RADARSEMARANG.ID – Persis Solo terus bergerak aktif dalam mempersiapkan skuad menghadapi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027. Setelah melakukan perombakan besar-besaran pascadegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Laskar Sambernyawa kembali menambah kekuatan dengan merekrut salah satu talenta muda potensial Tanah Air, Fandi Ahmad Muzaki.
Pemain berusia 18 tahun tersebut resmi menjadi bagian dari Persis Solo setelah manajemen berhasil mengamankan tanda tangannya pada bursa transfer musim ini. Kehadiran Fandi menjadi salah satu rekrutan yang cukup mencuri perhatian karena sang pemain memiliki pengalaman internasional bersama Timnas Indonesia U-17.
Fandi Ahmad Muzaki bukan sekadar pemain muda biasa. Sebelum bergabung dengan Persis Solo, pemain asal Sragen itu telah mencatatkan perjalanan yang cukup panjang di level junior. Ia dikenal sebagai gelandang serang sekaligus winger yang memiliki kemampuan menyerang, kreativitas, serta visi bermain yang baik.
Persis Solo mendatangkan Fandi setelah sang pemain tampil gemilang bersama Persija Jakarta U-20 dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 musim 2025/2026. Bersama Macan Kemayoran Muda, Fandi menjadi salah satu pemain penting yang membantu tim meraih gelar juara.
Dalam perjalanan musim tersebut, Fandi tampil dalam 24 pertandingan dengan torehan lima gol dan delapan assist. Catatan tersebut menunjukkan kontribusinya sebagai pemain yang tidak hanya mampu menciptakan peluang, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap produktivitas tim.
Menariknya, Persis Solo bukanlah klub baru bagi Fandi Ahmad Muzaki. Sebelum memperkuat Persija Jakarta, ia pernah menjadi bagian dari akademi Persis U-16 pada kompetisi Elite Pro Academy 2022.
Kini, setelah beberapa tahun menjalani proses perkembangan di klub lain dan Timnas Indonesia kelompok usia, Fandi kembali ke Kota Bengawan dengan pengalaman yang jauh lebih matang. Ia datang dengan harapan besar membantu Persis Solo kembali bersaing untuk mendapatkan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Fandi mengungkapkan ambisinya setelah resmi bergabung dengan Persis Solo. Ia ingin memberikan kontribusi maksimal agar Laskar Sambernyawa mampu kembali tampil di kompetisi Liga 1.
"Target saya di sini membawa PERSIS naik lagi ke Liga 1. Dan semoga dengan kekompakan tim dan kerja keras tiap pemain, target ini bisa tercapai," ujar Fandi
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Fandi memiliki motivasi besar untuk membawa Persis Solo bangkit setelah musim sebelumnya harus menerima kenyataan turun kasta. Dengan usia yang masih sangat muda, ia berharap bisa berkembang bersama pemain senior sekaligus membantu klub mencapai target utama.
Selain memiliki catatan impresif di level klub, Fandi Ahmad Muzaki juga sudah merasakan atmosfer pertandingan internasional bersama Timnas Indonesia U-17. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Persis Solo tertarik merekrutnya.
Fandi tercatat pernah memperkuat Garuda Muda dalam berbagai ajang bergengsi, mulai dari Piala AFF U-16, Kualifikasi Piala Asia U-17, Piala Asia U-17, hingga Piala Dunia U-17.
Bersama Timnas Indonesia U-17, Fandi telah mengoleksi 17 caps dengan kontribusi satu gol dan satu assist. Jumlah penampilan tersebut menjadi bukti bahwa meski masih berusia 18 tahun, dirinya sudah memiliki pengalaman menghadapi berbagai karakter permainan dari tim-tim luar negeri.
Salah satu pengalaman terbesar Fandi terjadi ketika memperkuat Indonesia di Piala Asia U-17 2025. Saat itu, ia dipercaya tampil dalam empat pertandingan menghadapi sejumlah lawan kuat seperti Korea Selatan, Yaman, Afghanistan, dan Korea Utara.
Tidak hanya itu, Fandi juga pernah merasakan panggung sepak bola dunia saat tampil di Piala Dunia U-17 ketika Indonesia menjadi tuan rumah. Stadion Manahan Solo menjadi salah satu venue pertandingan fase grup, dan Fandi mendapat kesempatan tampil menghadapi Zambia, Brasil, serta Honduras.
Baca Juga: Update Transfer Liga 2 2026/2027, Hamka Hamzah Resmi Masuk Tim Pelatih PSIS Semarang
Meski perjalanan Timnas Indonesia U-17 harus terhenti pada fase grup, pengalaman bermain di turnamen sebesar Piala Dunia U-17 menjadi modal berharga bagi perkembangan karier Fandi. Tidak banyak pemain muda Indonesia yang memiliki kesempatan merasakan atmosfer kompetisi level dunia di usia belia.
Sebelum tampil di turnamen besar tersebut, Fandi juga memperkuat Timnas Indonesia U-17 dalam pertandingan Kualifikasi Piala Asia U-17 serta sejumlah laga uji coba internasional. Dari delapan pertandingan uji coba, ia mampu mencatatkan kontribusi satu gol dan satu assist.
Dengan pengalaman tersebut, Fandi menjadi salah satu pemain muda yang memiliki rekam jejak cukup menjanjikan. Kemampuan bermain di beberapa posisi membuatnya menjadi opsi menarik bagi Persis Solo.
Fandi dapat dimainkan sebagai winger kanan maupun gelandang serang. Fleksibilitas tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi tim pelatih Persis Solo yang sedang membangun komposisi skuad baru untuk menghadapi Pegadaian Championship 2026/2027.
Fandi mengaku senang mendapatkan kesempatan memperkuat Persis Solo. Ia melihat kesempatan bermain bersama pemain senior sebagai peluang besar untuk meningkatkan kualitas permainan dan mengembangkan karier profesionalnya.
Baca Juga: Update Transfer Liga 2 2026/2027, PSMS Medan Gerak Cepat, 4 Pemain Baru Masuk Sekaligus
"Perasaan sangat senang karena nanti bisa bermain bersama senior dan bisa mendapatkan pengalaman yang lebih baik. Dan buat suporter, dukungan kami di lapangan karena dukungan kalian menjadi penyemangat buat kami bertanding di lapangan," katanya.
Kedatangan Fandi menjadi bagian dari strategi Persis Solo dalam membangun tim yang lebih kompetitif. Setelah gagal bertahan di kasta tertinggi, manajemen Laskar Sambernyawa memilih melakukan perubahan besar dengan memberikan kesempatan kepada pemain muda potensial.
Selain Fandi Ahmad Muzaki, Persis juga telah memperkenalkan beberapa nama baru untuk mendukung persiapan musim 2026/2027. Manajemen sebelumnya menunjuk Rochmat Setiawan sebagai analis tim, kemudian mendatangkan Novan Sasongko dan Ahmad Mujadid.
Tidak hanya memperkuat sektor pemain, Persis Solo juga melakukan perubahan pada jajaran kepelatihan dengan menghadirkan tiga anggota staf baru, yakni Nurcholis Majid, Febi Aji, dan legenda kiper Timnas Indonesia Hendro Kartiko sebagai pelatih penjaga gawang.
Perubahan besar tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun tim yang lebih solid. Persis Solo ingin segera kembali ke level tertinggi sepak bola Indonesia setelah harus menjalani kompetisi Pegadaian Championship musim depan.
Manajemen Laskar Sambernyawa juga telah melepas lebih dari 20 pemain sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh. Hampir seluruh pemain asing, sejumlah pemain pinjaman, serta beberapa anggota tim musim sebelumnya tidak lagi menjadi bagian dari proyek baru Persis Solo.
Baca Juga: Update Transfer Liga 2 2026/2027, PSIS Semarang dan Semen Padang FC Bergerak Cepat Di Bursa Transfer
Kehadiran pemain muda seperti Fandi Ahmad Muzaki menjadi sinyal bahwa Persis Solo tidak hanya mengandalkan pemain berpengalaman, tetapi juga ingin memberikan ruang bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang.
Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pemain senior berpengalaman, Persis Solo berharap mampu membangun kekuatan baru untuk menghadapi persaingan Pegadaian Championship 2026/2027.
Bagi Fandi Ahmad Muzaki, bergabung dengan Persis Solo merupakan langkah penting dalam perjalanan kariernya. Setelah sukses bersama Persija U-20 dan mendapatkan pengalaman internasional bersama Timnas Indonesia U-17, kini ia memiliki tantangan baru untuk membuktikan kualitasnya di level profesional.
Suporter Persis Solo tentu berharap pemain muda asal Sragen tersebut mampu menjadi salah satu motor serangan Laskar Sambernyawa. Dengan kemampuan teknis, pengalaman internasional, serta motivasi besar untuk membawa klub promosi, Fandi berpotensi menjadi salah satu pemain yang paling menarik perhatian pada kompetisi Pegadaian Championship musim mendatang.
Persis Solo kini menaruh harapan besar kepada generasi baru seperti Fandi Ahmad Muzaki untuk mengembalikan kejayaan klub. Perjalanan panjang menuju promosi ke Liga 1 memang tidak mudah, tetapi dengan strategi membangun skuad yang tepat, Laskar Sambernyawa optimistis mampu kembali bersaing di panggung sepak bola Indonesia.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi