RADARSEMARANG.ID – Waktu boleh terus berjalan, tetapi kualitas Lionel Messi seolah tak ikut menua. Saat banyak pemain seusianya sudah pensiun atau memilih kompetisi yang lebih ringan, kapten Argentina itu justru kembali menjadi pusat perhatian di panggung terbesar sepak bola dunia.
Pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026, Messi tampil sebagai aktor utama saat Argentina menaklukkan Aljazair dengan skor telak 3-0. Tiga gol yang bersarang ke gawang lawan menjadi bukti bahwa sentuhan magis sang megabintang masih sangat hidup.
Penampilan tersebut sekaligus menjadi jawaban bagi mereka yang meragukan kemampuan Messi menghadapi turnamen sekelas Piala Dunia di usia 38 tahun. Alih-alih kesulitan bersaing dengan pemain yang jauh lebih muda, Messi justru tampil dominan dan menjadi pemain paling berbahaya di lapangan.
Sejak menit awal, Argentina memang menguasai permainan. Namun dominasi itu baru benar-benar menghasilkan perbedaan ketika Messi mulai menunjukkan kualitasnya. Pergerakan tanpa bola, visi bermain, hingga ketajaman penyelesaian akhir masih berada di level tertinggi.
Baca Juga: Messi Belum Habis! Hattrick di Usia 38 Tahun Antar Argentina Hajar Aljazair 3-0
Yang menarik, Messi tidak hanya menjadi pencetak gol. Ia juga berperan sebagai pengatur ritme permainan Argentina. Hampir setiap serangan berbahaya La Albiceleste berawal dari kaki pemain yang kini memperkuat Inter Miami tersebut.
Bagi Argentina, keberadaan Messi tetap menjadi faktor yang sulit tergantikan. Meski skuad saat ini dihuni banyak pemain muda berbakat, pengalaman dan ketenangan sang kapten masih menjadi senjata utama tim asuhan Lionel Scaloni.
Piala Dunia 2026 sejak awal diprediksi menjadi turnamen terakhir Messi bersama tim nasional Argentina. Karena itu, setiap penampilannya mendapat perhatian besar dari publik sepak bola dunia.
Baca Juga: Di Tengah Bayang-Bayang Konflik dengan Amerika, Iran Berjuang Menjaga Asa di Piala Dunia 2026
Namun jika melihat performa saat menghadapi Aljazair, Messi belum menunjukkan tanda-tanda akan melambat. Ia masih mampu berlari, menciptakan ruang, membaca permainan lebih cepat dibanding lawan, dan yang paling penting, tetap produktif mencetak gol.
Penampilan gemilang tersebut membuat harapan Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia kembali menguat. Jika Messi mampu menjaga performanya sepanjang turnamen, peluang Albiceleste melangkah jauh tentu semakin terbuka.
Bagi para penggemar sepak bola, Piala Dunia 2026 mungkin bukan sekadar tentang perjalanan Argentina mempertahankan mahkota juara. Turnamen ini juga menjadi kesempatan terakhir menyaksikan salah satu pemain terbaik sepanjang masa beraksi di panggung terbesar dunia.
Dan dari apa yang diperlihatkannya pada laga pertama, Lionel Messi tampaknya belum siap menutup kisahnya.
Sebaliknya, ia justru sedang menulis bab baru yang bisa menjadi salah satu penutup paling indah dalam sejarah sepak bola dunia.
Editor : Baskoro Septiadi