RADARSEMARANG.ID, NAMA Ahmad Aysar Hadi Mohd Shapri kembali mencuri perhatian pecinta sepak bola Asia Tenggara, khususnya setelah penampilannya di ajang Piala AFF U-23 2025.
Pemain muda berbakat ini digadang-gadang sebagai salah satu pilar masa depan tim nasional Malaysia, Harimau Malaya.
Berikut adalah ulasan lengkap tentang profil, perjalanan karier, dan sorotan seputar Aysar Hadi berdasarkan data dan fakta yang tersedia.
Profil Pemain
- Nama Lengkap: Ahmad Aysar Hadi Mohd Shapri
- Tanggal Lahir: 4 September 2003 (21 tahun)
- Asal: Kulai, Johor, Malaysia
- Posisi: Bek Tengah / Gelandang Bertahan
- Klub Saat Ini: Johor Darul Ta’zim II (JDT II)
- Tim Nasional: Malaysia U-23
Aysar Hadi dikenal sebagai pemain yang memiliki kepemimpinan kuat, kemampuan bertahan yang solid, dan visi permainan yang baik di lini tengah.
Produk akademi JDT ini telah menunjukkan potensi besar sejak awal kariernya, menjadikannya salah satu talenta muda paling menjanjikan di Malaysia.
Perjalanan Karier
Aysar memulai karier profesionalnya bersama Johor Darul Ta’zim II (JDT II), klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Malaysia.
Berdasarkan data dari Transfermarkt, Aysar menembus skuad JDT II pada musim 2021/2022 dan telah mencatatkan 16 penampilan hingga saat ini.
Perannya sebagai gelandang bertahan atau bek tengah membuatnya menjadi sosok kunci di lini belakang dan tengah timnya, dengan kemampuan membaca permainan serta distribusi bola yang akurat.
Puncak sorotan karier Aysar datang pada tahun 2022, saat ia memimpin Timnas Malaysia U-19 sebagai kapten di ajang Piala AFF U-19 2022.
Dalam turnamen yang digelar di Indonesia tersebut, Malaysia berhasil menjuarai kompetisi setelah mengalahkan Laos dengan skor 2-0 di final.
Aysar tampil gemilang sepanjang turnamen, mengemudikan lini tengah dengan aksi konsisten dan membantu pertahanan tim. Atas penampilannya, ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala AFF U-19 2022.
Kini, Aysar menjadi andalan Timnas Malaysia U-23 di Piala AFF U-23 2025. Dalam laga melawan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 21 Juli 2025, Aysar kembali menjadi sorotan.
Meski sempat mendapat kartu kuning karena pelanggaran terhadap Jens Raven pada menit ke-37, ia menunjukkan intensitas dan semangat bertanding yang tinggi.
Pelatih Malaysia U-23, Nafuzi Zain, memuji komitmen pemain mudanya, termasuk Aysar, dalam menghadapi tekanan laga rivalitas sengit melawan Indonesia.
Kontroversi Umur
Di balik prestasinya, nama Aysar Hadi sempat terseret dalam kontroversi usia setelah kesuksesan Malaysia di Piala AFF U-19 2022.
Media Vietnam, The Thao 247, dan sebuah akun media sosial bernama Happy World menuding bahwa Aysar bukanlah pemain kelahiran 2003 seperti yang tercatat di dokumen resmi.
Tuduhan ini didasarkan pada foto yang diduga menunjukkan Aysar telah bermain secara profesional sejak 2016, yang dianggap janggal untuk pemain berusia 16 tahun pada saat itu.
Namun, tuduhan tersebut bertentangan dengan data resmi di situs Transfermarkt, yang mencatat Aysar lahir pada 4 September 2003, sehingga usianya sesuai dengan batas usia turnamen kelompok umur.
Media Malaysia, Majoriti, juga membantah tuduhan tersebut, menegaskan bahwa Aysar adalah warga asli Johor dari Kulai dan produk akademi JDT II.
Hingga saat ini, tidak ada bukti resmi dari Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) atau AFF yang menguatkan tuduhan pencurian umur, dan Aysar sendiri memilih fokus pada kariernya ketimbang menanggapi isu tersebut.
Prospek Masa DepanDengan usia yang masih 21 tahun, Aysar Hadi memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung Harimau Malaya di masa depan. Kesuksesannya di level kelompok umur, ditambah pengalaman di JDT II, menjadikannya kandidat kuat untuk masuk skuad senior Timnas Malaysia.
Pernyataannya pasca-Piala AFF U-19 2022 menunjukkan ambisi besar: “Saya akan tetap bekerja keras untuk menempa nama demi pasukan JDT dan juga negara. Saya akan jadikan AFF sebagai satu titik permulaan untuk kehidupan dan karier sebagai pemain sepak bola.”
Pelatih Malaysia U-23, Nafuzi Zain, juga menegaskan bahwa skuad mudanya, termasuk Aysar, adalah bagian dari proyek pengembangan talenta muda untuk memperkuat sepak bola Malaysia.
Dengan sepuluh pemain JDT dalam skuad Piala AFF U-23 2025, Aysar menjadi salah satu pilar penting dalam misi Harimau Malaya untuk meraih prestasi di level Asia Tenggara.
Ahmad Aysar Hadi Mohd Shapri adalah contoh nyata dari talenta muda Malaysia yang terus menanjak.
Dengan kepemimpinan, kemampuan bertahan yang solid, dan mentalitas pantang menyerah, ia telah membuktikan diri sebagai pemain kunci di level klub dan tim nasional kelompok umur.
Meski sempat diwarnai kontroversi, fokus dan dedikasinya terhadap sepak bola membuatnya tetap menjadi sorotan positif.
Publik sepak bola Malaysia kini menantikan langkah Aysar untuk menembus skuad senior Harimau Malaya dan membawa kejayaan bagi Negeri Jiran. (tas)
Editor : Tasropi