RADARSEMARANG.ID – Mereka yang mengira era keemasan Lionel Messi telah berakhir tampaknya harus berpikir ulang. Di usia 38 tahun dan menjalani Piala Dunia keenam dalam kariernya, sang kapten kembali menunjukkan kelasnya dengan cara yang paling spektakuler.
Messi mencetak hattrick dan membawa juara bertahan Argentina membuka kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Aljazair pada laga Grup J di Kansas City.
Bukan sekadar kemenangan biasa. Laga ini menjadi panggung pembuktian bahwa Messi masih mampu menjadi pembeda di level tertinggi sepak bola dunia.
Gol pertama lahir lewat aksi khas yang selama dua dekade membuat dunia berdecak kagum. Messi menerima bola di area tengah, bergerak maju tanpa ragu, lalu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang menghujam pojok gawang Aljazair. Kiper Luca Zidane sebenarnya sempat menyentuh bola, namun tetap tak mampu menghentikan laju tembakan sang megabintang.
Baca Juga: Jadwal Piala Dunia 2026 WIB: Format Baru 48 Tim dan Lokasi Pertandingan Kamis 18 Juni 2026
Gol itu menjadi sinyal bahwa Argentina masih memiliki senjata utama yang belum tumpul.
Sepanjang pertandingan, Aljazair berusaha memberi perlawanan. Namun setiap kali mencoba bangkit, mereka kembali dihukum oleh kecerdasan dan insting gol Messi.
Dua gol tambahan yang lahir setelahnya melengkapi hattrick pertama Messi sepanjang sejarah penampilannya di Piala Dunia. Salah satunya bahkan tercipta melalui tendangan jarak jauh yang kembali memperlihatkan kualitas luar biasa pemain berjuluk La Pulga tersebut.
Pencapaian itu terasa semakin istimewa karena Messi kini menjadi pemain kedua yang mampu mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda. Ia juga menyamai rekor jumlah gol terbanyak di putaran final Piala Dunia dengan koleksi 16 gol.
Banyak yang memprediksi Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung perpisahan Messi. Namun penampilan melawan Aljazair justru menghadirkan pesan berbeda.
Messi tidak datang ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sekadar untuk menikmati turnamen terakhirnya. Ia datang untuk bersaing, mencetak sejarah, dan mungkin sekali lagi membawa Argentina menuju tangga juara.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, sebelumnya menyebut seluruh dunia menantikan aksi Messi di Piala Dunia ini. Sang kapten menjawab ekspektasi tersebut dengan penampilan yang nyaris sempurna.
Baca Juga: Di Tengah Bayang-Bayang Konflik dengan Amerika, Iran Berjuang Menjaga Asa di Piala Dunia 2026
Kemenangan ini sekaligus menegaskan status Argentina sebagai salah satu kandidat terkuat juara dunia. Namun lebih dari itu, laga pembuka Grup J menghadirkan satu kesimpulan yang sulit dibantah.
Lionel Messi mungkin telah berusia 38 tahun. Tetapi di panggung terbesar sepak bola dunia, ia masih mampu membuat pertandingan terasa miliknya seorang diri.
Editor : Baskoro Septiadi