RADARSEMARANG.ID - Nasib Manchester United bak ketiban gajah setelah pupusnya harapan meraih gelar di final Liga Europa.
Usai kekalahan kontra Tottenham Hotspur tersebut, MU kini harus menerima pil pahit berupa denda fantastis dari apparel resmi mereka, Adidas.
Absennya Man United dari panggung Liga Champions musim depan dianggap menjadi biang keladi kerugian finansial yang tak bisa dianggap remeh.
Kekalahan 0-1 dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa (UEL), Kamis dini hari WIB, di Bilbao, Spanyol, secara otomatis menutup pintu ‘Setan Merah’ menuju Liga Champions musim depan.
Kegagalan tersebut seolah menjadi pukulan ganda yang menyakitkan, baik dari sisi prestasi maupun keuangan.
Sebab lain Manchester United kena denda dari Adidas juga tak lepas dari performa buruk mereka di liga domestik beberapa musim terakhir.
Adapun posisi Man United saat ini berada di peringkat ke-14 klasemen Premier League 2024/25, hanya terpaut tujuh poin di atas zona degradasi membuatnya banjir kritikan.
Menurut berbagai laporan, kontrak sponsorship antara Manchester United dan Adidas yang diperpanjang hingga 2035 memiliki klausul yang jelas.
Salah satunya adalah klub diwajibkan untuk berpartisipasi di Liga Champions setidaknya sekali dalam dua musim.
Kegagalan menembus kompetisi elit Eropa ini, terhitung untuk musim 2025/2026, memicu penalti sebesar £10 juta (sekitar Rp 199,1 miliar) untuk setiap musim mereka absen dari turnamen tersebut.
Kabar ini sontak memantik beragam reaksi penggemar dan netizen di berbagai media sosial.
Namun, salah satu komentar cukup menohok datang dari pengguna X dengan akun @stros* yang menanggapinya dengan nada sarkas.
"Udah kalah, ketiban gajah. Sesuai klausul kontrak kerja sama, Manchester United mesti bayar penalti £10juta (~Rp 219M) ke apparel mereka, adidas, karena gak lolos ke UCL musim 2025/26. Lebih baik bubar jadi pabrik jukut crispy,” tulisnya.
Komentar tersebut seolah mencerminkan kekecewaan mendalam dan frustrasi para penggemar atas performa klub yang terus merosot.
Pasalnya, dampak finansial dari denda penalti Adidas ini seolah tak bisa diremehkan hingga menambah tekanan signifikan di saat rencana perombakan skuad.
Disamping itu, upaya klub menyeimbangkan neraca keuangan di bawah regulasi Financial Fair Play, MU harus membayar denda dari Adidas tersebut.
Kegagalan ini juga berarti hilangnya potensi pendapatan besar dari hak siar, pemasukan matchday, dan bonus partisipasi Liga Champions yang mencapai puluhan juta poundsterling.
Klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut, kini dihadapkan pada tantangan berat mengelola keuangan di bursa transfer musim depan.
Editor : Baskoro Septiadi