Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Makna Koreografi Suporter PSG di Malam Final Liga Champions untuk Luis Enrique

Alwi Al Affan • Minggu, 1 Juni 2025 | 23:21 WIB
Koreografi fans klub sepakbola PSG di pertandingan final Liga Champions PSG vs Inter Milan
Koreografi fans klub sepakbola PSG di pertandingan final Liga Champions PSG vs Inter Milan

RADARSEMARANG.ID - Malam yang seharusnya menjadi suasana penuh sukacita bagi PSG justru terasa sedikit menyedihkan karena mengingat masa lalu yang menyakitkan.

Sebuah tifo yang dibuat oleh penggemar PSG menjadi pengingat tentang kisah putrinya, Xana Enrique, yang meninggal dunia akibat kanker.

Putri pelatih tersebut meninggal dunia pada tahun 2019, saat usianya baru 9 tahun. Xana Enrique telah lama berjuang melawan penyakit kanker di masa muda yang sangat pendek.

Bahkan sang pelatih, Luis Enrique, mengenakan pakaian yang menjadi penghormatan untuk anaknya. Ia mendedikasikan keberhasilan di final UCL ini untuk putrinya.

"Saya tidak merasa perlu untuk menang atau kalah dalam pertandingan ini. Saya yakin kenangan yang diciptakan oleh putri saya tetap ada. Dalam hidup, seseorang lahir, menjalani hidup, lalu meninggal," ungkap Luis Enrique seperti yang dilansir oleh Daily Mail.

 

Makna Di Balik Tifo Pendukung PSG

Di spanduk yang menjadi lokasi tifo itu, terdapat gambar Luis Enrique memberikan bendera PSG yang ditancapkan ke tanah oleh putrinya.

Ini mengandung makna simbolis bahwa meskipun Xana tidak berada di sini secara fisik, ia akan selalu menemani ayahnya selamanya.

Xana Enrique dikenal sebagai anak yang ceria. Saat Barcelona meraih treble, putri pelatih asal Spanyol itu mengibarkan bendera Barcelona. Dari situ, inspirasi untuk tifo itu muncul.

Pendukung PSG yang dikenal sangat militan dan bersemangat, dalam merayakan kemenangan puncak ini memilih untuk memberikan penghormatan yang tulus.

Bukan untuk seorang legenda atau untuk Luis Enrique, melainkan untuk gadis kecil yang tidak sempat melihat banyak hal di dunia.

Ini menunjukkan bahwa meskipun pendukung PSG sangat ambisius, tetap ada anasir manusiawi dalam diri mereka, yang terkadang terjebak dalam ledakan emosi yang membuat mereka bertindak anarkis.

Luis Enrique yang terkenal tegar dan bertekad menunjukkan reaksi emosionalnya.

Ia tidak menduga bahwa para pendukung PSG memberikan dukungan yang sebesar ini, padahal ia baru saja bergabung sebagai pelatih.

Editor : Baskoro Septiadi
#inter milan #Liga Chammpions #Tifo #UCL #psg #luis enrique