Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Manajer J2 Fujieda Makino: Ingin Jadi Pelopor Pemimpin Muda di J.League

Asifa Dyah Ayu Luthfia • Jumat, 6 Februari 2026 | 05:39 WIB
Manajer J2 Fujieda, Makino Tomoaki, tersenyum sambil memegang papan bertanda tangan di lapangan latihan, menunjukkan antusiasmenya menyambut musim baru J.League.
Manajer J2 Fujieda, Makino Tomoaki, tersenyum sambil memegang papan bertanda tangan di lapangan latihan, menunjukkan antusiasmenya menyambut musim baru J.League.

RADARSEMARANG.ID –  Manajer anyar J2 Fujieda, Makino Tomoaki (38), menegaskan tekadnya untuk menjadi pelopor lahirnya pelatih-pelatih muda di sepak bola Jepang.

Hal tersebut ia sampaikan dalam wawancara eksklusif bersama Sports Hochi menjelang bergulirnya Liga Seratus Tahun Meiji Yasuda, yang dimulai pada 6 Februari dan menandai transisi J.League ke format musim gugur–semi.

Musim ini menjadi tonggak penting dalam karier Makino. Setelah pensiun sebagai pemain pada 2022, mantan bek tim nasional Jepang tersebut meniti jalan kepelatihan selama tiga tahun bersama Shinagawa CC di liga amatir Prefektur Kanagawa. Kini, ia menjalani musim perdananya sebagai manajer klub J.League bersama Fujieda.

“Ini adalah tahun perubahan. Bukan hanya bagi saya sebagai pelatih, tetapi juga bagi para pemain untuk meningkatkan standar mereka,” ujar Makino. Fujieda tergabung dalam Grup Timur B J2/J3 Centennial dan akan melakoni laga pembuka kandang melawan Gifu pada 8 Februari.

Makino mengaku tidak merasa gugup menghadapi tantangan besar tersebut. “Saya lebih bersemangat. Target utama saya adalah membangun tim yang benar-benar siap untuk musim 2026–2027.

Rencana 100 Tahun J.League tanpa promosi dan degradasi justru ingin saya manfaatkan secara positif,” katanya.

Salah satu sorotan musim ini adalah potensi pertemuan Fujieda dengan Fukushima United, klub yang diperkuat legenda sepak bola Jepang Kazuyoshi Miura (58).

Makino menyebut Miura sebagai sosok penting dalam perjalanan kariernya. “Saya tumbuh besar dengan menonton Kazu-san. Ia selalu menjadi bagian dari hidup sepak bola saya,” ungkapnya.

Lebih jauh, Makino menaruh perhatian besar pada pengembangan pemain dan pelatih muda. Ia berharap keberhasilannya kelak dapat membuka jalan bagi generasi baru pelatih Jepang.

“Saya ingin menjadi contoh bahwa pelatih muda juga bisa memimpin dan sukses. Sepak bola bukan tentang ‘saya’, tapi tentang ‘kita’,” tegasnya.

Di luar lapangan, Makino juga aktif membangun kedekatan dengan komunitas lokal. Pada 26 Januari lalu, ia memasang papan reklame raksasa di depan Stasiun JR Fujieda dan menempelkan 3.000 kartu namanya agar dapat diambil langsung oleh warga dan suporter. “Kami ingin melakukan hal-hal yang tidak dilakukan tim lain,” ujarnya.

Demi fokus pada sepak bola, Makino memilih tinggal terpisah dari istrinya, aktris Takanashi Rin, yang menetap di Tokyo.

Ia mengungkapkan bahwa sang istri mendukung penuh keputusannya untuk mengejar mimpi sebagai manajer.

Fujieda sendiri menargetkan finis enam besar pada musim 2026–2027, yang akan menjadi pencapaian bersejarah dengan lolos ke play-off promosi.

“Kami ingin memainkan sepak bola yang menarik, menguasai bola, dan membuat penonton selalu penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya,” pungkas Makino.

Editor : Baskoro Septiadi
#JLeague #Sepak Bola Jepang #Meiji Yasuda League #Fujieda MYFC #Liga Seratus Tahun #Makino Tomoaki #Pelatih Muda #J2 Fujieda #Kazuyoshi Miura