RADARSEMARANG.ID - Akhirnya! Setelah perjuangan panjang dan penuh drama di Championship musim ini, Leeds United resmi promosi ke Premier League, dan salah satu sosok yang jadi sorotan utama adalah Pascal Struijk pemain keturunan Indonesia yang tampil konsisten sepanjang musim.
Struijk, yang berposisi sebagai bek tengah, jadi tembok kokoh di lini belakang Leeds. Di tengah ketatnya persaingan di kasta kedua Liga Inggris.
Performa solidnya membantu tim menjaga banyak clean sheet dan meraih kemenangan penting.
Bukan cuma kuat dalam bertahan, Struijk juga rajin membantu serangan lewat bola-bola mati. Beberapa gol penting pun lahir dari kepalanya.
Yang bikin momen ini makin spesial adalah fakta bahwa Struijk punya darah Indonesia yang berasal dari Surabaya.
Walaupun ia saat ini masih membela Timnas Belanda di level junior, banyak fans sepak bola Indonesia yang tetap bangga dan ikut merayakan kesuksesannya.
Harapan untuk melihatnya suatu hari nanti berseragam Merah Putih pun kembali mencuat.
Leeds sendiri sempat terdegradasi dari Premier League musim lalu, tapi tak butuh waktu lama untuk bangkit.
Di bawah arahan Daniel Farce dan pemain-pemain muda penuh semangat, tim ini tampil konsisten dan berhasil finis di posisi pertama Daniel Farce yang mengantarkan mereka kembali ke kompetisi paling elite di Inggris.
“Saya bangga bisa membantu tim ini kembali ke tempat yang seharusnya,” kata Struijk kepada Sky Sports usai laga penentu promosi. “Kami bekerja keras sepanjang musim dan sekarang saatnya merayakan".
Bagi Leeds, ini bukan cuma soal kembali ke Premier League, tapi juga soal menjaga identitas klub besar yang punya sejarah panjang di sepak bola Inggris.
Dan bagi Pascal Struijk, ini jadi tonggak penting dalam kariernya dari pemain muda yang sempat diragukan, kini jadi andalan di salah satu klub legendaris Inggris.
Kalau terus tampil konsisten, bukan tidak mungkin Struijk akan jadi rebutan klub-klub besar Eropa. Tapi untuk sekarang, biarkan dia dan para fans Leeds menikmati momen manis ini.
Selamat datang kembali, Leeds United. Dan selamat untuk Pascal Struijk pemain keturunan Indonesia yang ikut menulis sejarah.
Editor : Baskoro Septiadi