RADARSEMARANG.ID - Teka-teki pertanyaan yang berkembang ditengah publik sepak bola Indonesia, tentang siapa yang akan ditunjuk menjadi pelatih kepala Tim Nasional Indonesia menggantikan Patrick Kluivert, terjawab sudah.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan John Herdman yang akan menjadi coach bagi squad Garuda kembali ke jalur yang "benar" setelah terseok ditangan Patrick Kluivert.
Pengumuman mantan pelatih Timnas Kanada sebagai coach Timnas Indonesia itu diumumkan secara resmi PSSI melalui live streaming kanal Youtube resmi PSSI pada hari Selasa, (13/1/2026).
Baca Juga: Klub Raksasa Italia Juventus Masukkan Kiper Timnas Indonesia Dalam Daftar Incaran
Melalui tayangan live streamingnya, PSSI memperkalkan John Herdman sebagai nahkoda baru Tim Nasional Indonesia.
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa pelatih asal Kanada, John Herdman, telah terpilih melalui proses seleksi ketat untuk menukangi skuat Garuda.
Arya mengklaimn bahwa proses pemilihan John Herdman tidak dilakukan secara sembarangan. Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, awalnya menyodorkan lima kandidat pelatih top dunia.
"Dirtek kami ditugaskan mencari pelatih yang cocok. Dari lima nama, mengerucut menjadi dua pelatih."tutur Arya Sinulingga.
Mantan jurnalis itu menambahkan, dua anggota Exco langsung terbang ke Eropa untuk melakukan proses wawancara kepada sang kandidat.
Baca Juga: Terus Terang, John Herdman Ungkap Alasannya Mau Melatih Timnas Indonesia, Salah Satunya Karena Ini
"Kemudian dua anggota Exco, Endri Erawan dan Muhammad, terbang langsung ke Eropa untuk melakukan wawancara,"imbuh Arya.
Setelah melalui diskusi panjang di rapat Exco, pilihan jatuh kepada John Herdman karena rekam jejaknya yang mumpuni di level tim nasional, pernah membawa Kanada ke Piala Dunia.
John Herdman,tambah Arya akan di kontrak dengan skema kontrak 2+2 tahun.
Skema ini sengaja dipilih oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk menjaga keberlanjutan federasi tanpa meninggalkan beban kontrak di masa depan.
"Jika dua tahun pertama performanya oke, otomatis bisa diperpanjang dua tahun lagi. Pak Erick ingin saat kepengurusan selesai, tidak ada beban. Pimpinan federasi selanjutnya bebas menentukan mau lanjut atau tidak," tandasnya. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi