RADARSEMARANG.ID – Semen Padang FC menunjukkan keseriusan besar untuk segera bangkit setelah musim yang berat di kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Klub berjuluk Kabau Sirah tersebut kini tengah memasuki fase baru dengan target utama kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia melalui Liga 2 Championship musim 2026/2027.
Keputusan turun kasta menjadi titik balik penting yang langsung direspons dengan perombakan besar-besaran, baik dari sisi komposisi pemain, struktur tim, hingga arah kebijakan teknis klub.
Musim sebelumnya menjadi catatan pahit bagi Semen Padang FC setelah harus mengakhiri kompetisi di peringkat ke-17 dari total 18 peserta. Hasil tersebut membuat mereka harus rela terdegradasi bersama beberapa tim lain seperti Persis Solo dan PSBS Biak.
Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat bagi klub yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia, terlebih dengan dukungan suporter fanatik yang selalu setia mendampingi tim di setiap situasi.
Baca Juga: Update Transfer Liga 2 2026/2027, Eks Persib Bandung Rezaldi Hehanussa Resmi Gabung Semen Padang FC
Namun, alih-alih terpuruk terlalu lama, manajemen memilih untuk segera bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh demi memastikan kebangkitan bisa segera terwujud.
Salah satu langkah paling penting yang dilakukan adalah kembali menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih kepala. Nama Nil Maizar bukanlah sosok asing bagi publik Sumatera Barat maupun tubuh Semen Padang FC.
Ia sebelumnya pernah menangani tim ini pada dua periode berbeda, yakni 2010–2012 dan 2015–2017. Pengalaman panjang serta kedekatannya dengan kultur klub membuat kehadirannya dianggap sebagai keputusan strategis untuk membangun kembali identitas permainan Kabau Sirah.
Dengan pemahaman mendalam terhadap karakter pemain lokal dan filosofi klub, Nil Maizar diharapkan mampu membawa stabilitas sekaligus membangun tim yang lebih kompetitif.
Di bawah kendali Nil Maizar, pergerakan Semen Padang FC di bursa transfer langsung menjadi sorotan. Dalam waktu singkat, klub melakukan rekrutmen besar-besaran dengan mendatangkan belasan pemain baru untuk memperkuat seluruh lini.
Hingga kini, tercatat sudah lebih dari 15 pemain anyar yang resmi bergabung, menandakan bahwa proyek rebuild tim ini dilakukan secara serius dan tidak setengah hati.
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah kedatangan Rezaldi Hehanussa. Bek sayap berpengalaman yang akrab disapa “Bule” ini menjadi rekrutan penting setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Persib Bandung.
Kehadiran Rezaldi dianggap sebagai tambahan kekuatan signifikan, terutama di sektor pertahanan dan transisi permainan. Pengalaman panjangnya di kompetisi level tertinggi diharapkan dapat menjadi pembimbing bagi pemain muda serta meningkatkan kualitas organisasi pertahanan Semen Padang FC secara keseluruhan.
Selain Rezaldi, Semen Padang FC juga mendatangkan sejumlah pemain lokal lain yang memiliki reputasi cukup solid di kancah sepak bola nasional.
Nama-nama seperti David Maulana, Rahmat, Ariyanto Maring, Otto Kapisa, Muhammad Hargianto, Irvan Movu, Esteban Vizcarra, Andre Pangestu, Agim Fariansyah, Nur Diansyah, M. Ilham Pratama, Gian Zola, Anwar Rifai, Novri Setiawan, Kemaluddin, Safrudin Tahar, Zulkifli Lukmansyah, hingga Alwi Slamat resmi masuk dalam proyek besar kebangkitan Kabau Sirah. Kehadiran para pemain ini membuat komposisi skuad terlihat jauh lebih dalam dan kompetitif dibanding musim sebelumnya.
Kombinasi pemain berpengalaman dan pemain muda menjadi salah satu strategi utama yang diterapkan oleh manajemen. Dengan banyaknya wajah baru, Semen Padang FC tampak ingin membangun fondasi jangka panjang, bukan sekadar mengejar promosi instan.
Beberapa pemain yang didatangkan juga dikenal memiliki fleksibilitas posisi, sehingga memberi Nil Maizar lebih banyak opsi dalam menyusun taktik di berbagai situasi pertandingan.
Di sektor pemain asing, manajemen juga bergerak cepat dengan mengisi salah satu dari tiga slot yang tersedia. Sosok yang didatangkan adalah bek tengah berusia 33 tahun asal Montenegro, Igor Cukovic, yang sebelumnya bermain di klub kasta tertinggi Liga Montenegro, FK Bokelj.
Kehadirannya diharapkan menjadi solusi untuk memperkuat lini belakang yang sempat menjadi salah satu titik lemah Semen Padang pada musim sebelumnya.
“Igor Cukovic is officially a Kabau Sirah! The Montenegrin rock is here to lock down our defense and fight for the pride of Semen Padang FC this season,” tulis akun @semenpadangfcid
Pernyataan tersebut menggambarkan harapan besar klub terhadap kontribusi pemain asing tersebut. Dengan postur yang kuat dan pengalaman bermain di kompetisi Eropa, Igor diharapkan mampu menjadi pemimpin di lini belakang serta memberikan rasa aman dalam situasi bola mati maupun duel udara.
Meski melakukan perubahan besar di skuad, manajemen Semen Padang FC tetap mempertahankan sejumlah pemain kunci dari musim sebelumnya.
Beberapa nama seperti Ikram Al Giffari, A. Iqbal Bachtiar, Firman Juliansyah, dan Kasim Botan tetap dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan tim.
Keputusan ini diambil agar tidak terjadi perubahan total yang justru bisa mengganggu chemistry antar pemain yang sudah terbentuk.
Keseimbangan antara pemain lama dan rekrutan baru menjadi kunci utama dalam proses pembangunan ulang tim. Para pemain yang bertahan diharapkan dapat menjadi jembatan adaptasi bagi para pemain baru, sehingga proses transisi tidak memerlukan waktu terlalu lama.
Dengan padatnya jadwal kompetisi Liga 2 Championship, stabilitas tim menjadi faktor yang sangat penting untuk menjaga konsistensi performa sepanjang musim.
Di sisi lain, struktur kepelatihan Semen Padang FC juga diperkuat dengan hadirnya jajaran staf yang cukup lengkap. Nil Maizar akan didampingi oleh asisten pelatih seperti Hengky Ardiles dan Nur Iskandar yang sudah memahami karakter klub.
Untuk sektor penjaga gawang, Erick Ibrahim dipercaya sebagai pelatih kiper, sementara aspek fisik pemain ditangani oleh Doni Sefriyanto dengan bantuan Fauzan Maulana. Selain itu, analisis pertandingan juga diperkuat oleh Dinar Bayu Aji dan Rizki Ananda Putra yang bertugas mempelajari performa tim serta lawan secara detail.
Kelengkapan struktur ini menunjukkan bahwa Semen Padang FC tidak hanya fokus pada rekrutmen pemain, tetapi juga membangun sistem kerja profesional di balik layar.
Dalam sepak bola modern, keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain di lapangan, tetapi juga oleh kesiapan analisis, kebugaran fisik, serta strategi yang matang dari tim pelatih.
Namun, perjalanan Semen Padang FC pada musim baru ini juga diwarnai dengan tantangan tersendiri. Salah satunya adalah keputusan untuk sementara waktu tidak menggunakan Stadion GOR Haji Agus Salim di Kota Padang yang sedang menjalani proses renovasi besar-besaran. Sebagai gantinya, Kabau Sirah akan bermarkas di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi selama kompetisi berlangsung.
Perpindahan markas ini tentu membawa dampak yang cukup signifikan, terutama dari sisi dukungan langsung suporter. Meski demikian, manajemen berharap bahwa hal ini tidak mengurangi semangat tim dalam berjuang di setiap pertandingan.
Dari sisi persiapan, Semen Padang FC kini terlihat sedang membangun fondasi baru yang lebih modern dan kompetitif. Dengan kombinasi pelatih berpengalaman, pemain lokal berkualitas, tambahan pemain asing, serta sistem kepelatihan yang lebih terstruktur, klub ini memiliki modal kuat untuk bersaing di Liga 2 Championship musim 2026/2027.
Target utama tentu saja adalah kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, namun perjalanan menuju ke sana dipastikan tidak akan mudah mengingat ketatnya persaingan antar tim.
Dukungan suporter juga menjadi faktor penting dalam perjalanan kebangkitan ini. Semen Padang FC dikenal memiliki basis pendukung yang loyal dan militan, yang selalu memberikan dukungan dalam kondisi apapun.
Meski tim harus bermain di luar kota Padang sementara waktu, harapan besar tetap tertuju pada semangat Kabau Sirah untuk kembali ke jalur kemenangan.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi