RADARSEMARANG.ID — Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza, mendukung pilihan jika sang pemain Rizky Ridho memutuskan untuk melanjutkan karier di luar negeri.
Rizky Ridho menjadi salah satu pemain yang hangat diperbincangkan dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2026 Timnas Indonesia Ronde Keempat dan Kelima
Pasalnya, hingga saat ini masih belum ada kejelasan soal perpanjangan kontraknya bersama Persija Jakarta yang akan habis pada akhir musim ini.
Namun, dia juga menyelipkan potensi untuk berkarier di luar negeri.
Belakangan, muncul rumor jika eks penggawa Persebaya Surabaya tengah dilirik klub Liga Super Malaysia, Terengganu FC.
Kerja sama kedua tim diumumkan Persija pada Rabu (17/9/2025).
Direktur Mohamad Prapanca bersama Direktur Olahraga Bambang Pamungkas menyambut CEO Terengganu FC, Tuan Sheikh Farouk, beserta rombongan.
"Kami sangat senang bisa menyambut Terengganu FC di Jakarta. Kami berdiskusi banyak hal terkait pengembangan klub, seperti pembinaan usia muda, kepelatihan, dan tentunya area komersial," ujar Prapanca.
"Pertemuan ini tidak hanya membangun jembatan sepak bola antara Malaysia dan Indonesia yang dapat berdampak besar pada perkembangan sepak bola regional, tetapi juga dapat meningkatkan nilai komersial klub," ujar Sheikh Farouk.
Menyikapi rumor tersebut, Mauricio Souza nyatanya tak menghalangi dan justru mempersilakan Ridho jika ingin meninggalkan Macan Kemayoran demi mencari tantangan baru di luar negeri.
"Saya pikir itu adalah keputusan dari Ridho dan Persija untuk bermain di luar negeri. Saya harap dia bahagia. Jika dia ingin pergi, dia boleh pergi. Suatu hari saya ingin meninggalkan Persija, saya juga akan pergi," ujar Mauricio Souza (24/9).
Terengganu FC, atau yang akrab dijuluki The Turtles, belakangan menjelma sebagai salah satu kekuatan utama di sepak bola Malaysia.
Konsistensi performa membuat mereka dianggap sebagai destinasi menarik bagi pemain luar negeri yang ingin menjajal pengalaman baru, termasuk nama sebesar Rizky Ridho.
Dalam dua tahun terakhir, Terengganu FC sukses menembus final dua turnamen domestik bergengsi:
"Piala FA Malaysia 2022 dan Piala Malaysia 2023".
Walau belum mengangkat trofi, pencapaian tersebut jadi bukti mentalitas kompetitif tim ini di ajang sistem gugur.
Sejak 2006, Terengganu FC rutin tampil di kasta tertinggi sepak bola negeri jiran.
Hanya pada 2017 mereka sempat terdegradasi, namun langsung bangkit dan kembali ke Liga Super di musim berikutnya.
Prestasi terbaik klub asal Kuala Terengganu itu adalah empat kali finis sebagai runner-up Liga Super Malaysia, tepatnya pada musim 1992, 2001, 2011, dan 2022.
Selain itu, koleksi trofi mereka juga cukup lengkap.
The Turtles pernah menjuarai Piala FA Malaysia (2000, 2011), Piala Malaysia (2001), Charity Shield Malaysia (2001), serta Divisi Dua Malaysia (1990, 1998).
Saat ini Terengganu FC menempati peringkat ketiga klasemen Liga Super Malaysia 2025/2026 dengan 10 poin.
Mereka memang masih tertinggal delapan angka dari Johor Darul Ta’zim (JDT), tim yang mendominasi liga dalam beberapa tahun terakhir.
Meski begitu, capaian tersebut menunjukkan bahwa Terengganu bukan tim sembarangan, bahkan jadi salah satu pesaing terdekat JDT di kompetisi yang kerap dipandang sebelah mata karena timpangnya kualitas antar klub.
Kabar kepindahan Rizky Ridho ke Terengganu bermula dari unggahan jurnalis Malaysia, Zulhelmi Zainal.
Ia membagikan hasil wawancara dengan CEO Terengganu FC, Sheikh Farouk, yang menyinggung kemungkinan mendatangkan pemain pinjaman dari Persija.
“Siapa tahu di masa depan kita akan ada pemain pinjaman,” ujar Sheikh Farouk, dikutip dari akun X @zulhelmizainal1.
Tak lama, Zulhelmi membuat heboh dengan cuitan:
“Rizky Ridho ke Terengganu!”
Kabar itu memicu reaksi keras dari publik Indonesia.
Banyak pendukung Timnas menolak ide Ridho bermain di Malaysia.
“Saya tidak setuju Rizky Ridho gabung klub kalian (Terengganu FC). Pokoknya jangan ganggu klub Indonesia,” komentar akun @Yosia_Aprianton.
Sebagai rakyat Indonesia mari kita dukung pemain Timnas Indonesia berlaga di kancah sepak bola dunia demi kemajuan mereka. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi