RADARSEMARANG.ID – Ajax resmi menunjuk Denny Landzaat yang merupakan mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, sebagai bagian dari staf pelatih tim utama untuk mendampingi pelatih sementara Fred Grim.
Keputusan ini memicu reaksi keras dari legenda sepak bola Belanda, Willem van Hanegem, yang menilai langkah tersebut mencerminkan kebingungan manajemen klub.
Dalam Podcast Willem & Wessel di VoetbalPrimeur, Van Hanegem menyebut bahwa Ajax terlihat “tidak tahu harus berbuat apa lagi.” Ia mempertanyakan efektivitas penunjukan Landzaat dalam situasi tim yang sedang tidak stabil.
Baca Juga: Annisa Firdauzi, Pendidik Muda yang Menyemai Harapan Baru di Dunia Pertanian
Van Hanegem Ragu Peran Landzaat Berdampak Besar
Menurutnya, meski Landzaat adalah sosok baik yang memiliki pengalaman melatih di berbagai negara, belum tentu ia bisa memberi kontribusi signifikan di tim utama Ajax.
“Landzaat memang orang baik, tapi dia sudah ke mana-mana.
Sekarang dia harus membantu pelatih dan bahkan ikut menangani penjaga gawang. Itu bukan kondisi yang ideal,” ujar Van Hanegem.
Landzaat Pernah Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia
Landzaat juga dikenal pernah menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia pada periode Patrick Kluivert.
Ia sempat digandeng sebagai bagian dari proyek pengembangan sepak bola nasional, membawa perspektif Eropa sekaligus kedekatannya dengan budaya Indonesia karena ia memiliki keturunan Maluku.
Selama berada di Indonesia, Landzaat berperan sebagai pendamping tim senior dalam persiapan program jangka menengah, sebelum akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan kerja samanya dan kembali fokus berkarier di Eropa.
Baca Juga: Pulang Begadang, Pemuda Ini Ditumpangi Hantu Perempuan Penunggu Kebun Bambu
Pengalaman internasional inilah yang membuat Ajax tertarik memanggilnya kembali, meski keputusan tersebut tetap memicu kritik dari sejumlah pihak.
Menunggu Dampak Kehadirannya di Ajax
Kini para pendukung Ajax menantikan bagaimana peran Landzaat akan mendampingi Grim dalam memperbaiki performa tim. Apakah ia mampu memberikan pengaruh positif, atau kehadirannya justru memperjelas bahwa klub tengah berada dalam masa pencarian arah?
Editor : Baskoro Septiadi