetulan, melainkan ada pertimbangan taktik dan filosofi permainan yang ingin dibangun.
Balkan, atau Semenanjung Balkan, adalah wilayah geografis dan budaya di Eropa Tenggara yang dikelilingi oleh beberapa laut seperti Adriatik, Ionia, Aegea, dan Hitam. Wilayah ini dikenal melahirkan pemain-pemain tangguh dengan disiplin taktik tinggi dan kemampuan adaptasi yang baik di berbagai liga Eropa.
Nama-nama pemain yang berasal dari Serbia, Bosnia & Herzegovina, hingga negara-negara lain di wilayah tersebut masuk sebagai incaran PSM Makassar. Ini menunjukkan bahwa pelatih Darije Kalezic yang juga berasal dari wilayah Balkan sangat memahami karakter dan kualitas pemain dari kawasan tersebut.
Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Persib Bandung dan Bali United Mulai Coret Pemain
Dalam rumor yang berkembang, PSM Makassar dikabarkan mengincar pemain yaitu Stefan Jevtoski yang berasal dari Macedonia Utara. Nama ini mulai sering disebut-sebut di kalangan pengamat sepak bola nasional sebagai salah satu target serius tim Juku Eja.
Kemudian ada nama lain seperti Nenad Lalic yang berasal dari Serbia hingga nama Edo Vehabović yang berasal dari Bosnia. Ketiga nama ini menjadi bukti bahwa PSM Makassar benar-benar fokus mencari pemain dari kawasan Balkan untuk memperkuat lini mereka.
Melihat dari negara asal tiga pemain asing ini, berarti PSM benar-benar ingin memperkuat tim mereka untuk musim depan lewat pemain yang berasal dari negara Balkan. Bukan tanpa alasan, pemain Balkan dikenal memiliki etos kerja tinggi, fisik kuat, dan pemahaman taktik yang mumpuni.
Keputusan untuk mendatangkan pemain-pemain Balkan ini juga tidak lepas dari sentuhan pelatih Darije Kalezic yang notabene berasal dari wilayah tersebut. Sebagai pelatih yang akrab dengan gaya bermain dan karakter pemain Balkan, Kalezic diyakini tahu persis pemain mana yang cocok dengan skema permainan yang ingin dia bangun.
Menariknya, di bursa transfer kali ini, pelatih Darije Kalezic mendapatkan keleluasaan untuk mendatangkan pemain sesuai yang diinginkan. Ini adalah perubahan besar yang memberikan kepercayaan penuh kepada sang pelatih untuk membangun tim sesuai visinya.
Secara resmi manajemen PSM Makassar mengungkap untuk urusan perekrutan pemain di bursa transfer, sepenuhnya diberikan ke sang pelatih Darije Kalezic. Langkah ini tentu sangat bijak karena pelatihlah yang paling tahu kebutuhan timnya secara langsung.
Kalezic mendapatkan wewenang penuh untuk mendatangkan pemain sesuai dengan keinginan dan kebutuhan game plan yang akan diterapkan di tim. Dengan wewenang penuh ini, diharapkan proses rekrutmen berjalan lebih efektif dan efisien.
Manajemen melalui Media Officer, Sulaiman Abdul Karim mengungkap alasan masih pasifnya PSM di bursa transfer. Meskipun terlihat pasif di awal, sebenarnya ini adalah bagian dari strategi yang sudah dirancang dengan matang.
Pria yang akrab disapa Sule ini menyebut keputusan soal perekrutan pemain tergantung dari pelatih, dalam artian kendali ada di tangan Kalezic. Manajemen sepenuhnya menyerahkan urusan teknis kepada pelatih yang lebih memahami kebutuhan skuad.
Baik dalam hal menentukan pemain yang bakal menjadi incaran atau pun mencari sendiri pemain tersebut, semua keputusan berada di tangan pelatih. Hal ini memberikan sinyal bahwa manajemen percaya penuh pada kapasitas dan jam terbang Kalezic di dunia sepak bola.
“Semuanya pelatih baru yang menentukan dan mencari,” kata Sule, menegaskan bahwa manajemen tidak ikut campur dalam proses seleksi pemain.
Manajemen PSM Makassar dalam hal ini disebutnya hanya memberikan support ke pelatih untuk pemain-pemain yang diinginkannya. Dukungan ini termasuk dalam hal administrasi, negosiasi kontrak, dan fasilitas yang dibutuhkan untuk kelancaran proses transfer.
“Kami hanya menyupport saja,” tuturnya, menekankan bahwa semua proses rekrutmen berjalan sesuai arahan pelatih.
Kebijakan baru ini tentu mendapat sambutan positif dari para suporter PSM Makassar. Mereka berharap dengan wewenang penuh yang diberikan kepada Kalezic, tim Juku Eja bisa tampil lebih maksimal dengan pemain-pemain yang benar-benar sesuai kebutuhan taktik.
Kiprah PSM Makassar di Super League musim lalu memang cukup menjanjikan, dan dengan tambahan amunisi baru diharapkan mereka bisa bersaing lebih ketat di papan atas klasemen. Kehadiran pemain-pemain Balkan diyakini akan menambah daya gedor dan kekuatan tim secara keseluruhan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perubahan strategi PSM Makassar ini patut dinantikan. Bagaimana tidak, biasanya klub-klub Indonesia lebih sering mendatangkan pemain dari Brasil atau Afrika yang identik dengan skill individual tinggi. Kali ini, PSM Makassar coba mengambil jalan berbeda dengan menjaring bakat-bakat dari Eropa Timur.
Haris Ovcina, jika benar-benar bergabung, tentu akan menjadi pusat perhatian. Meskipun catatan statistiknya bersama Sloga Meridian tidak terlalu mentereng, bukan berarti ia tidak berkualitas. Banyak pemain yang justru menemukan performa terbaiknya setelah pindah ke lingkungan baru dengan sistem permainan yang berbeda.
Pengalaman Ovcina di sepak bola Eropa bisa menjadi modal berharga untuk beradaptasi dengan cepat di kompetisi Super League yang memiliki karakteristik sendiri. Fisiknya yang kuat dan kemampuannya bermain di berbagai posisi akan sangat berguna bagi PSM Makassar yang butuh fleksibilitas dalam menghadapi jadwal padat.
Tentu saja, semua kabar ini masih sebatas rumor dan belum ada konfirmasi resmi dari manajemen PSM Makassar. Namun, jika melihat intensitas kabar yang beredar dan pola perekrutan yang mulai berubah, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat kita akan mendengar pengumuman resmi dari pihak klub.
Para suporter PSM Makassar yang dikenal fanatik tentu sudah tidak sabar menantikan kepastian dari manajemen. Mereka berharap tim kesayangannya bisa tampil lebih garang dan kompetitif dengan komposisi pemain baru yang lebih berkualitas.
Yang menarik untuk disimak, kebijakan memberikan wewenang penuh kepada pelatih ini bisa menjadi contoh bagi klub-klub lain di Indonesia. Sering kali kita melihat campur tangan manajemen dalam urusan teknis justru membuat tim tidak maksimal.
Dengan adanya kepercayaan penuh dari manajemen kepada Kalezic, diharapkan proses pembangunan tim berjalan lebih terarah dan terukur. Kalezic yang sudah malang melintang sebagai pelatih di berbagai klub Eropa tentu memiliki standar tinggi dalam memilih pemain.
Secara keseluruhan, langkah PSM Makassar ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menyambut kompetisi Super League 2026/2027. Tidak setengah-setengah, mereka benar-benar melakukan perombakan baik dari sisi struktur tim maupun strategi perekrutan pemain.
Bagi para pencinta sepak bola nasional, khususnya pengikut Super League, kehadiran pemain-pemain baru dengan latar belakang berbeda akan menambah warna dan persaingan yang lebih seru. Apalagi jika pemain-pemain Balkan ini benar-benar menunjukkan kualitasnya di lapangan.
Dengan segala persiapan yang dilakukan, baik dari sisi manajemen maupun pelatih, PSM Makassar tampaknya serius ingin meraih prestasi terbaik di musim 2026/2027. Dukungan penuh dari suporter setia Juku Eja juga menjadi modal berharga untuk mencapai target-target yang sudah ditetapkan.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi