RADARSEMARANG.ID – PSMS Medan terus menunjukkan keseriusan dalam membangun kekuatan tim jelang menghadapi padatnya agenda musim 2026/2027, termasuk Turnamen Piala Presiden 2026 dan kompetisi Liga 2 Indonesia.
Klub legendaris yang dijuluki Ayam Kinantan tersebut bergerak cepat dalam bursa pemain dengan meramu komposisi skuad yang lebih solid, berpengalaman, dan kompetitif demi mencapai target promosi yang sudah lama dinantikan publik Kota Medan.
Terbaru, manajemen resmi mengumumkan perekrutan gelandang berpengalaman Manahati Lestusen sebagai pemain ke-20 dalam skuad asuhan pelatih Eko Purdjianto.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi Instagram klub @official_psmsmedan pada Senin (6/7/2026), yang langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional karena nama Manahati sudah cukup dikenal luas di kompetisi sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Persib Bandung dan Bali United Mulai Coret Pemain
Dalam unggahan tersebut, PSMS Medan menyampaikan sambutan hangat untuk rekrutan barunya.
"Big name, big experience, familiar name. We already know you, enjoy Medan Manahati," tulis PSMS Medan.
Pernyataan singkat itu menggambarkan harapan besar klub terhadap kehadiran pemain berusia 32 tahun tersebut. Dengan pengalaman panjang di berbagai level kompetisi, baik di dalam negeri maupun luar negeri,
Manahati diharapkan menjadi salah satu sosok kunci dalam menjaga keseimbangan permainan tim, sekaligus memperkuat mental bertanding skuad muda PSMS Medan.
Manahati Lestusen sendiri dikenal sebagai pemain serbabisa yang memiliki kemampuan bertahan yang kuat, disiplin taktik, serta jiwa kepemimpinan yang sudah teruji.
Kariernya terbilang panjang dan unik karena tidak hanya berkiprah di kompetisi domestik, tetapi juga sempat menimba pengalaman di luar negeri sejak usia muda.
Perjalanan kariernya dimulai dari program SAD Indonesia, sebuah program pembinaan pemain muda Indonesia yang sempat berkompetisi di Uruguay pada musim 2010–2011.
Di sana, Manahati mendapatkan pengalaman berharga dalam sistem sepak bola Amerika Selatan yang dikenal keras, cepat, dan penuh tekanan. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter bermainnya di masa depan.
Setelah satu musim bersama SAD Indonesia, Manahati kemudian melanjutkan kariernya ke klub Penarol B pada musim 2011–2012. Meskipun berstatus tim cadangan dari klub raksasa Uruguay, CA Peñarol, kompetisi yang diikuti tetap berada dalam level persaingan tinggi.
Bahkan pada saat itu, Penarol B disebut berkompetisi di Divisi Utama, yang membuat Manahati semakin matang dalam menghadapi pemain-pemain dengan kualitas teknik dan fisik yang mumpuni.
Tidak berhenti di Amerika Selatan, Manahati kemudian melanjutkan petualangan kariernya ke Eropa. Pada musim 2012–2013, ia bergabung dengan CS Vise, klub yang berkompetisi di Belgia.
Saat itu, CS Vise berada di Divisi II Liga Belgia atau yang dikenal dengan Belgacom League. Pengalaman di Eropa ini semakin memperkaya wawasan taktik dan disiplin bermainnya, terutama dalam hal organisasi pertahanan dan transisi permainan.
Setelah menimba ilmu di luar negeri, Manahati akhirnya kembali ke Indonesia dan memulai karier profesionalnya di tanah air. Ia bergabung dengan Persebaya Surabaya Persebaya Surabaya yang saat itu berkompetisi di Divisi Utama. Kehadirannya di klub besar tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya di kompetisi nasional.
Usai satu musim bersama Persebaya, Manahati memutuskan melanjutkan karier ke Barito Putera PS Barito Putera. Namun, seperti banyak pemain lainnya, perjalanannya di klub tersebut tidak berlangsung lama. Ia kemudian melanjutkan petualangan kariernya ke salah satu klub unik di Indonesia, yaitu PS TNI.
PS TNI pada saat itu merupakan klub yang terbentuk dari gabungan pemain PSMS Medan dengan sejumlah pemain yang sedang mengikuti pendidikan militer. Pembentukan tim ini tidak lepas dari inisiatif Pangkostrad saat itu, Letjen Edy Rahmayadi, yang ingin menghadirkan tim kompetitif berbasis kedisiplinan militer.
Kehadiran Manahati di tim tersebut menjadi titik penting dalam kariernya karena ia mulai dikenal sebagai pemain dengan karakter kuat, disiplin tinggi, dan jiwa kepemimpinan yang mulai menonjol.
Bersama PS TNI, Manahati berhasil meraih sejumlah prestasi yang cukup membanggakan. Ia ikut mengantarkan tim menjuarai turnamen internasional Piala Wira Malindo, serta tampil impresif dengan menjadi juara Grup C pada fase penyisihan Piala Jenderal Sudirman.
Tidak hanya itu, PS TNI juga sukses meraih gelar juara Piala Kemerdekaan 2015 setelah mengalahkan sejumlah klub dari Divisi Utama, sebuah pencapaian yang menambah nilai penting dalam perjalanan kariernya.
Seiring waktu, PS TNI mengalami perubahan nama menjadi PS TIRA, dan Manahati tetap menjadi bagian penting dari skuad tersebut. Loyalitasnya terhadap tim membuatnya terus dipercaya sebagai pemain inti.
Pada tahun 2019, klub tersebut kembali mengalami transformasi setelah merger dengan Persikabo dan menjadi TIRA-Persikabo. Dalam setiap perubahan tersebut, Manahati tetap bertahan dan menunjukkan konsistensi performa yang stabil.
Pada tahun 2020, klub kembali berganti nama menjadi Persikabo 1973 Persikabo 1973. Di klub ini, Manahati menjalani salah satu periode terpanjang dalam kariernya.
Selama kurang lebih delapan musim, ia mencatatkan lebih dari 150 penampilan dan bahkan dipercaya mengemban ban kapten. Peran tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain senior yang disegani di ruang ganti.
Konsistensi Manahati di level kompetisi tertinggi Indonesia membuat namanya terus diperhitungkan. Tidak hanya sebagai gelandang bertahan, ia juga dikenal mampu bermain di beberapa posisi lain sesuai kebutuhan tim. Fleksibilitas inilah yang membuatnya selalu menjadi pilihan utama pelatih di berbagai era.
Memasuki tahun 2024, Manahati resmi bergabung dengan Malut United Malut United pada 1 Juli 2024. Kepindahannya ke klub tersebut menandai babak baru dalam kariernya, sebelum akhirnya pada 2026 ia memilih untuk menerima tantangan baru bersama PSMS Medan PSMS Medan.
Kehadiran Manahati di PSMS Medan menjadi bagian penting dari proyek besar klub dalam membangun tim yang lebih matang dan kompetitif. Dengan status sebagai pemain ke-20 dalam skuad, ia diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan baik di dalam maupun di luar lapangan.
Pengalaman panjangnya di berbagai klub besar, ditambah dengan jam terbang internasional, membuatnya menjadi salah satu rekrutan paling berpengaruh di bursa transfer PSMS musim ini.
Saat ini, PSMS Medan terus melakukan pergerakan aktif dalam membentuk skuad yang ideal. Sebelumnya, manajemen telah lebih dulu mengumumkan sejumlah pemain yang masuk dalam proyek tim musim 2026/2027.
Mereka adalah Adlin Cahya, Farhan, Abdul Zaki Alim, Dani Saputra, Ahmad Gunandi, Fakhrurrazi Quba, Rachmad Hidayat, Ikhsan Chan, Rayhan Utina, Phillerson, Bintang Arrahim, Rudi N. Rajak, M. Raihan Utama, Rizdjar Nurviat Subagja, Roken Tampubolon, Aziz Hutagalung, Taufik Hidayat, M. Natshir, dan Samuel Simanjuntak.
Dengan komposisi tersebut, PSMS Medan menunjukkan keseriusan dalam membangun fondasi tim yang tidak hanya mengandalkan talenta muda, tetapi juga pengalaman pemain senior. Kombinasi ini menjadi strategi penting untuk menghadapi ketatnya persaingan Liga 2 yang dikenal penuh kejutan setiap musimnya.
Kehadiran sosok seperti Manahati Lestusen diharapkan mampu memberikan stabilitas permainan, terutama di lini tengah yang menjadi pusat pengendali ritme pertandingan. Selain itu, pengalamannya sebagai kapten di klub sebelumnya juga menjadi nilai tambah dalam membimbing pemain-pemain muda PSMS Medan agar lebih siap menghadapi tekanan kompetisi.
Dengan langkah-langkah agresif di bursa transfer ini, PSMS Medan tampak tidak ingin sekadar menjadi peserta, tetapi benar-benar membangun tim yang mampu bersaing di papan atas. Dukungan penuh dari manajemen, pelatih, serta antusiasme suporter diharapkan menjadi energi tambahan bagi tim dalam mengarungi musim yang panjang dan penuh tantangan.
Kini, perhatian publik sepak bola nasional tertuju pada bagaimana Manahati Lestusen akan beradaptasi dengan skema permainan PSMS Medan, serta bagaimana kontribusinya dalam membawa klub ini kembali ke jalur kejayaan.
Jika mampu menjaga konsistensi dan performa terbaiknya, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan Ayam Kinantan di musim 2026/2027.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi