RADARSEMARANG.ID - Laga Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Suita, Selasa sore 10 Juni 2025 sangat menjadi pembahasan hangat di media sosial.
Usai Kekalahan Timnas Indonesia dari samurai biru, Jepang dengan skor enam gol tanpa terbalaskan.
Sebagian orang menilai inilah bukti jika pembinaan sepakbola yang baik akan melahirkan bakat-bakat yang luar biasa.
Timnas Indonesia yang banyak diisi pemain naturalisasi dibuat tak berdaya oleh samurai biru, Jepang yang dalam laga tersebut menurunkan beberapa pemain cadangan.
Meski laga Jepang vs Indonesia tak mempengaruhi apapun, Kiper Samurai Biru, Zion Suzuki, menjelaskan bahwa laga melawan Indonesia sangat krusial baginya.
Sebab, laga ini menjadi perjalanan terakhir mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan akan bermain di kandang sendiri.
Menurutnya, laga tersebut adalah laga penting yang harus dimenangkan.
"Pertandingan berikutnya adalah yang terakhir (dari babak kualifikasi terakhir ini)," ujarnya.
Baginya babak pertandingan akhir ini sangat penting untuk dimenangkan terkhususnya melawan timnas Indonesia di kandang sendiri.
"Kami sudah lolos, tetapi penting untuk mengakhiri dengan kemenangan," kata Zion Suzuki dilansir dari laman Sponichi.
Saat melawan Australia, kiper berusia 22 tahun itu tidak dimainkan oleh pelatih Hajime Moriyasu.
"Saya hanya akan mendapatkan hasilnya," ujarnya.
Pada pertandingan sebelumnya, Jepang digebuk dengan skor 0-1 oleh timnas Australia.
Kiper berusia 22 tahun itu menggarisbawahi pentingnya kemenangan di pertandingan ini, bukan hanya untuk menjaga gengsi tetapi juga untuk dampaknya pada undian pembagian pot di masa depan.
"Kami memang sudah lolos tetapi penting untuk mengakhirinya dengan kemenangan yang meyakinkan," tegas mantan pemain Urawa Reds tersebut.
Editor : Baskoro Septiadi