RADARSEMARANG.ID – PSIS Semarang kembali melanjutkan langkah penting dalam persiapan menghadapi musim kompetisi baru dengan mempertahankan salah satu pilar utama di sektor penjaga gawang.
Klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut resmi memperpanjang kontrak kiper berpengalaman Rizky Darmawan untuk musim 2026/2027, sebuah keputusan yang menegaskan kepercayaan penuh manajemen terhadap stabilitas lini pertahanan tim.
Pengumuman perpanjangan kontrak tersebut disampaikan langsung melalui akun media sosial resmi PSIS pada Senin malam (22/6/2026). Dalam unggahan tersebut, klub menampilkan pesan bernuansa emosional yang menggambarkan keberlanjutan perjalanan sang penjaga gawang bersama tim kebanggaan Kota Semarang itu.
“Melanjutkan kembali sebuah kisah, Rizky Darmawan tetap menjaga gawang PSIS untuk musim 2026/27. Let's complete the circle, Papa Mahjen!,” tulis PSIS di akun Instagram resminya.
Keputusan mempertahankan Rizky bukan tanpa alasan. Kiper berusia 32 tahun itu dinilai tampil cukup konsisten sepanjang musim sebelumnya di kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Dalam periode tersebut, ia mencatatkan tiga clean sheet dan kebobolan 35 gol dari total 18 pertandingan yang ia jalani sebagai penjaga gawang utama.
Meski statistik kebobolan terlihat cukup tinggi, kontribusi Rizky tetap dianggap penting dalam menjaga keseimbangan tim di tengah ketatnya persaingan liga.
Sejumlah penyelamatan krusial yang ia lakukan pada momen-momen penting turut membantu PSIS tetap bertahan di kasta kedua sepak bola Indonesia dan menjaga peluang untuk membangun ulang kekuatan tim menuju target yang lebih besar.
Asisten Manajer PSIS Semarang, Moch. Reza Handhika, menjelaskan bahwa keputusan memperpanjang kontrak Rizky merupakan hasil evaluasi menyeluruh antara tim pelatih dan manajemen klub.
Menurutnya, ada banyak aspek yang menjadi pertimbangan, tidak hanya soal performa di lapangan, tetapi juga karakter dan kontribusi di ruang ganti.
“Kami masih percaya dengan kemampuan Rizky Darmawan. Selain kualitas yang dimilikinya sebagai seorang kiper, Rizky juga menunjukkan loyalitas dan komitmen yang baik selama membela PSIS,” ujar Reza.
Ia menambahkan bahwa stabilitas skuad menjadi salah satu fokus utama PSIS dalam menyambut musim baru yang diproyeksikan jauh lebih kompetitif.
“Karena itu, kami sepakat untuk melanjutkan kerja sama dengannya untuk musim mendatang,” sambungnya.
Dengan pengalaman panjang yang dimiliki, Rizky diharapkan tidak hanya menjadi pilihan utama di bawah mistar, tetapi juga sosok pemimpin yang mampu memberikan ketenangan kepada pemain muda PSIS. Perannya dipandang penting, terutama dalam membangun mental bertanding tim yang tengah melakukan regenerasi besar-besaran.
Di sisi lain, PSIS saat ini juga mulai merapikan komposisi skuad untuk menghadapi musim 2026/2027. Hingga pertengahan Juni, tercatat sudah ada tujuh pemain yang dipastikan menjadi bagian dari proyek baru klub berdasarkan pengumuman resmi di media sosial.
Selain Rizky Darmawan, PSIS juga mempertahankan winger muda Krisna Jhon yang dinilai memiliki potensi berkembang lebih jauh. Sementara itu, beberapa nama baru juga mulai diperkenalkan sebagai bagian dari kekuatan baru Laskar Mahesa Jenar.
Di antaranya adalah Hari Nur Yulianto, pemain yang sudah sangat lekat dengan sejarah PSIS dan pernah menjadi ikon lini depan tim. Kehadirannya kembali disambut antusias oleh sebagian besar suporter yang menilai pengalaman dan naluri golnya masih sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Update Transfer Liga 2 2026/2027, PSIS Semarang dan Semen Padang FC Bergerak Cepat Di Bursa Transfer
Selain itu, PSIS juga mendatangkan Syahrian Abimanyu, gelandang yang sebelumnya bermain di Persik Kediri. Pengalamannya di level kompetisi tinggi serta statusnya sebagai pemain yang pernah memperkuat tim nasional Indonesia menjadi nilai tambah bagi sektor tengah PSIS.
Nama lain yang turut memperkuat skuad adalah Aldhila Ray Redondo yang kembali berseragam PSIS setelah sebelumnya bermain di Garudayaksa FC. Selain itu, ada juga Komang Tri serta Agus Nova yang juga sebelumnya memperkuat Garudayaksa.
Komposisi pemain yang sudah diumumkan menunjukkan bahwa PSIS mulai membangun kerangka tim dengan kombinasi pemain berpengalaman dan pemain yang sudah memahami kultur klub.
Hingga kini, belum ada pemain asing yang diperkenalkan secara resmi, meskipun rumor mengenai beberapa nama impor mulai beredar di kalangan suporter.
Perubahan besar juga terjadi di kursi kepelatihan. PSIS resmi menunjuk Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih kepala dengan kontrak berdurasi satu musim. Kehadirannya membawa harapan baru bagi arah permainan PSIS yang ditargetkan lebih agresif, disiplin, dan kompetitif.
Widodo dikenal sebagai pelatih yang cukup berpengalaman di sepak bola Indonesia. Ia disebut memiliki rencana detail dalam membangun skuad, termasuk kebutuhan dua pemain untuk setiap posisi agar kompetisi internal dalam tim berjalan sehat.
Dalam beberapa pernyataannya, Widodo mengonfirmasi bahwa proses perekrutan pemain masih terus berlangsung dan beberapa nama masih dalam tahap negosiasi.
“Beberapa pemain masih dalam tahap negosiasi,” ungkapnya singkat.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai siapa saja pemain tersebut, ia memilih untuk tidak membuka detailnya ke publik dan meminta semua pihak menunggu pengumuman resmi dari manajemen klub.
Ia juga menegaskan bahwa sejak awal dirinya mengajukan kebutuhan skuad yang seimbang di semua lini, termasuk kedalaman pemain untuk menghadapi kompetisi panjang.
Sementara itu, Chief Operating Officer PSIS Semarang, Fariz Julinar, menegaskan bahwa target utama klub musim ini adalah promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang kini dikenal sebagai Liga 1 Super League. Target tersebut menjadi dasar dari seluruh keputusan manajemen, termasuk dalam proses perombakan skuad.
“Untuk pemain, kemungkinan perombakan besar karena pelatih ingin menyusun skuad musim ini dengan target yang berbeda,” kata Fariz.
Dengan target tersebut, PSIS tampaknya benar-benar melakukan restrukturisasi tim secara serius. Hingga Selasa (23/6/2026), klub baru memperkenalkan tujuh pemain melalui akun resmi Instagram @psisfcofficial.
Dari jumlah tersebut, terdapat kombinasi pemain lama, mantan pemain yang kembali, hingga pemain yang sebelumnya menjadi bagian dari proyek pelatih baru.
Selain nama-nama yang sudah diumumkan, rumor transfer juga mulai berkembang di kalangan pendukung PSIS. Beberapa nama yang santer disebut akan segera bergabung antara lain Septian David Maulana yang saat ini bermain di Malut United, serta Ahmad Nufiandani yang pernah memperkuat PSIS dan Madura United.
Nama lain yang juga beredar adalah Miftahul Hamdi, Fredyan Wahyu, serta Fitra Ridwan. Sementara itu, untuk pemain asing, beberapa nama seperti Rafinha, Jonathan Bustos, hingga Deri Corfe juga mulai dikaitkan dengan PSIS, meski belum ada konfirmasi resmi dari klub.
Baca Juga: Update Laga Liga 4 Babak 32 Besar, Persiharjo Sukoharjo Punya Modal Penting Kontra Pasuruan United
Selain itu, kabar kembalinya mantan pemain seperti Carlos Fortes dan Gali Freitas juga ikut menambah dinamika rumor bursa transfer PSIS Semarang musim ini.
Dengan seluruh dinamika tersebut, PSIS tampak sedang membangun ulang identitas tim secara menyeluruh. Kombinasi pemain muda, pemain senior, serta kemungkinan tambahan pemain asing membuat publik Semarang menaruh harapan besar pada musim baru.
Di musim Pegadaian Championship 2026/2027, PSIS akan bersaing di Grup Barat bersama sejumlah tim kuat seperti Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Semen Padang, dan Sumsel United.
Persaingan diprediksi akan berlangsung ketat mengingat masing-masing tim memiliki ambisi serupa untuk meraih tiket promosi. Bagi PSIS, mempertahankan pemain kunci seperti Rizky Darmawan menjadi bagian penting dari strategi menjaga stabilitas sekaligus membangun fondasi kuat menuju target besar musim ini.
Dengan komposisi skuad yang terus berkembang, dukungan pelatih baru, serta ambisi manajemen yang jelas, PSIS Semarang kini memasuki fase penting dalam perjalanan mereka. Musim 2026/2027 akan menjadi ujian nyata apakah Laskar Mahesa Jenar mampu mewujudkan target kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi