RADARSEMARANG.ID — FIFA World Cup 2026 akan diadakan dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, selama 39 hari, di tiga negara yang menjadi tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pertandingan pembuka dimainkan antara Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Kota Meksiko, pada 11 Juni 2026, dengan upacara pembukaan resmi dilakukan sebelum pertandingan dimulai.
Estadio Azteca adalah satu-satunya stadion dalam sejarah yang pernah menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia tiga kali, yaitu pada edisi tahun 1970 dan 1986 serta kali ini.
Baca Juga: Timnas Italia Dirumorkan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026?
Keesokan harinya, Kanada menghadapi Bosnia-Herzegovina di BMO Field, Toronto, sementara Amerika Serikat memulai pertandingan mereka melawan Paraguay di SoFi Stadium, Inglewood, California.
Jadwal lengkap Piala Dunia 2026 diumumkan secara resmi dalam acara langsung pada 6 Desember 2025, tepat satu hari setelah drawing grup diadakan di Kennedy Center, Washington D.C.
FIFA mengubah jumlah tim yang ikut dari 32 menjadi 48 tim, sehingga edisi 2026 akan menjadi pertandingan Piala Dunia terbesar sejak format kompetisi ini pertama kali dibuat.
Baca Juga: Daftar Nama Stadion Piala Dunia 2026 yang Canggih Sampai Mahal
Ada 48 tim yang dibagi menjadi 12 kelompok masing-masing berisi 4 tim.
Dua tim terbaik dari setiap kelompok serta delapan tim peringkat ketiga terbaik akan maju ke babak 32 besar.
Format babak 32 besar ini menambahkan tahap baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga tim yang berhasil sampai ke semifinal kini harus bermain delapan pertandingan secara total.
Total ada 104 pertandingan yang akan diadakan selama turnamen, naik cukup banyak dari 64 pertandingan yang terjadi pada Piala Dunia Qatar 2022 sebelumnya.
Amerika Serikat mendapat kesempatan terbanyak dengan 78 pertandingan, termasuk semua laga dari babak perempat final sampai final.
Sementara itu, Kanada dan Meksiko masing-masing menjadi tuan rumah 13 pertandingan.
Baca Juga: Timnas Negara Terkenal yang Gagal Masuk di Piala Dunia 2026 Selain Italia
Adapun, tiga negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 adalah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kolaborasi ini menciptakan sejarah baru dalam penyelenggaraan Piala Dunia karena sebelumnya turnamen hanya diadakan di satu atau dua negara saja.
Berbeda dengan edisi sebelumnya, Piala Dunia 2026 akan melibatkan 48 tim nasional dari berbagai belahan dunia.
Angka ini naik dari sebelumnya yang hanya 32 tim.
Baca Juga: Begini Cara Daftar Nonton Bareng Piala Dunia 2026
Dengan format baru ini, akan ada lebih banyak pertandingan, lebih banyak negara bisa ikut tampil, dan pertandingan diperkirakan akan lebih sengit.
Format ini juga memberi kesempatan yang lebih besar kepada negara-negara berkembang dalam dunia sepak bola untuk tampil di tingkat internasional.
Grup A terdiri dari Afrika Selatan, Korea Selatan, Meksiko, dan Republik Ceko.
Grup B : Bosnia-Herzegovina, Kanada, Qatar, Swiss
Grup C : Brasil, Haiti, Maroko, Skotlandia
Grup D : Amerika Serikat, Australia, Paraguay, Turki
Baca Juga: Begini Cara Daftar Nonton Bareng Piala Dunia 2026
Grup E terdiri dari Curacao, Ekuador, Jerman, dan Pantai Gading.
Grup F : Belanda, Jepang, Swedia, Tunisia
Grup G terdiri dari Belgia, Iran, Mesir, dan Selandia Baru.
Grup H terdiri dari Arab Saudi, Cape Verde, Spanyol, dan Uruguay.
Baca Juga: Pemerintahan Amerika Serikat Mau Timnas Iran Hadir di Piala Dunia 2026
Grup I : Irak, Norwegia, Prancis, Senegal
Grup J : Aljazair, Argentina, Austria, Yordania
Grup K : Kolombia, Portugal, Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan.
Grup L : Ghana, Inggris, Kroasia, Panama
FIFA sedang merancang strategi untuk meningkatkan hadiah dan biaya partisipasi dalam Piala Dunia 2026.
Inisiatif ini muncul setelah sejumlah asosiasi sepak bola nasional mengangkat kekhawatiran mengenai tingginya pengeluaran selama turnamen, khususnya di Amerika Serikat.
Baca Juga: Pemerintahan Amerika Serikat Mau Timnas Iran Hadir di Piala Dunia 2026
Biaya yang berkaitan dengan perjalanan, operasional tim, dan pajak diperkirakan dapat menyebabkan federasi menghadapi kerugian, meskipun tim mereka berhasil berprestasi.
Pada bulan Desember 2025, FIFA sebenarnya sudah menetapkan total hadiah sebesar US$ 727 juta.
Dalam rancangan awal, 48 tim yang berpartisipasi masing-masing akan mendapatkan paling sedikit US$ 10,5 juta, sementara tim yang meraih gelar juara dijanjikan hadiah sebesar US$ 50 juta.
Namun, setelah diskusi lebih lanjut dengan berbagai pihak, angka ini direncanakan untuk ditingkatkan lagi.
Baca Juga: Pemerintahan Amerika Serikat Mau Timnas Iran Hadir di Piala Dunia 2026
Tidak hanya hadiah bagi turnamen, FIFA juga sedang mempertimbangkan peningkatan anggaran pengembangan untuk seluruh 211 asosiasi anggotanya.
Dalam rencana sebelumnya, alokasi dana sebesar US$ 2,7 miliar disiapkan untuk periode empat tahun, di mana masing-masing asosiasi akan menerima US$ 5 juta dan enam konfederasi mendapat US$ 60 juta.
Sekarang, angka tersebut juga sedang dibahas untuk dapat ditingkatkan.
Dari segi keuangan, FIFA memperkirakan total pendapatan akan mencapai US$ 13 miliar selama empat tahun menuju Piala Dunia 2026.
Sekitar US$ 9 miliar dari total itu diperkirakan akan berasal dari ajang tersebut.
Dalam laporan tahunan 2025, dicatat bahwa sekitar US$ 11,67 miliar akan dialokasikan untuk pengembangan sepak bola di tingkat global tertinggi 20% dibanding periode sebelumnya dan angka ini masih bisa mengalami peningkatan.
Baca Juga: Pemerintahan Amerika Serikat Mau Timnas Iran Hadir di Piala Dunia 2026
Dorongan untuk meningkatkan hadiah juga muncul dari berbagai asosiasi besar di Eropa, termasuk Asosiasi Sepak Bola.
Mereka berpendapat bahwa pembagian dana dalam skema awal belum mencukupi untuk menutupi biaya, kecuali tim berhasil mencapai semifinal.
Di dalam format yang lalu, hadiah tambahan diberikan secara bertahap: sekitar 2 juta dolar AS untuk mencapai 32 besar, 4 juta dolar AS untuk 16 besar, dan 8 juta dolar AS bagi tim yang mencapai perempat final.
Peningkatan yang signifikan hanya terjadi saat tim mencapai semifinal dan final. Selain mahalnya biaya di Amerika Serikat, perbedaan pajak di setiap wilayah juga menjadi isu utama.
Baca Juga: Erick Thohir Bilang Begini Soal Rumor Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026 Gantikan Iran
Setiap negara bagian memiliki peraturan pajak yang berbeda, yang langsung mempengaruhi pendapatan tim nasional.
Contohnya, Florida tidak menerapkan pajak negara bagian, sedangkan New Jersey memiliki tarif sekitar 10,75% dan California mencapai 13,3%.
Walaupun FIFA memiliki status tanpa pajak, organisasi tersebut tidak berhasil mendapatkan pengecualian serupa bagi 48 negara peserta seperti di edisi sebelumnya.
Sebagai akibatnya, setiap asosiasi harus memikul beban berbagai kewajiban pajak baik federal, negara bagian, maupun kota berdasarkan lokasi pertandingan, yang membuat perencanaan keuangan mereka semakin rumit. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi