RADARSEMARANG.ID – Pendatang baru kompetisi Super League 2026/2027, Adhyaksa FC, mulai menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan diri menghadapi musim perdana mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Meski hingga awal Juli ini belum ada pengumuman resmi terkait pemain baru yang direkrut, klub justru bergerak aktif dengan melakukan perombakan besar-besaran di dalam skuad.
Langkah ini menjadi sorotan karena dilakukan secara bersamaan dengan upaya mempertahankan sejumlah pemain kunci yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam perjalanan tim.
Pergerakan Adhyaksa FC di bursa transfer awal musim ini memperlihatkan strategi yang cukup tegas dan terukur. Di satu sisi, manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi tim dengan melepas banyak pemain, namun di sisi lain tetap menjaga fondasi utama agar tidak kehilangan identitas permainan.
Total terdapat 16 pemain yang dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari tim untuk musim Super League 2026/2027. Nama-nama yang dilepas tersebut antara lain Dedi Hartono, Hasim Kipuw, Arif Satria, Miftahul Hamdi, Chrystna Bhagascara, Aaron, Diaz, Kadir Toyo, Razan Akbar, Syehabudin, Chairil Zul, Roy Sandi, Andreas, Rangga Widiansyah, Rafi Angga, dan Bufon Sugandi.
Keputusan melepas cukup banyak pemain dalam satu waktu tentu bukan langkah kecil bagi klub yang baru saja bersiap menghadapi level kompetisi tertinggi.
Namun, langkah tersebut diduga kuat merupakan bagian dari upaya membangun ulang skuad agar lebih kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pelatih dalam menghadapi ketatnya persaingan musim depan.
Apalagi, Super League 2026/2027 diprediksi akan menjadi salah satu musim paling kompetitif dengan meningkatnya kualitas klub peserta.
Di tengah proses perombakan besar tersebut, Adhyaksa FC tetap berupaya menjaga kesinambungan tim dengan mempertahankan lima pemain yang dianggap masih menjadi bagian penting dari kerangka utama skuad.
Kelima pemain tersebut adalah Harli Cahya, Satrio, Abdillah, Rafly Ariyanto, dan Galuh Nata. Mereka resmi mendapatkan perpanjangan kontrak dan dipastikan tetap mengenakan seragam Adhyaksa FC pada musim mendatang.
Keputusan mempertahankan mereka menunjukkan bahwa klub tidak sepenuhnya membongkar skuad, melainkan tetap menjaga stabilitas dan kontinuitas permainan yang sudah dibangun sebelumnya.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Adhyaksa FC tidak ingin sekadar menjadi peserta pelengkap di Super League, tetapi memiliki ambisi untuk bersaing secara serius.
Dengan mempertahankan sejumlah pemain inti, klub berharap dapat menjaga keseimbangan antara pemain lama dan rekrutan baru yang nantinya akan datang untuk memperkuat berbagai lini.
Meski belum mengumumkan nama-nama baru, manajemen diyakini masih sangat aktif memantau pasar transfer untuk mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Dalam situasi seperti ini, strategi transfer menjadi sangat krusial. Klub promosi biasanya menghadapi tantangan besar dalam beradaptasi dengan intensitas permainan di kasta tertinggi.
Oleh karena itu, proses seleksi pemain tidak hanya berfokus pada kualitas individu, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan sistem permainan, mental bertanding, serta konsistensi performa sepanjang musim.
Selain perombakan skuad, perhatian juga tertuju pada rencana markas baru Adhyaksa FC. Stadion Wibawa Mukti yang berlokasi di Stadion Wibawa Mukti berpeluang besar menjadi home base klub untuk mengarungi Super League 2026/2027.
Wacana pemindahan ini muncul setelah jajaran Pengurus Pusat Persaja melakukan peninjauan langsung ke stadion tersebut untuk melihat kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukungnya.
Ketua Umum Persaja, Asep Nana Mulyana, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan evaluasi sebelum keputusan final diambil terkait pemindahan kandang Adhyaksa FC ke wilayah Kabupaten Bekasi.
Proses ini tidak hanya menyangkut aspek teknis stadion, tetapi juga menyentuh berbagai kebutuhan pendukung klub profesional yang harus sesuai standar kompetisi nasional maupun internasional.
“Hari ini kami dari Persatuan Jaksa Republik Indonesia melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau kesiapan maupun persiapan Stadion Wibawa Mukti. Karena kami berencana memindahkan home base atau basecamp Adhyaksa FC ke Bekasi,” kata Asep.
Baca Juga: Bursa Prediksi Prancis vs Swedia Piala Dunia 2026: Skuad Les Bleus Diunggulkan Menang Telak!
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses pemindahan markas masih berada pada tahap kajian dan belum menjadi keputusan final. Meski demikian, sinyal kuat sudah terlihat bahwa Bekasi menjadi salah satu kandidat utama lokasi home base klub untuk musim mendatang.
Hal ini juga sejalan dengan upaya memperkuat struktur klub agar lebih profesional dan memiliki fasilitas yang lebih memadai. Dalam proses peninjauan tersebut, aspek infrastruktur menjadi perhatian utama.
Kondisi lapangan, tribun penonton, fasilitas latihan, ruang ganti pemain, hingga akses akomodasi menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh. Tidak hanya itu, kebutuhan tambahan seperti mess pemain, fasilitas untuk official, hingga kemungkinan kerja sama dengan apartemen untuk pemain luar daerah juga ikut dibahas secara mendalam.
“Kami juga menanyakan terkait mess pemain, official, sekaligus apartemen apabila kami merekrut pemain dari luar. Karena tentu ada standar-standar FIFA yang harus kami penuhi sesuai regulasi,” ujarnya.
Dalam sepak bola modern, infrastruktur pendukung seperti tempat tinggal pemain dan fasilitas latihan menjadi faktor penting yang memengaruhi performa tim secara keseluruhan.
Selain itu, pembahasan juga akan mencakup skema kerja sama yang lebih luas antara klub dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi apabila rencana tersebut benar-benar direalisasikan. Kerja sama ini tidak hanya berkaitan dengan penggunaan stadion, tetapi juga pengelolaan fasilitas, pengembangan klub, serta dukungan terhadap kegiatan sepak bola di daerah tersebut.
“Setelah ini hasil kunjungan akan kami bawa ke rapat pengurus pusat di Jakarta. Di sana akan diputuskan apakah kami akan berkandang di sini, termasuk membahas skenario kerja sama, baik terkait komposisi kepengurusan maupun pengelolaan stadion,” kata Asep.
Dengan berbagai langkah yang sedang berjalan ini, Adhyaksa FC terlihat tengah membangun fondasi serius untuk menghadapi tantangan besar di Super League 2026/2027.
Perombakan skuad, perpanjangan kontrak pemain kunci, serta rencana pemindahan home base menjadi bagian dari strategi besar klub dalam menyiapkan diri menghadapi level kompetisi yang jauh lebih tinggi.
Kombinasi antara pemain lama yang dipertahankan dan calon rekrutan baru yang akan segera diumumkan diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam tim. Di sisi lain, rencana penggunaan Stadion Wibawa Mukti juga berpotensi memberikan dampak positif, baik dari sisi atmosfer pertandingan maupun dukungan suporter yang lebih luas.
Dengan segala dinamika yang terjadi, Adhyaksa FC kini menjadi salah satu klub promosi yang menarik untuk diikuti perkembangannya menjelang musim baru..(dka)
Editor : Baskoro Septiadi