RADARSEMARANG.ID – Kendal Tornado FC terus memperlihatkan ambisi besar menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Klub yang dikenal dengan julukan Laskar Badai Pantura tersebut kembali membuat gebrakan di bursa transfer dengan merekrut gelandang asal Brasil, Diego Pires Dall'Oca.
Kehadiran pemain berpengalaman itu menjadi sinyal kuat bahwa Kendal Tornado FC tidak hanya ingin menjadi peserta kompetisi, tetapi juga berupaya tampil sebagai salah satu penantang serius dalam perebutan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Rekrutan Diego Pires menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan manajemen untuk memperkuat sektor lini tengah. Pemain kelahiran Brasil pada 13 September 1995 tersebut memiliki karakter permainan yang fleksibel dan mampu mengisi berbagai peran di lapangan.
Kemampuannya bermain sebagai gelandang serang, gelandang tengah, maupun gelandang bertahan membuatnya menjadi aset berharga bagi tim yang sedang membangun skuad kompetitif.
Baca Juga: Update Terbaru Bansos PKH dan BPNT 2026, Status KPM Berubah dari Gagal Rekening ke SPM dan Siap Cair
Sepanjang musim lalu, Diego tampil cukup impresif bersama Sumsel United di ajang Pegadaian Championship. Konsistensinya terlihat dari jumlah penampilan yang mencapai 25 pertandingan.
Tidak hanya berperan sebagai pengatur ritme permainan, Diego juga menunjukkan kontribusi nyata dalam produktivitas tim dengan mencetak empat gol dan menyumbangkan 10 assist sepanjang kompetisi.
Catatan statistik tersebut menempatkan namanya sebagai salah satu gelandang paling produktif selama musim berlangsung. Kontribusi yang seimbang antara bertahan dan menyerang membuat sejumlah klub menaruh perhatian terhadapnya.
Bahkan, beberapa tim yang berkompetisi di Super League sempat dikabarkan tertarik untuk mendapatkan jasanya menjelang musim baru.
Namun di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Diego akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Kendal Tornado FC. Keputusan tersebut menjadi bukti bahwa proyek yang sedang dibangun klub asal Kabupaten Kendal memiliki daya tarik tersendiri bagi para pemain berkualitas.
Pilihan tersebut juga menunjukkan adanya keyakinan dari sang pemain terhadap visi dan target yang ingin dicapai klub pada musim mendatang.
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Diego Pires saat ini berada di kisaran Rp3,04 miliar. Angka tersebut mencerminkan kualitas dan pengalaman yang telah ia kumpulkan selama berkarier di berbagai kompetisi internasional.
Meski nilai pasar bukan satu-satunya ukuran kemampuan pemain, fakta tersebut menunjukkan bahwa Kendal Tornado FC berhasil mengamankan salah satu gelandang asing dengan reputasi cukup baik.
Sebelum berkarier di Indonesia, Diego lebih banyak menghabiskan perjalanan sepak bolanya di Brasil dan Malta. Ia pernah memperkuat sejumlah klub seperti PSTC-PR, Iguaçu-PR, Birkirkara FC, Marsaxlokk FC, hingga Nadur Youngsters.
Pengalaman bermain di berbagai negara membuatnya memiliki pemahaman taktik yang luas serta kemampuan beradaptasi yang relatif cepat terhadap lingkungan baru.
Kariernya di Indonesia dimulai ketika bergabung dengan Sumsel United pada Juli 2025 dengan status bebas transfer. Kedatangannya saat itu langsung memberikan dampak positif bagi performa tim.
Dalam waktu singkat, Diego menjelma menjadi salah satu pemain penting di lini tengah dan menjadi motor permainan yang sulit tergantikan.
Kemampuan membaca permainan menjadi salah satu kelebihan utama yang dimiliki pemain asal Brasil tersebut. Selain piawai menjaga keseimbangan tim, Diego juga dikenal memiliki visi bermain yang baik dalam membangun serangan.
Umpan-umpan akurat yang sering ia lepaskan mampu membuka ruang bagi rekan-rekannya di lini depan. Tidak jarang dirinya juga muncul sebagai ancaman melalui tendangan dari luar kotak penalti maupun pergerakan tanpa bola yang efektif.
Kehadiran Diego diperkirakan akan menambah variasi permainan Kendal Tornado FC musim depan. Pengalaman yang dimilikinya di berbagai level kompetisi diharapkan dapat membantu tim menghadapi ketatnya persaingan Liga 2. Selain itu, keberadaannya juga berpotensi menjadi mentor bagi pemain-pemain muda yang sedang berkembang di dalam skuad.
Meski demikian, bergabungnya Diego juga memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai komposisi pemain asing yang akan digunakan Kendal Tornado FC pada musim 2026/2027.
Manajemen diperkirakan masih akan melakukan evaluasi terhadap beberapa posisi guna memastikan keseimbangan skuad sebelum kompetisi resmi dimulai.
Sementara itu, aktivitas bursa transfer juga dilakukan oleh Persela Lamongan yang resmi memulangkan salah satu putra daerah terbaiknya, Dendi Sulistiawan. Penyerang berpengalaman tersebut kembali berseragam Laskar Joko Tingkir setelah musim sebelumnya memperkuat Bhayangkara FC.
Kepastian bergabungnya Dendi menjadi kabar yang disambut positif oleh pendukung Persela. Sosok yang lahir dan besar di Lamongan itu dianggap memahami karakter klub serta memiliki ikatan emosional
yang kuat dengan tim kebanggaan masyarakat setempat. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan daya gedor Persela dalam menghadapi persaingan Liga 2 musim depan.
Dendi mengungkapkan bahwa komunikasi terkait kepulangannya sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Namun berbagai faktor membuat proses tersebut baru bisa terealisasi menjelang musim 2026/2027.
"Dapat tawaran dari Persela sejak musim lalu. Sekarang baru bisa bergabung kembali dengan Persela," kata Dendi Sulistiawan.
Pemain yang juga berstatus anggota Polri dan bertugas di Polres Lamongan itu mengaku memiliki alasan kuat untuk kembali memperkuat Persela. Selain faktor profesional sebagai pesepak bola, kedekatan dengan daerah tempatnya bertugas turut menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan kariernya.
Ketajaman Dendi sendiri masih terlihat menjelang bergulirnya musim baru. Dalam ajang Kapolda Cup IV yang berlangsung di Stadion Surajaya, ia berhasil mencetak dua gol saat memperkuat tim Polres Lamongan menghadapi Polres Tuban. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa naluri golnya masih terjaga dan siap memberikan kontribusi maksimal bagi Persela.
Pengalaman bermain di berbagai level kompetisi nasional juga menjadi modal penting yang dibawa Dendi ke dalam skuad Laskar Joko Tingkir.
Baca Juga: PKH dan BPNT Juni 2026 Cair, Cek Sekarang Apakah Nama Anda Masuk Daftar Penerima
Selama berkarier, ia telah menghadapi banyak situasi pertandingan penting yang dapat membantu tim dalam mengelola tekanan selama kompetisi berlangsung.
Manajemen Persela berharap kehadiran Dendi dapat meningkatkan produktivitas lini depan yang menjadi salah satu fokus pembenahan tim.
Dengan pengalaman bersaing bersama pemain-pemain berkualitas di klub sebelumnya, Dendi dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin di sektor serangan.
Kembalinya sang penyerang juga memberikan optimisme baru bagi para pendukung Persela yang berharap tim kesayangan mereka mampu tampil kompetitif sepanjang musim.
Dukungan suporter diperkirakan akan semakin besar mengingat Dendi merupakan salah satu pemain yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Lamongan.
Baik Kendal Tornado FC maupun Persela Lamongan kini sama-sama menunjukkan keseriusan dalam membangun kekuatan menuju Liga 2 musim 2026/2027.
Kehadiran pemain-pemain berpengalaman seperti Diego Pires Dall'Oca dan Dendi Sulistiawan menjadi gambaran bahwa persaingan musim depan berpotensi berlangsung semakin ketat.
Dengan waktu persiapan yang masih cukup panjang sebelum kompetisi dimulai, kedua klub diperkirakan masih akan aktif bergerak di bursa transfer untuk melengkapi kebutuhan skuad.
Para pendukung pun menantikan bagaimana komposisi akhir tim masing-masing dan sejauh mana rekrutan baru mampu memberikan dampak positif ketika kompetisi resmi bergulir.
Liga 2 musim 2026/2027 diprediksi akan menjadi salah satu musim yang paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah klub terus memperkuat tim dengan pemain berkualitas demi mewujudkan target promosi.
Dalam situasi tersebut, langkah Kendal Tornado FC mendatangkan Diego Pires serta keputusan Persela Lamongan memulangkan Dendi Sulistiawan menjadi bagian dari dinamika menarik yang layak untuk terus dipantau hingga musim baru dimulai.(dka)
Editor : Deka Yusuf Afandi