Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bursa Transfer Super League 2026/2027, Persija Jakarta dan Persijap Jepara Mulai Bersih bersih

Deka Yusuf Afandi • Jumat, 19 Juni 2026 | 17:38 WIB
Bursa transfer Super League 2026/2027
Bursa transfer Super League 2026/2027

 

 

RADARSEMARANG.ID –  Perombakan besar mulai terlihat di tubuh Persija Jakarta jelang musim 2026/2027. Setelah resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala, klub ibu kota tersebut langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi skuad.

Kebijakan ini menjadi bagian dari rencana besar untuk membangun kembali kekuatan tim dengan arah yang lebih jelas dan kompetitif.

Keputusan awal yang mencuri perhatian publik adalah dilepasnya sejumlah pemain lokal yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Persija. Empat nama yang sudah tidak lagi masuk dalam rencana tim musim depan adalah Hanif Sjahbandi, Hansamu Yama, Alfriyanto Nico, dan Riko Simanjuntak.

Mereka bukan sosok sembarangan, karena masing-masing memiliki kontribusi dan jejak tersendiri selama mengenakan seragam merah kebanggaan Macan Kemayoran.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Persita Tangerang Resmi Lepas 13 Pemain, Bali United Bidik Striker Eropa

Langkah ini sekaligus menandai dimulainya era baru di bawah arahan pelatih asal Korea Selatan tersebut. Shin Tae-yong dikenal memiliki standar tinggi dalam kedisiplinan, intensitas permainan, serta kebutuhan taktis yang menuntut pemain sesuai dengan sistem yang ia inginkan. Karena itu, proses perombakan skuad menjadi sesuatu yang hampir tak terhindarkan.

Dari keempat nama yang dilepas, keputusan perpisahan dengan Hanif Sjahbandi menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Gelandang berusia 29 tahun itu sebenarnya masih memiliki sisa kontrak satu musim, namun kedua pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat. Hanif sendiri sudah menjadi bagian penting Persija sejak bergabung pada 2022.

Selama memperkuat klub ibu kota, Hanif mencatatkan 98 penampilan dengan kontribusi enam gol dan tujuh assist. Meski statistiknya tidak terlalu mencolok, perannya di lini tengah cukup vital, terutama dalam menjaga keseimbangan permainan. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Hanif kerap dibekap cedera yang membuat kontribusinya tidak maksimal di lapangan.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 2026/2027, Maxwell Souza Dirumorkan Tinggalkan Persija Jakarta dan Merapat ke Persib Bandung

Manajemen Persija memberikan penghormatan atas dedikasi sang pemain selama ini. Presiden klub, Mohamad Prapanca, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap Hanif yang dianggap selalu menunjukkan profesionalisme tinggi.

"Kami bangga pernah berjalan bersama Hanif, seorang pemain yang selalu menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi dalam setiap perjuangannya," ujar Mohamad Prapanca, Presiden Persija.

"Namun, saat ini kami telah memilih jalan masing-masing. Dengan reputasi positif yang ia miliki, kami percaya Hanif akan terus berkembang dan kembali bersinar di klub barunya," jelasnya.

Selain Hanif, tiga pemain lain juga dipastikan tidak akan melanjutkan kebersamaan dengan Persija Jakarta. Hansamu Yama, Alfriyanto Nico, dan Riko Simanjuntak resmi berstatus bebas transfer setelah kontrak mereka tidak diperpanjang oleh manajemen klub.

Keputusan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan jika melihat situasi musim sebelumnya, di mana ketiganya lebih banyak menjalani masa peminjaman atau tidak menjadi pilihan utama.

Baca Juga: Liga 2 2026/2027 Segera Bergulir, Inilah Komposisi Grup Barat dan Timur yang Berpotensi Melahirkan Persaingan Sengit

Hansamu sempat dipinjamkan ke Arema FC, Alfriyanto Nico bermain untuk Persis Solo, sementara Riko Simanjuntak memperkuat PSS Sleman. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa mereka memang sudah berada di luar rencana utama tim sejak beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, kontribusi ketiganya tetap mendapat apresiasi dari klub. Riko misalnya, dikenal sebagai salah satu pemain yang memiliki kecepatan dan determinasi tinggi di sisi sayap, sementara Hansamu pernah menjadi andalan di lini pertahanan. Nico juga masih dianggap sebagai pemain muda potensial yang pernah diharapkan bisa berkembang lebih jauh di Persija.

Mohamad Prapanca kembali menegaskan rasa terima kasihnya kepada para pemain tersebut atas kontribusi mereka selama berseragam Persija.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Riko, Nico, dan Hansamu atas perjuangannya yang telah mereka tunjukkan selama berseragam Persija," tutur Prapanca.

"Meski kebersamaan ini harus berakhir, kami semua tetap saling menghormati. Keputusan tersebut sebagai bagian dari dinamika sepak bola profesional. Kami mendoakan yang terbaik untuk karier mereka selanjutnya," ungkap Panca, panggilannya.

Pergerakan ini memperkuat sinyal bahwa Persija benar-benar sedang memasuki fase restrukturisasi besar. Dengan kehadiran Shin Tae-yong, arah pembangunan tim diperkirakan akan lebih terstruktur, disiplin, dan berorientasi pada sistem permainan modern yang menuntut intensitas tinggi serta fleksibilitas taktik.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 2026/2027, Persib Bandung Dikaitkan dengan Eks Bintang Liverpool dan Manchester United

Di sisi lain, dinamika serupa juga terjadi di sejumlah klub lain menjelang musim baru Super League 2026/2027. Salah satu yang turut menjadi sorotan adalah Persijap Jepara yang juga melakukan perpisahan dengan salah satu pemain asingnya.

Klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu resmi melepas winger asal Brasil, Carlos Franca. Keputusan ini diambil setelah kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama yang telah terjalin selama satu musim kompetisi penuh. Meski perpisahan ini terjadi secara profesional, kehadiran Franca selama di Jepara meninggalkan kesan yang cukup kuat bagi klub maupun suporter.

Manajemen Persijap menyampaikan bahwa proses perpisahan berjalan dengan komunikasi yang baik dan penuh rasa saling menghormati. Tidak ada konflik dalam keputusan tersebut, melainkan murni bagian dari evaluasi tim untuk menyambut musim baru dengan komposisi yang lebih sesuai kebutuhan pelatih.

Selama musim 2025/2026, Carlos Franca tampil cukup menonjol di lini serang Persijap. Pemain berusia 30 tahun itu mencatatkan 10 gol dan tiga assist, dengan total menit bermain lebih dari 2.430 menit. Catatan tersebut menunjukkan bahwa ia merupakan salah satu pemain penting dalam skema permainan tim.

Kontribusinya tidak hanya terlihat dari statistik, tetapi juga dari konsistensi performa di lapangan. Ia beberapa kali menjadi pembeda dalam pertandingan penting, sekaligus menjadi salah satu motor serangan utama Persijap sepanjang musim.

Selain kontribusi teknis, Franca juga dikenal memiliki hubungan baik dengan lingkungan klub. Ia mudah beradaptasi dengan rekan setim, manajemen, serta mendapat sambutan hangat dari para suporter. Hal ini membuat kepergiannya terasa cukup emosional bagi sebagian pihak.

Manajemen Persijap memberikan apresiasi khusus atas dedikasi yang telah ditunjukkan pemain asal Brasil tersebut. Mereka menilai Franca bukan hanya memberikan kontribusi dari sisi permainan, tetapi juga membawa nilai profesionalisme selama berada di Indonesia.

Dalam pesan perpisahannya, Carlos Franca juga menyampaikan ungkapan yang cukup menyentuh terkait pengalamannya selama bermain di Indonesia. Ia mengaku merasa diterima dengan sangat baik oleh masyarakat Jepara dan menyimpan banyak kenangan bersama keluarganya selama berada di sana.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 2026/2027, Persija Jakarta Resmi Berpisah dengan Allano Lima, Padahal Sang Pemain Masih Ingin Bertahan

“Saya dan keluarga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jepara, yang telah menerima kami dengan begitu hangat sejak hari pertama. Kami merasa seperti di rumah sendiri,” ujar Franca.

Perpisahan antara klub dan pemain seperti ini memang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dinamika sepak bola profesional. Pergantian pelatih, perubahan strategi, hingga kebutuhan taktis sering kali membuat keputusan sulit harus diambil, meski melibatkan pemain yang pernah berjasa besar.

Dalam konteks Persija, langkah awal bersama Shin Tae-yong ini memperlihatkan keseriusan klub untuk melakukan transformasi besar. Evaluasi skuad yang dilakukan sejak awal menunjukkan bahwa manajemen tidak ingin setengah-setengah dalam membangun tim baru yang lebih kompetitif.

Publik kini menunggu langkah lanjutan Macan Kemayoran dalam bursa transfer. Dengan banyaknya pemain yang dilepas, kebutuhan untuk mendatangkan wajah baru tentu menjadi prioritas utama. Apalagi, ekspektasi terhadap Persija selalu tinggi setiap musimnya, mengingat status mereka sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia.

Perombakan ini juga membuka ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan kesempatan lebih besar. Dalam beberapa musim terakhir, regenerasi menjadi isu penting di banyak klub Liga Indonesia, termasuk Persija yang kini dituntut menyeimbangkan antara pengalaman dan energi muda.

Sementara itu, kepergian pemain-pemain berpengalaman seperti Riko Simanjuntak dan Hansamu Yama tentu akan meninggalkan ruang yang harus segera diisi. Kedua pemain tersebut dikenal memiliki karakter kuat di lapangan dan pengalaman panjang di kompetisi tertinggi.

Dengan segala perubahan yang terjadi, musim 2026/2027 diperkirakan akan menjadi salah satu fase paling menarik dalam perjalanan Persija. Kombinasi pelatih baru, struktur tim yang berubah, serta masuknya pemain-pemain baru akan menjadi faktor penentu sejauh mana klub ini bisa bersaing di papan atas. (dka)

Editor : Baskoro Septiadi
#Bursa transfer Super League 2026 #Transfer pemain Liga Indonesia terbaru #Bursa transfer sepak bola Indonesia #Super League 2026 2027 #transfer pemain