RADARSEMARANG.ID – PSIM Yogyakarta kembali menjadi sorotan di bursa transfer jelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Klub kebanggaan masyarakat Kota Gudeg tersebut tercatat sudah melepas empat pemain sekaligus dalam periode persiapan musim baru,
sebuah langkah yang menandai adanya perombakan skuad untuk menghadapi tantangan yang lebih berat di musim mendatang. Keempat pemain yang resmi berpisah dengan Laskar Mataram adalah Ikhsan Chan, Deri Corfe, Donny Warmerdam, dan Andy Setyo.
Nama terakhir, Andy Setyo, menjadi yang paling baru meninggalkan tim. Bek tengah berusia 28 tahun itu dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari skuad PSIM setelah resmi merapat ke klub tetangga, PSIS Semarang.
Kepindahan Andy menjadi salah satu transfer yang cukup menyita perhatian publik sepak bola Jawa Tengah dan Yogyakarta, mengingat ia baru semusim memperkuat PSIM sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan karier di tempat lain. Dengan kepindahan ini, Andy sekaligus menutup kiprahnya bersama PSIM Yogyakarta setelah satu musim penuh.
Manajemen PSIM Yogyakarta secara resmi mengumumkan perpisahan dengan sang pemain pada Rabu (1-7-2026). Dalam pernyataan resminya, pihak klub memberikan apresiasi atas kontribusi dan profesionalisme yang telah ditunjukkan oleh Andy Setyo selama berseragam Laskar Mataram.
“Kami mengucapkan terima kasih untuk Andy Setyo. Apresiasi tertinggi kami berikan untuk profesionalisme dan kerja keras yang sudah dia tunjukkan selama bersama Laskar Mataram,” ujar Steven Sunny, General Manager PSIM.
Pihak manajemen juga tidak lupa menyampaikan doa terbaik untuk perjalanan karier sang pemain di klub barunya. Mereka berharap Andy dapat kembali menemukan performa terbaiknya serta tetap menjaga kondisi fisik agar bisa tampil maksimal di kompetisi yang akan datang.
“Kami mendoakan yang terbaik untuk kelanjutan karier Andy di klub barunya nanti. Semoga setelah ini dia bisa kembali ke performa terbaik, selalu fit, dan sukses di tempat baru,” tambahnya.
Kepergian Andy Setyo menambah daftar pemain yang sudah lebih dulu meninggalkan PSIM pada bursa transfer kali ini. Sebelumnya, tiga nama lain juga telah resmi berpisah dengan klub, yaitu Deri Corfe, Donny Warmerdam, dan Ikhsan Chan. Dengan demikian, total ada empat pemain yang tidak lagi masuk dalam rencana tim untuk musim baru.
Dari keempat nama tersebut, dua di antaranya merupakan pemain asing, yakni Deri Corfe dan Donny Warmerdam. Keputusan perpisahan dengan keduanya menandai perubahan signifikan dalam komposisi pemain asing PSIM Yogyakarta.
Donny Warmerdam bahkan sudah dipastikan melanjutkan karier ke luar negeri setelah bergabung dengan klub kasta kedua Liga Belanda, De Graafschap. Kepindahan ini sekaligus mengakhiri perjalanan singkatnya di Indonesia bersama PSIM.
Sementara itu, Deri Corfe menjadi salah satu pemain yang cukup berkesan selama membela Laskar Mataram. Penyerang asal luar negeri tersebut sempat menjadi andalan di lini depan dalam berbagai pertandingan sepanjang musim.
Namun, performanya yang naik turun membuat masa depannya di klub akhirnya berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.
Selama memperkuat PSIM Yogyakarta, Deri Corfe mencatatkan kontribusi yang cukup solid dengan torehan tiga gol dan satu assist dari total 30 pertandingan yang ia jalani.
Meski bukan catatan yang spektakuler, ia tetap menjadi bagian penting dalam skema permainan tim, terutama dalam situasi-situasi tertentu ketika PSIM membutuhkan variasi serangan.
Berbeda dengan Corfe, Donny Warmerdam tidak terlalu banyak mendapatkan kesempatan bermain. Gelandang tersebut lebih sering berkutat dengan masalah cedera yang berkepanjangan sejak awal musim.
Kondisi tersebut membuatnya hanya mampu mencatatkan 11 penampilan bersama PSIM sepanjang musim berjalan. Minimnya menit bermain akhirnya menjadi salah satu faktor utama berakhirnya kerja sama antara kedua belah pihak.
Di sisi lain, meskipun baru saja dilepas oleh PSIM, nama Deri Corfe kini kembali dikaitkan dengan sejumlah klub di Indonesia. Salah satu klub yang disebut-sebut tertarik adalah PSIS Semarang, yang saat ini juga tengah melakukan pembenahan skuad untuk menghadapi kompetisi Championship 2026/2027.
Jika transfer ini benar terjadi, maka Corfe berpotensi menyusul beberapa mantan rekannya untuk tetap berkarier di kompetisi sepak bola Indonesia.
PSIM Yogyakarta sendiri hingga saat ini belum menunjukkan pergerakan besar dalam aktivitas transfer pemain. Klub masih terkesan berhati-hati dan belum melakukan banyak perekrutan untuk musim baru.
Situasi ini membuat para pendukung Laskar Mataram mulai mempertanyakan arah kebijakan tim dalam menyusun kekuatan skuad menghadapi musim yang akan datang.
Sejauh ini, PSIM baru melakukan satu langkah penting dalam hal mempertahankan pemain inti, yaitu dengan memperpanjang kontrak penjaga gawang muda Cahya Supriadi.
Kiper berusia 23 tahun tersebut dipastikan tetap berseragam PSIM untuk dua musim ke depan. Keputusan ini dianggap sebagai langkah positif dalam menjaga stabilitas lini pertahanan tim.
Meski demikian, minimnya aktivitas transfer masuk membuat publik mulai menantikan gebrakan dari manajemen PSIM Yogyakarta. Banyak pendukung yang berharap klub segera mengumumkan rekrutan baru agar persiapan tim tidak tertinggal dari pesaing lain di Super League 2026/2027.
Apalagi, kompetisi musim depan diprediksi akan berjalan lebih ketat dengan banyaknya klub yang melakukan perombakan besar-besaran.
Perubahan komposisi pemain ini juga menunjukkan bahwa PSIM sedang berada dalam fase evaluasi besar terhadap performa musim sebelumnya. Melepas empat pemain sekaligus tentu bukan keputusan kecil, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun skuad yang lebih kompetitif dan seimbang.
Klub tampaknya ingin memastikan bahwa setiap posisi diisi oleh pemain yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan taktik pelatih. Di tengah situasi tersebut, dinamika transfer pemain PSIM Yogyakarta
menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan oleh pecinta sepak bola nasional, khususnya di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Perpindahan Andy Setyo ke PSIS Semarang juga semakin menambah intensitas rivalitas kedua klub bertetangga tersebut, yang selama ini kerap bersaing di berbagai kompetisi.
Dengan masih terbukanya bursa transfer, kemungkinan perubahan skuad PSIM masih sangat besar. Nama-nama baru diprediksi akan segera diumumkan dalam waktu dekat, seiring dengan upaya klub untuk membentuk tim yang lebih solid dan siap bersaing di level tertinggi.
Para pendukung Laskar Mataram kini hanya bisa menunggu dan berharap agar manajemen mampu menghadirkan pemain berkualitas yang bisa membawa PSIM Yogyakarta tampil lebih konsisten di Super League 2026/2027.
Yang jelas, perpisahan dengan empat pemain ini menjadi sinyal kuat bahwa PSIM sedang memasuki era baru dalam pembangunan tim. Kombinasi antara pemain muda, pemain lokal berpengalaman, serta potensi rekrutan baru diharapkan mampu menciptakan keseimbangan yang dibutuhkan untuk menghadapi kerasnya kompetisi musim depan.
Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari manajemen Laskar Mataram, yang akan menentukan arah perjalanan klub di musim yang baru.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi