Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bursa Transfer Super League 2026/2027, Ramadhan Sananta Ucapkan Salam Perpisahan, Persik Lepas Yusuf Meilana

Deka Yusuf Afandi • Rabu, 17 Juni 2026 | 12:43 WIB
Ramadhan Sananta resmi berpisah dengan DPMM FC. Komentar Rizky Ridho di media sosial memicu spekulasi soal peluang sang striker Timnas Indonesia bergabung dengan Persebaya Surabaya.
Ramadhan Sananta resmi berpisah dengan DPMM FC. Komentar Rizky Ridho di media sosial memicu spekulasi soal peluang sang striker Timnas Indonesia bergabung dengan Persebaya Surabaya.

 

RADARSEMARANG.ID –  Masa depan penyerang Timnas Indonesia Ramadhan Sananta kembali menjadi sorotan publik setelah sang pemain mengisyaratkan berakhirnya kebersamaan dengan klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC. Unggahan yang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (16/6/2026) langsung memancing berbagai spekulasi mengenai klub yang akan menjadi pelabuhan berikutnya dalam karier sang striker.

Dalam unggahan tersebut, Ramadhan Sananta menyampaikan pesan penuh makna yang dianggap sebagai ucapan perpisahan kepada DPMM FC. Pemain berusia 23 tahun itu menuliskan rasa syukur atas pengalaman yang diperolehnya selama satu musim terakhir bersama klub yang berkompetisi di Malaysia Super League tersebut.

"Terima kasih untuk tahun yang tak terlupakan. Bersyukur untuk setiap pelajaran, setiap tantangan, dan setiap momen. Menuju bab berikutnya," tulis Sananta.

Baca Juga: 3 Eks Pemain PSM Makassar Merapat ke Persebaya, Syahrian Abimanyu Resmi Gabung PSIS Semarang

Pesan singkat tersebut segera menarik perhatian para penggemar sepak bola Indonesia. Tidak sedikit yang mencoba menafsirkan maksud di balik kalimat "menuju bab berikutnya" sebagai tanda bahwa Sananta sudah memiliki rencana baru untuk melanjutkan karier profesionalnya.

Spekulasi semakin berkembang setelah kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, turut memberikan komentar pada unggahan tersebut. Bek tengah yang kini menjadi salah satu pemain andalan skuad Garuda itu hanya menuliskan satu kata, yakni "Wani".

Komentar singkat tersebut ternyata cukup untuk membuat para penggemar ramai berspekulasi. Pasalnya, kata "Wani" sangat identik dengan Persebaya Surabaya dan kelompok suporternya, Bonek. 

Slogan terkenal "Salam Satu Nyali, Wani" selama ini menjadi simbol semangat serta identitas kuat klub berjuluk Bajul Ijo tersebut. Banyak netizen kemudian mengaitkan komentar Rizky Ridho dengan kemungkinan bergabungnya Ramadhan Sananta ke Persebaya Surabaya.

Dugaan tersebut semakin menguat karena Persebaya memang tengah aktif membangun skuad yang lebih kompetitif untuk menghadapi BRI Super League 2026/2027.

Baca Juga: Bursa Transfer Memanas! Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Dilirik Inter Milan

Kabar ketertarikan Persebaya terhadap Sananta sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa pekan terakhir, nama mantan striker PSM Makassar itu kerap dikaitkan dengan klub kebanggaan warga Surabaya tersebut. Kehadirannya dianggap mampu menambah variasi serangan dan meningkatkan kedalaman skuad racikan pelatih Bernardo Tavares.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait masa depan Ramadhan Sananta. Baik pihak pemain maupun klub yang dikabarkan berminat masih belum memberikan konfirmasi mengenai kemungkinan transfer tersebut.

Berakhirnya kerja sama Sananta dengan DPMM FC sendiri sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Klub tersebut secara resmi mengucapkan salam perpisahan kepada sang pemain pada 13 Mei 2026.

Dengan demikian, status Sananta saat ini menjadi salah satu topik yang cukup menarik untuk diikuti menjelang dimulainya musim baru.

Baca Juga: 16 Pemain PSIS Semarang Akhirnya Dilepas Dalam Bursa Transfer Liga 1, Begini Kata Manajemen

Selama memperkuat DPMM FC, performa Sananta memang belum mampu menunjukkan ketajaman terbaiknya. Dalam satu musim kompetisi, pemain kelahiran Daik, Kepulauan Riau, itu tampil sebanyak 27 kali di berbagai ajang.

Dari total penampilan tersebut, Sananta hanya berhasil mencetak empat gol dan menyumbangkan dua assist. Catatan tersebut dinilai masih jauh dari ekspektasi yang dibebankan kepadanya ketika memutuskan berkarier di luar negeri.

Meski statistiknya belum terlalu menonjol, kualitas Ramadhan Sananta tetap mendapat perhatian. Pengalaman bermain di kompetisi luar negeri dinilai menjadi modal berharga bagi perkembangan kariernya ke depan. Selain itu, usia yang masih relatif muda membuat peluangnya untuk berkembang tetap terbuka sangat lebar.

Di level internasional, Sananta masih menjadi salah satu nama yang masuk dalam radar Timnas Indonesia. Pelatih John Herdman diketahui sempat memberikan kepercayaan kepada sang striker untuk mengisi lini depan skuad Garuda dalam sejumlah pertandingan internasional.

Pada FIFA Series 2026, Sananta bahkan dipercaya tampil sebagai starter ketika Timnas Indonesia menghadapi St Kitts and Nevis serta Bulgaria. Kesempatan tersebut menunjukkan bahwa dirinya masih dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting tim nasional.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga Indonesia, PSIS Semarang Datangkan Pelatih Baru, PSS Sleman dan Barito Putera Mulai Berbenah Diri

Namun situasi berubah ketika Timnas Indonesia menjalani agenda FIFA Matchday Juni 2026. Nama Ramadhan Sananta tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil.

Absennya sang striker kemudian memunculkan berbagai diskusi mengenai langkah terbaik yang harus diambilnya demi menjaga peluang kembali ke tim nasional.

Karena itu, keputusan mengenai klub berikutnya menjadi sangat penting bagi perjalanan karier Sananta. Ia membutuhkan lingkungan yang tepat untuk mendapatkan menit bermain reguler dan kembali menunjukkan performa terbaiknya.

Konsistensi di level klub diyakini akan menjadi faktor utama apabila ingin kembali mendapat tempat di skuad Timnas Indonesia pada agenda internasional mendatang.

Sementara itu, dinamika bursa transfer Super League 2026/2027 tidak hanya menghadirkan cerita mengenai Ramadhan Sananta. Pergerakan pemain lokal juga menjadi perhatian, termasuk kabar berakhirnya kebersamaan Yusuf Meilana dengan Persik Kediri.

Setelah hampir satu dekade menjadi bagian penting dari perjalanan Persik, Yusuf Meilana akhirnya resmi berpisah dengan klub yang telah membesarkan namanya. Keputusan tersebut menandai berakhirnya salah satu kisah loyalitas yang cukup langka dalam sepak bola modern Indonesia.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 2 2025/2026, Tornado FC Mulai Program Latihan, Persipura Jayapura Pulangkan John Pigai

Sinyal perpisahan sebenarnya sudah terlihat sejak paruh kedua musim lalu ketika Persik memutuskan meminjamkan Yusuf Meilana ke Bali United. Setelah masa peminjaman berakhir dan sang pemain kembali ke Kediri, manajemen akhirnya mengambil keputusan untuk melepasnya secara permanen.

Kini Yusuf Meilana berstatus tanpa klub. Situasi tersebut langsung memunculkan berbagai spekulasi mengenai tujuan karier berikutnya. Salah satu klub yang disebut-sebut berpotensi menjadi pelabuhan baru pemain berusia 27 tahun itu adalah Persebaya Surabaya.

Nama Yusuf Meilana memang memiliki tempat tersendiri di hati para pendukung Persik Kediri. Selama hampir sembilan tahun terakhir, ia menjadi salah satu sosok yang identik dengan kebangkitan Macan Putih dari kompetisi kasta bawah hingga kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.

Bek kiri yang identik dengan nomor punggung tujuh tersebut turut menjadi bagian penting ketika Persik meraih gelar juara Liga 3 pada 2018 dan Liga 2 pada 2019. Prestasi tersebut memiliki arti besar karena membawa Persik kembali tampil di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Kontribusi Yusuf tidak hanya terlihat dari sisi permainan. Kehadirannya juga menjadi simbol loyalitas dan dedikasi terhadap klub daerah asalnya. Sepanjang membela Persik, ia mencatatkan sekitar 125 penampilan di berbagai kompetisi dengan torehan tiga gol dan delapan assist.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Borneo FC Bikin Heboh Bursa Transfer,Persita Lepas Bae Sin Yeong dan Muhammad Toha

Manajer Tim Persik, Rachmad Tri Kuncara, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi yang telah diberikan Yusuf Meilana selama berseragam Macan Putih.

"Selama hampir satu dekade, Yusuf tidak hanya menjadi bagian dari skuad sebagai pemain. Tetapi juga pelaku sejarah di liku-liku perjalanan, tantangan, dan prestasi yang dilalui Persik sejak Liga 3 hingga naik ke Liga 1 lagi," katanya.

Menurut Kuncara, perjalanan panjang yang dilalui Yusuf bersama Persik menjadikannya salah satu figur penting dalam sejarah klub. Tidak hanya sebagai pemain, ia juga dianggap sebagai teladan bagi generasi muda yang sedang berkembang di lingkungan tim.

Manajemen, pelatih, hingga para pemain Persik pun memberikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun.

"Nama Yusuf Meilana akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan klub. Yusuf selama ini juga adalah panutan bagi pemain muda," jelasnya.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 2026/2027, Maxwell Souza Dirumorkan Tinggalkan Persija Jakarta dan Merapat ke Persib Bandung

Pihak klub meyakini pengalaman dan kualitas yang dimiliki Yusuf masih akan sangat berguna bagi tim mana pun yang berhasil mendapatkan jasanya pada musim depan.

Pada musim 2025/2026, Yusuf tercatat tampil dalam 14 pertandingan sebelum akhirnya menjalani masa peminjaman ke Bali United pada pertengahan musim. Meski waktu bermainnya tidak sebanyak musim-musim sebelumnya, kontribusinya tetap mendapat apresiasi dari manajemen klub.

"Kami sangat berterima kasih atas loyalitas, dedikasi serta semua kerja keras Yusuf selama ini. Kami mendoakan yang terbaik dalam setiap langkah berikutnya," tuturnya..(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
#Bursa transfer Super League 2026 #Transfer pemain Liga Indonesia terbaru #Bursa transfer sepak bola Indonesia #Super League 2026 2027 #update transfer pemain Liga Indonesia