RADARSEMARANG.ID – Masa depan Riko Simanjuntak kembali menjadi sorotan di bursa transfer Liga Indonesia setelah resmi berpisah dengan Persija Jakarta. Winger berusia 34 tahun tersebut kini dikabarkan berpeluang besar untuk tetap melanjutkan kariernya bersama PSS Sleman pada musim kompetisi 2026/2027.
Situasi ini menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional, mengingat Riko merupakan salah satu pemain sayap paling konsisten dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia.
Kabar perpisahan Riko dengan Persija semakin kuat setelah klub ibu kota itu merilis daftar pemain yang tidak lagi dipertahankan pada Rabu (17/6/2026).
Dalam pengumuman tersebut, nama Riko Simanjuntak tercantum bersama beberapa pemain lain seperti Hansamu Yama dan Alfriyanto Nico. Keputusan ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjang Riko bersama Macan Kemayoran yang telah berlangsung sejak 2018.
Kontrak Riko sendiri diketahui akan berakhir pada 30 Juni mendatang, sehingga membuka peluang bagi klub lain untuk mengamankan jasanya tanpa hambatan berarti.
Dalam situasi seperti ini, PSS Sleman menjadi salah satu tim yang paling sering dikaitkan dengan masa depan sang pemain, terutama karena Riko sebelumnya sudah sempat menjalani masa peminjaman bersama Super Elja dalam dua musim terakhir.
Selama berada di PSS Sleman, kontribusi Riko dinilai cukup signifikan. Kecepatan, kelincahan, serta kreativitasnya di sektor sayap membuat lini serang PSS lebih hidup dan dinamis.
Meski statusnya hanya sebagai pemain pinjaman, peran Riko di dalam tim tetap terasa penting, baik dalam skema permainan maupun dalam membantu perkembangan pemain muda di skuad Sleman.
Perpisahan dengan Persija Jakarta juga menjadi penutup dari era panjang kebersamaan Riko dengan klub tersebut. Sejak pertama kali bergabung pada 2018, ia langsung menjelma menjadi salah satu pemain kunci di lini serang. Dengan gaya bermain yang eksplosif, Riko kerap menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan penting, baik di kompetisi liga maupun turnamen domestik lainnya.
Berdasarkan data yang tercatat di Transfermarkt, Riko Simanjuntak telah membukukan 207 penampilan bersama Persija Jakarta. Dari jumlah tersebut, ia berhasil mencetak 12 gol serta menyumbangkan 67 assist.
Catatan ini menunjukkan bahwa kontribusinya bukan hanya dalam hal mencetak gol, tetapi juga dalam menciptakan peluang bagi rekan setimnya.
Peran Riko sebagai winger sangat vital dalam skema permainan Persija. Dikenal dengan julukan “Si Kancil”, ia memiliki kecepatan di atas rata-rata serta kemampuan dribel yang sulit dihentikan oleh bek lawan.
Selain itu, kecerdasannya dalam membaca ruang membuatnya sering berada di posisi yang tepat untuk memberikan umpan matang maupun melakukan penetrasi berbahaya dari sisi sayap.
Selama berseragam Persija, Riko juga turut berkontribusi dalam berbagai pencapaian penting klub. Ia menjadi bagian dari skuad yang meraih gelar Liga 1 2018, Piala Presiden 2018, Boost Fix Super Cup 2018, serta Piala Menpora 2021. Deretan trofi tersebut memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain yang memiliki kontribusi besar dalam era kejayaan Persija beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Persebaya dan Ramadhan Sananta, PSS Sleman Deg-degan
Meski demikian, hingga saat ini manajemen PSS Sleman belum memberikan pernyataan resmi terkait kelanjutan masa depan Riko. Namun, berbagai sinyal yang muncul di permukaan justru semakin menguatkan spekulasi bahwa sang winger akan bertahan di Yogyakarta. Salah satu indikasi datang dari lingkungan terdekatnya yang memberikan pernyataan bernada kode.
Saudara Riko, Johan Simanjuntak, bahkan memberikan pernyataan singkat yang langsung memicu spekulasi publik. Ia menyebut bahwa Yogyakarta masih memiliki tempat spesial di hati sang pemain. “Jogja masih di hati. Itu clue-nya,” ujar Johan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Minggu (21/6/2026).
Pernyataan tersebut langsung menjadi bahan perbincangan di media sosial dan komunitas sepak bola Indonesia. Banyak pendukung PSS Sleman berharap bahwa Riko benar-benar akan melanjutkan kariernya bersama klub berjuluk Super Elja tersebut. Faktor kedekatan dengan lingkungan tim, dukungan suporter, serta kenyamanan yang dirasakan selama masa peminjaman menjadi alasan utama yang diyakini membuat Riko betah di Sleman.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi