Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sejarah PSISa Salatiga, Klub Sepakbola Lokal yang Melawan Hegemoni Liga Bentukan Belanda

Aby Genta Putra Prasetya • Sabtu, 10 Mei 2025 | 21:45 WIB
Logo Lama dan Logo Baru PSISa Salatiga
Logo Lama dan Logo Baru PSISa Salatiga

RADARSEMARANG.ID - Selain terkenal karena rasa toleransi masyarakatnya yang menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

Salatiga juga merupakan rumah bagi klub sepakbola lokal, PSISa Salatiga yang memiliki sejarah panjang sejak awal, bahkan sudah ada semenjak Era Kolonial Belanda.

Klub ini berada di Liga 3 Nasional pada tahun 2022, dan telah terhenti di babak 10 besar Liga 3 Zona Jawa Tengah dalam kompetisi Liga 3 tahun 2021 setelah kalah 1-2 dari PSIR Rembang.

Hasil tersebut membuat klub sepakbola Kota Salatiga ini gagal masuk ke Semifinal Liga 3 Jawa Tengah.

Mulai tahun 2022, PSISa Salatiga mengikuti kompetisi di tingkat junior yaitu Liga Soeratin U-17.

Tahun depannya pada tahun 2023 PSISa menyatakan akan mengikuti kompetisi senior Liga 3 Nasional.

Menanggapi absennya PSISa ini, Ketua PSSI Salatiga, Fatur Rahman menilai hal tersebut adalah kewajiban bersama untuk memajukan persepakbolaan di Salatiga. 

Salah satunya dengan ikut berbagai Kompetisi salah satunya Liga 3.



Tetapi kami juga harus kembalikan kepada kemampuan klub-klub yang ada,” kata Wakil Ketua DPRD Salatiga ini. Mengenai dana APBD untuk PSISa, Maman, sapaan akrab Fatur Rahman ini mengatakan bahwa dalam regulasi, Liga 3 diperbolehkan menggunakan dana pemerintah.

Hanya sejauh ini pihak manajamen PSISa atau Wali Kota belum mengajukan proposal permohonan dana terkait dana PSISa itu ke DPRD Salatiga.

Berada di salah satu kota yang dikelilingi klub-klub besar yang ada di Jawa Tengah, seperti PSIS Semarang dan Persis Solo tak membuat PSISa gentar.

Justru hal tersebut menjadi pelecut untuknya menyusul klub-klub tersebut ke kompetisi sepakbola yang lebih tinggi di kancah nasional.

Sejarah Perlawanan Dari PSISa Salatiga

Klub kebanggaan Laskar Ganesha ini memiliki sejarah panjang sebagai tim sepakbola asal Kota Salatiga yang telah berkiprah sejak masa Kolonial Belanda.

Baca Juga: Punya Nama yang Sama, Inilah Perbedaan Persikas Kabupaten Semarang dan Persikas Subang

Awalnya klub ini bernama PSIA Ambarawa sebelum berganti domisili dan identitas di Kota Salatiga.

Klub ini juga dikenal menjadi salah satu klub yang vokal melawan hegemoni atau kesewenangan dari Liga Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) bentukan Belanda dan warga keturunan etnis Tionghoa.

Menggunakan identitas pribumi dengan sangat kuat, klub ini saat itu bahkan tidak mengijinkan pemain selain keturunan asli pribumi untuk bergabung sebagai bentuk perlawanan ekslusivitas.

PSISa juga hadir sebagai salah satu bond baru yang melakukan kongres PSSI di Surakarta pada tahun 1934 bersama PSIS Semarang, Persis Solo, Persegal Tegal, PSIM Malang, Persitas Tasikmalaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, PSIM Yogyakarta, PSM Madiun, PPSM Magelang dan Persebaya Surabaya.

Source: KONI Salatiga, PSSI Jawa Tengah.

Editor : Baskoro Septiadi
#PSISa Melawan Hegemoni Belanda #PSISa salatiga #Klub Sepakbola Kota Salatiga #Klub Sepakbola PSISa Salatiga #Sejarah PSISa Salatiga