RADARSEMARANG.ID - Kekalahan China dari Timnas Indonesia pekan lalu membuat pelatih Branko Ivankovic buka suara secara blak-blakan.
Dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia tersebut, China kalah tipis 1-0 dari Timnas Indonesia.
Kata pelatih China usai timnya kalah dari Indonesia pada Kamis (5/6) malam tampak menjadi momen menarik perhatian.
Branko mengungkapkan pandangannya usai kekalahan tersebut pasca peretandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Dalam keterangannya, Branko Ivankovic memuji habis-habisan Timnas Indonesia dan atmosfer pertandingan.
Ivankovic bahkan secara gamblang menyatakan bahwa sepak bola Indonesia memiliki masa depan yang cerah.
Pelatih China tersebut juga berharap Timnas Indonesia bisa melaju lebih jauh di babak kualifikasi berikutnya.
“Kami sudah tahu Indonesia kuat, situasi mereka sangat bagus, semoga mereka meraih hasil yang mereka harapkan,” kata Branko dalam sebuah konferensi pers.
Dia menambahkan, tim Garuda kini diperkuat banyak pemain baru, termasuk wajah-wajah muda dan para pemain naturalisasi, dan telah mengubah peta kekuatan sepak bola Indonesia.
Menurut Ivankovic, pertandingan tersebut adalah laga yang sangat sulit, terutama karena Timnas China sendiri tampil dengan banyak pemain muda.
"Kami berharap para pemain muda ini bisa menjadi masa depan bagi Timnas China," tuturnya.
Namun menariknya, Ia secara jujur menyebut atmosfer suporter Indonesia di SUGBK sangat luar biasa.
Bahkan, Ivankovic menyebutnya gila karena dapat memberikan tekanan mental tersendiri bagi skuadnya.
Kemenangan tipis 1-0 Timnas Indonesia atas China sendiri didapat berkat gol tunggal Ole Romeny dari titik penalti pada menit ke-45.
Hasil ini menjadi krusial bagi Garuda Indonesia dalam upaya menjaga asa lolos ke babak selanjutnya Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sebaliknya, kekalahan 0-1 dari Indonesia memastikan China tidak dapat melanjutkan ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Mereka berada di posisi keenam atau terakhir dalam klasemen Grup C dengan total enam poin hingga saat ini.
Editor : Baskoro Septiadi